BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM- – Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Buton Selatan, Senin (8/6/2026). “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Akurasi Data Jadi Fokus,”

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton Selatan tersebut berlangsung di Villa Puncak Indah Baubau dan diikuti puluhan petugas lapangan yang akan terlibat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis nasional yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi ekonomi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Buton Selatan.
“Data yang dihasilkan dari sensus ini akan menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pembangunan, pengambilan keputusan, serta evaluasi berbagai program pemerintah,” ujar Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Buton Selatan atas terselenggaranya kegiatan pelatihan tersebut. Apresiasi turut diberikan kepada jajaran Polres Buton yang ikut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.
Bupati berharap para peserta pelatihan mampu memahami konsep, definisi, dan metodologi pendataan yang akan digunakan dalam Sensus Ekonomi 2026. Selain itu, para petugas juga diharapkan menguasai teknik wawancara, menjaga etika saat berinteraksi dengan responden, serta bekerja dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, keberhasilan Sensus Ekonomi sangat ditentukan oleh kualitas kerja para petugas di lapangan. Karena itu, ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh komitmen.
“Saya juga menekankan bahwa mulai dari tahapan pelatihan hingga pelaksanaan pendataan nanti, saudara harus mampu menjaga integritas dan profesionalisme. Pastikan setiap data yang dikumpulkan adalah data yang akurat, lengkap, berkualitas, dan dapat dipercaya,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, lanjut Bupati, mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan berharap hasil sensus nantinya benar-benar mencerminkan kondisi riil perekonomian daerah sehingga dapat menjadi dasar dalam merancang kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar dan terbuka kepada petugas.
“Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Senin, 8 Juni 2026, saya Bupati Kabupaten Buton Selatan secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Buton Selatan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton Selatan, La Ode Ikhsanuddin Hamid, SST., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, di mana BPS wajib menyelenggarakan sensus ekonomi setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam.

Ia menjelaskan, pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi petugas lapangan, menyamakan persepsi terkait konsep dan metodologi pendataan, serta menjamin kualitas data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebanyak 85 petugas lapangan mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 73 pencacah dan 12 pemeriksa, serta dua petugas usaha besar yang terdiri dari satu petugas lapangan dan satu pemeriksa.
Kegiatan pelatihan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada 8 hingga 10 Juni 2026, sedangkan gelombang kedua berlangsung pada 11 hingga 13 Juni 2026, yang seluruhnya bertempat di Villa Puncak Indah Baubau.
La Ode Ikhsanuddin Hamid menambahkan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan ekonomi terbesar dan terlengkap di Indonesia yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali oleh BPS.

Kegiatan tersebut mencakup seluruh aktivitas usaha mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar, kecuali sektor administrasi pemerintahan. Data yang dikumpulkan meliputi identitas usaha, tenaga kerja, penggunaan teknologi, hingga kondisi ekonomi usaha.
“Hasil sensus nantinya akan digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan, kebijakan ekonomi, dan pemetaan potensi daerah,” jelasnya.
baca juga:
- Peringati Hari Lahir Pancasila 2026 Berlangsung Khidmat, ASN BPS Buton Selatan Teguhkan Komitmen…
- Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Berlangsung Khidmat Jadi Momentum ASN BPS Buton Selatan Refleksi Diri
Pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 30 Agustus 2026 di seluruh wilayah Indonesia.(*)
baca berita lainnya:
BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan perdamaian dunia. Penegasan itu disampaikannya saat memimpin peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Upacara SMP Negeri 1 Batauga, Senin (1/6/2026). “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Tegaskan Pancasila Jawaban atas Tantangan Global,”

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Wakil Bupati Buton Selatan, Ketua TP PKK Buton Selatan, Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli bupati, unsur Forkopimda, serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.
Selain aparatur sipil negara (ASN), kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) itu juga diikuti pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Buton Selatan.
Dalam amanatnya, Adios mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”, menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tetap relevan dalam menjaga keutuhan Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian global yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan, di tengah ketidakpastian dunia, ancaman fragmentasi, perkembangan teknologi, dan dinamika geopolitik internasional, Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun yang menjaga Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang majemuk dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis.
Bupati Adios juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menciptakan ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Menurutnya, prinsip musyawarah dan mufakat yang menjadi bagian dari nilai Pancasila merupakan instrumen diplomasi yang dibutuhkan dunia untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.
baca juga:
- Tabungan Kurban Personel Brimob Hasilkan 28 Ekor Sapi, Daging Dibagikan ke Masyarakat
- Sholat Idul Adha 1447 H di Lapangan SMPN 1 Batauga, Bupati Buton Selatan Adios Ajak Warga Perkuat Ukhuwah
Lebih lanjut, ia menilai kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran mediasi konflik di berbagai kawasan, serta konsistensi dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah merupakan implementasi nyata sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Pada kesempatan itu, Adios juga mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam keseharian. Ia meminta seluruh kepala OPD memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, berpihak kepada masyarakat kecil, serta terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme demi menjaga harmoni kebangsaan. Ia pun menutup sambutannya dengan mengajak seluruh masyarakat memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi persatuan dan kemajuan Indonesia.(*)



