Volume Sampah Meningkat, Kepala DLH Baubau Amiruddin Genjot Revitalisasi Bank Sampah di Kilo 5Volume Sampah Meningkat, Kepala DLH Baubau Amiruddin Genjot Revitalisasi Bank Sampah di Kilo 5

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau mengakui operasional bank sampah yang berada di kawasan TPA Kilo Lima saat ini belum berjalan optimal. Meski masih beroperasi, aktivitas pengolahan sampah tidak lagi rutin dilakukan setiap hari seperti sebelumnya. “Volume Sampah Meningkat, Kepala DLH Baubau Amiruddin Genjot Revitalisasi Bank Sampah di Kilo 5,”

Volume Sampah Meningkat, Kepala DLH Baubau Amiruddin Genjot Revitalisasi Bank Sampah di Kilo 5
Volume Sampah Meningkat, Kepala DLH Baubau Amiruddin Genjot Revitalisasi Bank Sampah di Kilo 5

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau, Amiruddin, S.Kel., M.Si., mengatakan operasional bank sampah kini bersifat sementara atau menyesuaikan dengan jumlah sampah yang terkumpul.

“Kalau bank sampah di Kilo Lima itu masih beroperasi, tetapi belum optimal lagi. Sekarang sifatnya temporer, tergantung sampah yang terkumpul baru dilakukan pencacahan,” ujarnya saat diwawancara diruang kerjanya, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, pengolahan sampah plastik yang sebelumnya aktif dilakukan kini mengalami kendala. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan fasilitas pendukung serta perubahan pola penjualan sampah oleh para pengumpul.

Ia menjelaskan, banyak pengumpul sampah, baik dari internal maupun luar DLH, lebih memilih menjual langsung sampah plastik ke pengepul karena dinilai lebih cepat dan praktis dibanding harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

“Para pengumpul sekarang lebih memilih langsung menjual sampah plastik ke pengepul yang ada karena dianggap lebih efektif,” katanya.

Meski demikian, DLH Kota Baubau berencana mengaktifkan kembali sejumlah bank sampah agar pengelolaan sampah dapat lebih maksimal.

Amiruddin menyebut, saat ini terdapat beberapa bank sampah yang dikelola DLH, namun yang benar-benar berjalan efektif dan mandiri baru satu lokasi, yakni bank sampah di kawasan Gudang Putih menuju Universitas Muhammadiyah Buton (UMB).

Menurutnya, operasional bank sampah tersebut cukup optimal karena mendapat dukungan pengelolaan sampah dari kapal milik PT Pelni.

DLH Kota Baubau sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak Pelni agar sampah dari kapal tidak langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan terlebih dahulu dipilah dan diolah di bank sampah.

“Kami sudah koordinasi dengan Pelni supaya sampah kapal tidak langsung dibawa ke TPA, tetapi masuk dulu ke bank sampah. Setelah dipilah dan diolah, residunya baru dibuang ke TPA,” jelasnya.

Ia mengatakan kebijakan tersebut berdampak signifikan terhadap pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA. Bahkan, sejak mulai diterapkan pada Januari lalu, sampah kapal Pelni yang masuk ke TPA disebut hanya tercatat sekali selama bulan Ramadan.

Adapun jenis sampah yang banyak diolah dari kapal Pelni di antaranya botol plastik air mineral dan kardus bekas.

Sementara itu, terkait kondisi TPA Kota Baubau, Amiruddin mengungkapkan volume sampah terus mengalami peningkatan setiap tahun sehingga kondisi TPA mulai mendekati kapasitas maksimum.

“Kalau sampah semakin banyak, otomatis kondisi TPA sudah hampir overload,” ujarnya.

Meski demikian, ia memperkirakan TPA masih dapat digunakan dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan. Karena itu, DLH menilai langkah pengurangan sampah melalui pengolahan dan daur ulang menjadi solusi utama untuk mengurangi beban TPA.

baca juga:

  1. Kadishub Baubau La Ode Muh Takdir Sebut Penataan Parkir Jadi Program Prioritas Dishub Kota
  2. Realisasi APBN Hampir Rp4 Triliun, KPPN Baubau Apresiasi Sembilan Satker Berkinerja Baik, Berikut Daftar Instasinya

DLH Kota Baubau juga telah merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS3R sebagai bagian dari upaya reduksi sampah. Namun rencana tersebut masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran.

“Kuncinya sekarang bagaimana mengurangi sampah yang masuk ke TPA melalui pengolahan. Kami berharap ada dukungan anggaran dari pemerintah untuk pengembangan fasilitas pengolahan sampah,” tutupnya.(*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Makassar, Dr. dr. Irene, M.K.M., melakukan kunjungan kerja ke UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Baubau dalam rangka visitasi dan bimbingan teknis laboratorium kesehatan, Senin (9/6/2026). “Penguatan SDM dan Sarana Laboratorium Jadi Fokus Kunjungan Kepala BB Labkesmas Makassar Doktor Irene di Labkesda Baubau,”

Penguatan SDM dan Sarana Laboratorium Jadi Fokus Kunjungan Kepala BB Labkesmas Makassar Doktor Irene di Labkesda Baubau
Penguatan SDM dan Sarana Laboratorium Jadi Fokus Kunjungan Kepala BB Labkesmas Makassar Doktor Irene di Labkesda Baubau

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan sistem laboratorium kesehatan di wilayah regional 8 yang berada di bawah koordinasi BB Labkesmas Makassar. Dalam struktur laboratorium kesehatan nasional, Labkesda Kota Baubau berada pada tier 2 atau tingkat kedua yang memiliki fungsi strategis sebagai laboratorium pembina bagi laboratorium puskesmas maupun laboratorium swasta di Kota Baubau dan wilayah sekitarnya.

Dalam arahannya, Irene menjelaskan bahwa keberadaan laboratorium kesehatan memiliki peran sangat penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu dasar utama bagi tenaga medis dalam menentukan diagnosis penyakit maupun tindakan penanganan pasien.

“Laboratorium kesehatan saat ini memegang peranan yang sangat penting karena hasil pemeriksaan laboratorium menjadi dasar dokter dalam menentukan diagnosis penyakit. Selain itu, laboratorium juga berperan dalam pemeriksaan kesehatan lingkungan sehingga hasilnya harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Kementerian Kesehatan terus berupaya memperkuat kapasitas laboratorium kesehatan daerah, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana penunjang pelayanan laboratorium.

Menurut Irene, pengalaman saat pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk memperkuat sistem laboratorium kesehatan di daerah agar mampu melakukan pemeriksaan secara mandiri tanpa harus mengirim sampel ke luar daerah.

“Belajar dari Covid-19, Kementerian Kesehatan mengalokasikan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk peningkatan sarana dan prasarana laboratorium kesehatan di daerah. Tujuannya agar daerah bisa mandiri melakukan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan menjadi lebih cepat serta efisien,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan Labkesda yang kuat akan membantu masyarakat memperoleh pelayanan pemeriksaan kesehatan dengan lebih mudah dan biaya yang lebih terjangkau. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi mengirim sampel pemeriksaan ke Makassar yang tentunya membutuhkan waktu dan biaya tambahan.

Dalam kunjungannya ke Kota Baubau, Irene juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) laboratorium kesehatan, khususnya terkait pemeriksaan malaria di sejumlah puskesmas.

5

Dari hasil evaluasi tersebut, ditemukan masih adanya kendala dalam pembacaan hasil pemeriksaan malaria di Puskesmas Sulaa dan Puskesmas Kadolomoko.

Meski demikian, Irene menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah bentuk penghakiman terhadap fasilitas kesehatan, melainkan bagian dari pembinaan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium.

“Ini bukan penghakiman, tetapi pembinaan. Kami ingin melihat langsung apa kendalanya di lapangan, apakah terkait alat, metode pemeriksaan, atau kemampuan petugas laboratorium. Yang terpenting adalah bagaimana kualitas pemeriksaan bisa terus ditingkatkan,” jelasnya.

Selain melakukan pembinaan, BB Labkesmas Makassar juga membuka kesempatan bagi tenaga laboratorium daerah untuk mengikuti program magang dan peningkatan kapasitas di Makassar.

“Kami juga memfasilitasi magang bagi petugas laboratorium daerah agar kemampuan dan keterampilannya semakin meningkat,” tambah Irene.

Sementara itu, Kepala UPTD Labkesda Kota Baubau, Asriani, SKM, dalam laporannya menyampaikan bahwa Labkesda Kota Baubau berdiri sejak tahun 2020 dan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium kesehatan bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, saat ini Labkesda Kota Baubau didukung oleh tenaga kesehatan yang terdiri dari enam aparatur sipil negara (ASN), dua petugas paruh waktu, dan enam petugas penuh waktu.

baca juga:

  1. DASHAT Jadi Garda Terdepan Tekan Angka Stunting di Kota Baubau
  2. Fasilitas Lengkap, Laboratorium Kesehatan Baubau Layani Pemeriksaan Klinik hingga Lingkungan untuk Wilayah Kepulauan Buton

Menurut Asriani, dukungan dari Kementerian Kesehatan maupun BB Labkesmas Makassar sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan laboratorium di daerah, baik dari sisi sumber daya manusia, peralatan, maupun sistem pemeriksaan laboratorium.

“Kami berharap melalui visitasi dan bimbingan teknis ini, kualitas pelayanan laboratorium kesehatan di Kota Baubau semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan pemeriksaan yang cepat, tepat, dan akurat kepada masyarakat,” tutupnya.(*)

 

Visited 12 times, 3 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *