Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 12 Oktober 2026
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 12 Oktober 2026 Versi PDF
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 12 Oktober 2026

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:
baca berita lainnya:
BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM — Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, mendorong perluasan areal tanam cabai melalui program pertanian Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 871/Lamaindo untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kestabilan pasokan dan harga di pasar. Dorongan itu disampaikan saat meninjau pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan satuan tersebut, Jumat (9/10/2026). “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Optimalkan Program Yon TP 871 untuk Tingkatkan Produksi Cabai Daerah,”

Cabai menjadi perhatian karena perubahan pasokannya dapat memengaruhi harga pangan yang dibayar masyarakat. Adios menilai peningkatan produksi lokal perlu dilakukan secara berkelanjutan agar ketersediaan komoditas tersebut lebih terjaga. Perluasan lahan tanam diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap pasokan, meski stabilitas harga juga dipengaruhi distribusi, biaya produksi, dan kondisi pasar.
Dalam peninjauan itu, Komandan Yon TP 871/Lamaindo, Letkol Inf. Wahyu Dwi Kriswanto, menjelaskan perkembangan budidaya berbagai komoditas, mulai dari sayuran dan buah-buahan hingga peternakan dan perikanan. Program tersebut dikembangkan untuk mendukung ketersediaan pangan di Kabupaten Buton Selatan sekaligus membuka peluang peningkatan produksi pangan segar bagi masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Yon TP 871/Lamaindo. Semoga kegiatan ini terus berkembang, terutama melalui perluasan area tanam cabai, sehingga dapat semakin memperkuat ketahanan pangan kita dan menjamin ketersediaan bahan pangan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Buton Selatan,” ujar Adios.
Pengembangan tersebut juga diharapkan mendukung penyediaan bahan pangan segar dan berkualitas bagi pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Sinergi pemerintah daerah dan TNI dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok pangan, mulai dari produksi hingga pemanfaatannya dalam program pemenuhan gizi masyarakat.
Meski memiliki peluang pengembangan, kegiatan pertanian dan perikanan itu masih menghadapi kendala ketersediaan air. Pasokan air diperlukan untuk mengairi kebun sayuran yang masih dalam tahap pertumbuhan serta menunjang budidaya ikan menggunakan sistem bioflok. Pemerintah daerah dan pihak batalyon berupaya mengoptimalkan sumber mata air di sekitar lokasi agar kebutuhan air dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Secara historis, ketahanan pangan telah menjadi perhatian nasional sejak Indonesia mengembangkan kebijakan intensifikasi pertanian pada masa Revolusi Hijau pada 1970-an. Di tingkat internasional, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) sejak 1945 mendorong upaya peningkatan gizi dan standar hidup melalui perbaikan produksi serta distribusi pangan. Pengalaman tersebut menegaskan bahwa ketersediaan pangan membutuhkan dukungan produksi, pengelolaan sumber daya, dan distribusi yang memadai. Perluasan tanam cabai di Buton Selatan menjadi salah satu langkah lokal yang relevan dengan agenda tersebut.
baca juga:
- Kunjungi Buton Selatan, Kajati Sultra Dr Sugeng Riyanta Tekankan Tata Kelola Anggaran yang …
- Buton selatan, Baubau, dan Buton Bersinergi Stabilkan Harga Komoditas Pangan untuk Kendalikan Inflasi
Dalam kunjungan itu, Adios didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton Selatan, Sadidi, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Nurdin Mardan, serta Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, Mas Udin. Pendampingan jajaran teknis diharapkan memperkuat koordinasi untuk mengatasi kendala air dan mendukung pengembangan pertanian, peternakan, serta perikanan Yon TP 871/Lamaindo secara berkelanjutan. (*)


