Bappenas Gelar Rakor Nasional, Geopark Pulau Muna Mulai DikajiBappenas Gelar Rakor Nasional, Geopark Pulau Muna Mulai Dikaji

BUTON TENGAH, BAUBAUPOST.COM — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI resmi menindaklanjuti usulan pengembangan Pulau Muna sebagai kawasan Geopark melalui rapat koordinasi dan kunjungan lapangan pada 17–18 Juni 2026 di Kantor Bupati Buton Tengah, Labungkari. Langkah ini menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah pusat terhadap upaya menjadikan Pulau Muna sebagai destinasi geowisata nasional berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat. “Bappenas Gelar Rakor Nasional, Geopark Pulau Muna Mulai Dikaji,”

Bappenas Gelar Rakor Nasional, Geopark Pulau Muna Mulai Dikaji
Bappenas Gelar Rakor Nasional, Geopark Pulau Muna Mulai Dikaji

Surat undangan rapat bernomor T-11613/Dt.07.03/PP.06.01/06/2026 tertanggal 11 Juni 2026 ditandatangani Direktur Sumber Daya Energi, Mineral dan Pertambangan Bappenas, Togu Santoso Pardede. Agenda tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mengkaji potensi warisan geologi, hayati, dan budaya Pulau Muna sekaligus melakukan verifikasi lapangan ke sejumlah situs strategis.

Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si., menyatakan pengembangan Geopark Pulau Muna merupakan hasil kolaborasi tiga daerah, yakni Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Muna Barat. Menurutnya, penyatuan visi pembangunan pariwisata Pulau Muna telah dirintis sejak kunjungan UKP Pariwisata ke Kadena Glamping Buteng. “Alhamdulillah, segala hal baik akan terwujud bila kita selalu berpikir baik dan berusaha sebaik mungkin,” ujar Azhari melalui akun media sosialnya, Kamis (11/6/2026).

Rangkaian kegiatan mencakup pemaparan potensi daerah oleh sekretaris daerah dari tiga kabupaten. Tim Bappenas juga dijadwalkan mengunjungi Gua Liangkabori, Gua Metanduno, Benteng Bombonawulu, Desa Terapung Waburense, Gua Laumehe, serta Tebing Purba Wantopi dan Lasori yang dinilai memiliki nilai geologi dan budaya tinggi.

“Geopark bukan hanya soal pelestarian alam, tetapi juga instrumen pembangunan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” demikian semangat yang menjadi dasar pengembangan kawasan geopark di berbagai negara. Model ini telah terbukti mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal berbasis konservasi.

Secara historis, konsep geopark pertama kali berkembang di Eropa pada awal 2000-an melalui pembentukan European Geoparks Network yang kemudian diadopsi UNESCO. Pada 2015, UNESCO secara resmi meluncurkan program UNESCO Global Geoparks sebagai pengakuan internasional terhadap kawasan yang memiliki warisan geologi bernilai global sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.

Di Indonesia, pengembangan geopark terus berkembang dalam dua dekade terakhir. Sejumlah kawasan seperti Geopark Ciletuh-Palabuhanratu di Jawa Barat, Geopark Kaldera Toba di Sumatera Utara, dan Geopark Maros Pangkep di Sulawesi Selatan telah memperoleh status UNESCO Global Geopark dan menjadi contoh keberhasilan integrasi konservasi, pendidikan, serta ekonomi masyarakat.

Bupati Azhari menegaskan bahwa sinergi lintas daerah menjadi kunci keberhasilan pengusulan Geopark Pulau Muna. “Kami menyatukan visi agar Pulau Muna berkembang sebagai satu destinasi wisata unggulan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya. Dukungan Bappenas diharapkan mempercepat proses penetapan Geopark nasional bagi Pulau Muna.

baca juga:

  1. Gudang Transit Bulog Lakudo Resmi Beroperasi, Harga Pangan Ditekan Di Buton Tengah
  2. Lobi Pusat dan Provinsi, Bupati Buton Tengah Azhari Genjot Perbaikan Jalan

 

Apabila terealisasi, Geopark Pulau Muna berpotensi memperkuat identitas kawasan Sulawesi Tenggara di tingkat nasional maupun global. Selain menjaga kelestarian situs geologi dan budaya, keberadaan geopark diyakini mampu membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi lokal.

baca berita lainnya:

SULTRA, BAUBAUPOST.COM – Tim Penggerak PKK Kabupaten Buton Tengah berhasil meraih juara 3 dalam ajang Halal Cooking Competition dan Lomba Cipta Menu Olahan Pangan Lokal yang digelar pada Festival Bokori, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara yang berlangsung di Pulau Bokori. “TP-PKK Buton Tengah Dukung Diversifikasi Pangan Nasional Dengan Menampilkan Olahan Non Beras,”

TP-PKK Buton Tengah Raih Juara 3 Lomba Kuliner Festival Bokori, Dukung Diversifikasi Pangan Nasional
TP-PKK Buton Tengah  Dukung Diversifikasi Pangan Nasional

Keberhasilan tersebut menjadi bukti konkret kontribusi TP-PKK dalam mendorong diversifikasi pangan berbasis bahan lokal, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Dalam kompetisi itu, TP-PKK Buton Tengah menampilkan inovasi kuliner berbahan dasar non-beras, seperti ubi kayu, ubi jalar, dan keladi. Bahan-bahan tersebut diolah menjadi sajian kreatif yang memiliki nilai gizi tinggi dan daya tarik visual.

Tiga menu unggulan yang disajikan adalah Singkong Gulung Pelangi, Gurame Optimis, dan Tumis Kangkung Infus Bawang Putih. Menu ini dirancang untuk menggugah selera sekaligus memperkenalkan potensi pangan lokal sebagai alternatif konsumsi masyarakat.

Ketua TP-PKK Buton Tengah, Umi Noranah Azhari, menyatakan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung gerakan nasional diversifikasi pangan.
“Melalui inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa pangan lokal dapat diolah menjadi menu yang sehat, menarik, dan bernilai ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan bahan pangan lokal juga menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap beras sebagai sumber utama karbohidrat.
“Kami berharap masyarakat semakin terbuka untuk mengonsumsi pangan alternatif yang tersedia di daerah,” katanya.

Kehadiran kontingen Buton Tengah dalam ajang tersebut turut didampingi Staf Ahli PKK, Kartini Adam Basan, bersama jajaran pengurus lainnya yang aktif terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.

Ajang ini semakin bergengsi dengan keterlibatan chef profesional, Juna Rorimpandey, sebagai salah satu juri. Ia menilai kreativitas peserta menjadi faktor penting dalam menentukan pemenang.
“Inovasi dalam mengolah bahan lokal menjadi kunci utama, selain rasa dan penyajian,” ungkapnya.

3 8

Penghargaan juara 3 diserahkan oleh Ketua TP-PKK Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, didampingi Staf Ahli TP-PKK Sultra, Ratna Lada Hugua, kepada perwakilan TP-PKK Buton Tengah.

Secara historis, upaya diversifikasi pangan di Indonesia telah lama digaungkan pemerintah sejak era 1970-an melalui berbagai program ketahanan pangan nasional. Bahkan, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) juga mendorong negara-negara berkembang untuk mengoptimalkan potensi pangan lokal guna menghadapi krisis pangan global.

Di tingkat daerah, Festival Bokori sendiri telah menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempromosikan pariwisata, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner khas Sulawesi Tenggara kepada publik yang lebih luas.

baca juga:

  1. Pemkab Buton Tengah Bebaskan Empat ODGJ dari Pemasungan di Tiga Wilayah
  2. Lobi Pusat dan Provinsi, Bupati Buton Tengah Azhari Genjot Perbaikan Jalan

Keikutsertaan TP-PKK Buton Tengah dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi antara program pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Melalui ajang tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan lokal semakin meningkat, sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor kuliner.

Prestasi yang diraih menjadi motivasi bagi TP-PKK Buton Tengah untuk terus berinovasi dalam mengembangkan olahan pangan lokal yang sehat, mandiri, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.(*)

Visited 15 times, 1 visit(s) today