Setahun Memimpin, Azhari–Adam Perkuat Identitas Religius dan Pendidikan ButengSetahun Memimpin, Azhari–Adam Perkuat Identitas Religius dan Pendidikan Buteng

BUTON TENGAH, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah menegaskan arah pembangunan daerah yang berkelanjutan setelah satu tahun kepemimpinan Dr. Azhari dan Muhammad Adam Basan, dengan fokus pada penguatan identitas sebagai Kota Santri dan Kota Pendidikan. “Setahun Memimpin, Azhari–Adam Perkuat Identitas Religius dan Pendidikan Buteng,”

Setahun Memimpin, Azhari–Adam Perkuat Identitas Religius dan Pendidikan Buteng
Setahun Memimpin, Azhari–Adam Perkuat Identitas Religius dan Pendidikan Buteng

Dalam periode tersebut, berbagai program prioritas mulai dijalankan secara terstruktur dan terukur. Pemerintah daerah mengedepankan pembangunan yang tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga menyentuh aspek moral dan intelektual masyarakat.

“Inilah komitmen kami dalam satu tahun pertama, meletakkan fondasi pembangunan yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Azhari dalam keterangannya.

Langkah strategis itu dirumuskan melalui visi besar yang menempatkan sektor pendidikan dan keagamaan sebagai pilar utama pembangunan daerah. Visi ini kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan lintas sektor.

Konsep Kota Pendidikan diwujudkan melalui peningkatan mutu sekolah, pemerataan akses pendidikan hingga wilayah terpencil, serta penyediaan sarana dan prasarana yang lebih modern dan inklusif.

Sementara itu, penguatan Kota Santri diarahkan pada pembinaan generasi muda dan dukungan terhadap pondok pesantren serta lembaga pendidikan Islam. Upaya ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter masyarakat yang religius.

“Kami ingin Buton Tengah tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga memiliki masyarakat yang kuat secara moral,” kata Adam Basan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

Selain itu, transparansi dan pelayanan publik yang responsif terus diperkuat guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian utama dalam satu tahun terakhir. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Di sektor ekonomi, pemerintah daerah fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui program pemberdayaan masyarakat. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara merata.

“Pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun kualitas hidup,” tambah Azhari.

Seluruh program tersebut terangkum dalam semangat “Buteng Serius”, yang menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang berdaya saing dan berbudaya.

Secara historis, konsep pengembangan berbasis pendidikan dan religiusitas telah lama menjadi model pembangunan di berbagai daerah, seperti di Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar, serta di tingkat global dapat dilihat pada perkembangan kota-kota pendidikan seperti Oxford yang tumbuh dari tradisi akademik kuat.

Di Indonesia sendiri, penguatan pendidikan sebagai pilar pembangunan telah menjadi agenda nasional sejak era reformasi, termasuk melalui program wajib belajar dan peningkatan akses pendidikan di daerah terpencil.

Dengan menempatkan pendidikan dan nilai religius sebagai fondasi, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berharap mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

baca juga:

  1. Pemkab Buton Tengah Percepat Realisasi Anggaran 2026 dan Kinerja OPD
  2. Pemkab Buton Tengah Terbitkan Edaran Larangan Hiburan Selama Ramadhan 1447 H

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, pemerintah daerah menargetkan percepatan implementasi program prioritas agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat luas.

“Ini baru langkah awal. Ke depan, kami akan terus memperkuat program agar Buton Tengah benar-benar menjadi daerah yang maju dan berkarakter,” tutup Adam Basan.(*)

baca berita lainnya:

BUTENG, BAUBAUPOST.COM-Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah untuk memperkuat pesan persatuan di tengah masyarakat. Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, S.STP., M.Si., mengajak warga menjadikan Idulfitri sebagai titik balik mempererat kebersamaan dan mendukung pembangunan daerah. “Dari Mawasangka, Bupati Buteng Dr Azhari Serukan Persatuan di Hari Raya Idulfitri 1447 H,”

Dari Mawasangka, Bupati Buteng Dr Azhari Serukan Persatuan di Hari Raya Idulfitri 1447 H
Dari Mawasangka, Bupati Buteng Dr Azhari Serukan Persatuan di Hari Raya Idulfitri 1447 H

Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutan sebelum pelaksanaan Salat Idulfitri yang dipusatkan di Lapangan Lembah Hijau, Mawasangka, Sabtu (21/03/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh kebersamaan dan dukungan seluruh warga,” ujar Dr. Azhari.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan program sosial pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan daerah di masa depan.

Selain sektor pendidikan, pemerintah daerah juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan ruas jalan di wilayah Mawasangka serta jalur strategis Labungkari–Lakudo.

Program tersebut diharapkan mampu membuka akses ekonomi masyarakat serta mempercepat konektivitas antarwilayah di Buton Tengah.

Di sisi lain, Bupati turut menyinggung pentingnya pembinaan generasi muda sebagai bagian dari investasi sosial jangka panjang.

“Ini bagian dari ikhtiar kita menjaga generasi agar tetap berada pada jalur yang positif,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pembatasan terhadap aktivitas tertentu bukanlah bentuk pembatasan kebebasan, melainkan langkah preventif untuk menjaga nilai sosial dan moral di tengah masyarakat.

F04.1A

Dalam konteks yang lebih luas, Bupati mengingatkan bahwa Idulfitri memiliki makna historis sebagai momentum rekonsiliasi dan penguatan solidaritas. Secara nasional, tradisi mudik dan Salat Id berjamaah telah menjadi simbol kuat persatuan bangsa Indonesia sejak masa awal kemerdekaan.

Bahkan, dalam catatan sejarah, perayaan Idulfitri di Indonesia kerap menjadi ruang sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat tanpa sekat, memperkuat identitas kebangsaan yang majemuk.

Secara global, Idulfitri juga dikenal sebagai momen persatuan umat Islam di seluruh dunia, yang dirayakan secara serentak setelah berakhirnya Ramadan, memperlihatkan nilai universal tentang perdamaian dan solidaritas lintas negara.

Dalam sambutannya, Dr. Azhari juga menekankan makna simbolik pelaksanaan Salat Id di satu lokasi terbuka yang diikuti masyarakat secara bersama-sama.

“Lapangan ini adalah milik bersama. Di sinilah kita bersatu tanpa sekat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tradisi berkumpul di ruang publik saat Idulfitri harus terus dijaga sebagai warisan sosial yang memperkuat kohesi masyarakat.

Pelaksanaan Salat Id di Lapangan Lembah Hijau Mawasangka sendiri diikuti ratusan warga yang datang dari berbagai wilayah, mencerminkan antusiasme dan semangat kebersamaan masyarakat Buton Tengah.

baca juga:

  1. Bupati Buton Tengah Azhari Terbitkan Edaran Pembatasan Aktivitas di Bulan Ramadhan 1447 H
  2. Bupati Buton Tengah Azhari Tegaskan Tak Ada Dana Siluman di Dapur Sekolah Rakyat

Di akhir sambutannya, Bupati kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperbaiki hubungan sosial sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun daerah.

“Idulfitri adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan dan kembali bersatu,” tuturnya.

Dengan semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berharap masyarakat dapat terus menjaga persatuan, mempererat solidaritas, serta berperan aktif dalam mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.(*)

 

Visited 20 times, 8 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *