Pemkot Baubau Apresiasi Kasambu-sambu, Warisan Budaya Tetap LestariPemkot Baubau Apresiasi Kasambu-sambu, Warisan Budaya Tetap Lestari

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau mengapresiasi pelaksanaan tradisi Kasambu-sambu yang digelar masyarakat Kelurahan Kolese, Kecamatan Lea-Lea, sebagai upaya menjaga warisan budaya leluhur di tengah arus modernisasi yang kian kuat. “Pemkot Baubau Apresiasi Kasambu-sambu, Warisan Budaya Tetap Lestari,”

Pemkot Baubau Apresiasi Kasambu-sambu, Warisan Budaya Tetap Lestari
Pemkot Baubau Apresiasi Kasambu-sambu, Warisan Budaya Tetap Lestari

Kegiatan adat yang sarat nilai spiritual dan sosial tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, yang mewakili Wali Kota Baubau. Kehadiran pemerintah menjadi simbol dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang tetap hidup di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Sekda menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai penjaga keberlangsungan budaya. Ia mengingatkan bahwa identitas suatu daerah tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kekuatan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

“Jangan biarkan identitas kita luntur. Kenali tradisimu, banggalah dengan bahasamu, dan lestarikan adatmu,” ujar La Ode Darus Salam di hadapan warga.

Tradisi Kasambu-sambu sendiri merupakan ritual makan bersama yang mengandung makna filosofis mendalam. Dalam praktiknya, seluruh masyarakat duduk bersama tanpa memandang status sosial, mencerminkan nilai kesetaraan dalam adat Pobinci-binci Kuli.

Menurut Sekda, nilai-nilai seperti Pooma-maasiaka (saling menyayangi), Pangkat ngkataka (saling menghormati), dan Pomae-maeaka (saling menjaga martabat) menjadi fondasi utama dalam kehidupan sosial masyarakat Buton.

“Kasambu-sambu bukan sekadar makan bersama, tetapi simbol penguatan karakter dan persatuan masyarakat,” katanya.

Dari sisi pengembangan daerah, pemerintah melihat tradisi ini memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya. Kelurahan Kolese dinilai dapat menjadi salah satu destinasi unggulan jika dikelola secara profesional tanpa menghilangkan nilai sakralnya.

“Jika dikemas dengan baik, tradisi ini bisa menarik wisatawan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Secara historis, tradisi makan bersama sebagai simbol persatuan bukan hanya ditemukan di Buton. Di berbagai daerah di Indonesia, seperti tradisi “megibung” di Bali atau “kenduri” di Sumatra, praktik serupa telah lama menjadi bagian dari budaya kolektif masyarakat Nusantara.

Bahkan secara internasional, konsep communal dining atau makan bersama juga dikenal luas dalam berbagai peradaban, seperti dalam budaya Timur Tengah dan Afrika, yang menjadikan aktivitas tersebut sebagai simbol persaudaraan dan solidaritas sosial.

F08.1b 1

Di Indonesia sendiri, pengakuan terhadap pentingnya budaya lokal semakin menguat sejak ditetapkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang mendorong pelestarian tradisi sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Baubau menilai pelestarian Kasambu-sambu tidak hanya penting secara kultural, tetapi juga strategis dalam memperkuat identitas daerah di tingkat nasional maupun global.

Pelaksanaan tradisi ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memahami akar budaya mereka. Keterlibatan pemuda dalam setiap prosesi dinilai sebagai langkah konkret dalam menjaga kesinambungan tradisi.

baca juga:

  1. Pemerintah Baubau Saksikan Pergantian Katuko Masjid Agung Keraton Buton, Simbol Jabatan
  2. Pergantian Katuko Masjid Agung Keraton Buton Berlangsung Sakral, Wali Kota Baubau HYF Serahkan Secara Adat

Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan akan keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat Baubau ke depan.

Dengan tetap terjaganya tradisi Kasambu-sambu, masyarakat Kolese menunjukkan bahwa modernisasi tidak selalu berarti meninggalkan budaya, melainkan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai luhur.(*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau melalui Dishub menghadirkan layanan bus wisata gratis selama tiga hari pada momentum Idulfitri 1447 Hijriah, sebagai upaya mendorong kunjungan wisata sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat dan pemudik ke destinasi unggulan. “Tiga Hari Lebaran Idulfitri 1447 H, Dishub Baubau Operasikan Bus Wisata Gratis Terjadwal ke Pantai Nirwana dan Batu Sori Jadi Wisata Favorit,”

Tiga Hari Lebaran Idulfitri 1447 H, Baubau Operasikan Bus Wisata Gratis Terjadwal ke Pantai Nirwana dan Batu Sori Jadi Wisata Favorit
Tiga Hari Lebaran Idulfitri 1447 H, Dishub Baubau Operasikan Bus Wisata Gratis Terjadwal ke Pantai Nirwana dan Batu Sori Jadi Wisata Favorit

Program yang berlangsung pada 23 hingga 25 Maret 2026 ini difokuskan pada rute menuju objek wisata favorit, khususnya kawasan pesisir seperti Pantai Nirwana dan Batu Sori yang selama ini menjadi tujuan utama wisatawan lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Baubau, Idrus Taufiq Saidi, mengatakan tren kunjungan wisata di daerah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, seiring membaiknya fasilitas dan promosi destinasi.

“Dari sisi retribusi saja, terlihat peningkatan dari sekitar Rp50 juta menjadi Rp181 juta pada 2025. Ini menunjukkan minat wisata masyarakat terus tumbuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, fenomena peningkatan kunjungan wisata saat libur hari besar keagamaan bukan hanya terjadi di Baubau, tetapi juga secara nasional. Data Kementerian Pariwisata RI dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan lonjakan wisata domestik saat Idulfitri, dengan destinasi pantai menjadi favorit.

Secara global, tren serupa juga terjadi. Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) mencatat bahwa wisata berbasis alam dan pesisir mengalami peningkatan pascapandemi, karena dianggap lebih aman dan memberikan pengalaman rekreasi terbuka.

Di Baubau sendiri, program bus wisata gratis ini dijalankan oleh Dinas Perhubungan sebagai bagian dari pelayanan publik di sektor transportasi, sekaligus mendukung geliat ekonomi lokal selama libur Lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Baubau, La Ode Muhammad Takdir, menjelaskan bahwa kebijakan pemfokusan rute diambil berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kami siapkan beberapa titik, tetapi minat masyarakat lebih terkonsentrasi di Pantai Nirwana dan Batu Sori. Karena itu, tahun ini kami fokuskan ke destinasi yang paling diminati,” katanya.

Ia mengungkapkan, pada hari pertama pelaksanaan, dua unit bus menuju Batu Sori terisi penuh, menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut.

Operasional bus dilakukan secara berkala setiap dua jam, dimulai pukul 07.00 hingga 16.00 WITA, guna memastikan distribusi penumpang merata dan pelayanan berjalan optimal.

Untuk mengikuti layanan ini, masyarakat dapat mendaftar melalui sistem daring yang telah disediakan, dengan jumlah pendaftar mencapai lebih dari 100 orang sebelum hari pelaksanaan.

Namun demikian, warga yang belum terdaftar tetap dapat langsung datang ke titik keberangkatan di Pantai Kamali, Kecamatan Wolio, yang menjadi pusat layanan angkutan wisata selama program berlangsung.

“Silakan masyarakat datang langsung, kami tetap melayani selama kapasitas masih tersedia,” ujar Takdir.

Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan memberikan kemudahan akses transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga tradisi masyarakat yang kerap memanfaatkan momen Idulfitri untuk berwisata bersama keluarga.

Sementara itu, Idrus berharap ke depan layanan tersebut dapat ditingkatkan dengan menghadirkan pemandu wisata agar pengalaman pengunjung menjadi lebih informatif.

“Kalau ada pemandu, wisatawan bisa memahami kawasan yang dilalui, tidak sekadar berkunjung tetapi juga mendapatkan edukasi,” katanya.

baca juga:

  1. Enam Unit Bus Wisata Gratis Yang Disediakan Dishub Baubau Akan Dilepas Walikota H Yusran….
  2. Sesuai Prediksi Dishub Baubau, Keberangkatan Sesi Dua, Masyarakat Membludak Naik Bus Wisata Gratis Menuju Wisata Batusori

Ia menegaskan, penguatan sektor pariwisata memerlukan kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk dukungan transportasi yang memadai dan terjangkau bagi masyarakat.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Baubau optimistis sektor pariwisata akan terus berkembang dan menjadi salah satu pilar ekonomi daerah, terutama dalam memanfaatkan momentum libur nasional seperti Idulfitri.(*)

Visited 24 times, 3 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *