Kabut Asap Selimuti Baubau, Sekda La Ode Darussalam Imbau Warga Gunakan Masker dan Batasi Aktivitas di Luar RumahKabut Asap Selimuti Baubau, Sekda La Ode Darussalam Imbau Warga Gunakan Masker dan Batasi Aktivitas di Luar Rumah

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau mengimbau masyarakat menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar rumah menyusul kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut selama beberapa pekan terakhir. Pemerintah juga meminta orang tua mengawasi aktivitas anak-anak guna mengurangi risiko gangguan pernapasan, sembari menyiapkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui sumber serta perkembangan kondisi asap. “Kabut Asap Selimuti Baubau, Sekda La Ode Darussalam Imbau Warga Gunakan Masker dan Batasi Aktivitas di Luar Rumah,”

Kabut Asap Selimuti Baubau, Sekda La Ode Darussalam Imbau Warga Gunakan Masker dan Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Kabut Asap Selimuti Baubau, Sekda La Ode Darussalam Imbau Warga Gunakan Masker dan Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si., mengatakan imbauan telah disampaikan melalui surat kepada para lurah agar diteruskan kepada warga di wilayah masing-masing. Pemerintah meminta setiap keluarga meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

“Kami dari pemerintah telah menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat. Kami juga telah menyurati para lurah agar menyampaikan kepada warganya bahwa dengan kondisi asap ini, setiap keluarga diharapkan menggunakan masker,” ujar Darussalam, Senin, 12 Oktober 2026

Selain penggunaan masker, warga diminta mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak mendesak. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena aktivitas di luar ruangan dapat meningkatkan paparan asap. Masyarakat juga diharapkan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk.

Hingga saat ini, pemerintah daerah belum memastikan sumber, penyebab, maupun perkiraan berakhirnya kabut asap. Karena itu, koordinasi dengan BMKG diperlukan untuk memperoleh informasi kondisi atmosfer dan pertimbangan penanganan sesuai perkembangan di lapangan.

“Kita belum mengetahui secara pasti asap ini berasal dari mana, apa sumber penyebabnya, dan sampai kapan akan berlangsung. Karena itu, kita perlu berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui langkah-langkah yang harus diambil oleh pemerintah daerah,” kata Darussalam.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau telah menyebarkan materi imbauan berbentuk selebaran digital melalui media sosial dan saluran komunikasi lainnya. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan informasi mengenai pencegahan dampak kabut asap. Adapun kemungkinan meliburkan sekolah belum diputuskan karena pemerintah masih memerlukan kajian mengenai dampak paparan asap terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, dengan melibatkan Dinas Kesehatan.

baca juga:

  1. Rangkaian Hari Jadi Baubau ke 25, Walikota H Yusran Fahim Buka Bakti Sosial di Kotamara, Dorong …
  2. Semarak Hari Jadi Kota Baubau ke 25, Wali Kota HYF Buka Turnamen Domino Berhadiah Rp30 Juta di Kawasan Kotamara

Kabut asap merupakan persoalan lingkungan yang berulang di Indonesia, terutama ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi pada musim kering. Dampaknya juga pernah meluas lintas negara di Asia Tenggara, termasuk dalam krisis asap 1997–1998. Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya pemantauan kualitas udara, penyampaian informasi yang akurat, perlindungan kelompok rentan, serta koordinasi antarlembaga. Meski demikian, sumber kabut asap di Baubau saat ini belum dipastikan sehingga kaitannya dengan kebakaran hutan atau lahan tidak dapat disimpulkan sebelum tersedia data pendukung.(*)

baca berita lainnya:

 

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM — Pelestarian tradisi lokal menjadi bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat di tengah perubahan zaman. Pesan itu mengemuka dalam Ritual Adat Tuturangiana Batu Wampone di Kelurahan Kaobula, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sabtu (10/10/2026). Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili pemerintah kota, menegaskan bahwa tradisi tersebut merupakan wujud penghormatan terhadap sejarah dan peradaban leluhur masyarakat Buton. “Tuturangiana Batu Wampone Jadi Pengingat Sejarah dan Peradaban Leluhur Buton, Sekda Baubau Tekankan Tanggung Jawab Bersama Menjaga Warisan Budaya,”

Tuturangiana Batu Wampone Jadi Pengingat Sejarah dan Peradaban Leluhur Buton, Sekda Baubau Tekankan Tanggung Jawab Bersama Menjaga Warisan Budaya
Tuturangiana Batu Wampone Jadi Pengingat Sejarah dan Peradaban Leluhur Buton, Sekda Baubau Tekankan Tanggung Jawab Bersama Menjaga Warisan Budaya

Darussalam menilai Batu Wampone tidak dapat dipandang hanya sebagai peninggalan fisik dari masa lalu. Situs tersebut memiliki makna simbolis sebagai penanda perjalanan sejarah masyarakat Buton sekaligus pengingat akan hubungan generasi sekarang dengan para pendahulunya.

“Batu Wampone bukan sekadar peninggalan batu tua yang membisu. Selain itu, Batu Wampone adalah simbol peradaban, penanda sejarah, dan saksi bisu perjalanan panjang para leluhur kita di tanah Buton ini,” ujarnya dalam sambutan.

Ia mengatakan, pelaksanaan Tuturangiana bukan sekadar agenda adat tahunan. Ritual itu juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan nilai budaya, memperkuat kesadaran sejarah, dan meneguhkan identitas sebagai komunitas yang menghargai warisan leluhur.

Di tengah modernisasi yang berlangsung cepat, keberlanjutan tradisi menghadapi tantangan berupa kemungkinan semakin jauhnya generasi muda dari akar kebudayaannya. Karena itu, Darussalam mengapresiasi masyarakat Kaobula yang tetap menjaga pelaksanaan ritual adat sebagai bagian dari kehidupan sosial mereka.

“Menjaga dan merawat warisan leluhur bukanlah perkara yang mudah. Namun, hadirnya kita semua di sini hari ini membuktikan bahwa semangat untuk melestarikan nilai-nilai budaya Buton tetap menyala,” katanya.

Darussalam menekankan tiga hal yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni perlindungan warisan leluhur, pewarisan nilai budaya kepada generasi muda, serta penguatan hubungan sosial antarwarga. Menurut dia, pelestarian situs dan tradisi adat tidak cukup dibebankan kepada pemerintah atau lembaga adat, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Nilai kesantunan, gotong royong, penghormatan terhadap alam, serta pengakuan terhadap Sang Pencipta yang terkandung dalam ritual tersebut, lanjutnya, perlu diperkenalkan secara berkelanjutan kepada anak-anak dan generasi muda. Pewarisan nilai itu diharapkan menjaga kesinambungan kebudayaan sekaligus membentuk masyarakat yang menghargai sejarahnya sendiri.

Secara lebih luas, pelestarian Tuturangiana Batu Wampone sejalan dengan pentingnya perlindungan warisan budaya yang mendapat perhatian di tingkat nasional maupun internasional. Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menjadi landasan bagi upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. Pada tingkat internasional, UNESCO mengadopsi Konvensi untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda pada 2003 sebagai kerangka kerja pelestarian tradisi, ekspresi lisan, praktik sosial, ritual, dan pengetahuan yang diwariskan antargenerasi.

Dalam konteks masyarakat Kaobula, Darussalam berharap ritual adat dapat terus menjadi sarana mempererat silaturahmi serta menjaga keharmonisan, kedamaian, dan persatuan warga di Kecamatan Batupoaro. Nilai kebersamaan tersebut dinilai penting agar tradisi tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi tetap memiliki peran dalam kehidupan sosial masyarakat.

Atas nama Pemerintah Kota Baubau, ia menyampaikan penghargaan kepada para tokoh adat, panitia penyelenggara, Pemerintah Kelurahan Kaobula, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Pemerintah berharap keterlibatan berbagai unsur masyarakat dapat menjaga keberlanjutan tradisi dan memperkuat kesadaran terhadap sejarah lokal.

BACA JUGA:

  1. Dinas Perikanan Baubau Siapkan Lomba Dayung Koli-Koli dan Perahu Hias Semarak HUT ke-485 Baubau, …
  2. Pimpin SMAN 1 Baubau, Samsuriati Prioritaskan Disiplin dan Kebersihan Lebih Dulu, Kemudian Siapkan Pemulihan Prestasi Hingga Tingkat Nasional

“Mari terus kita jaga, kita rawat, dan kita wariskan kekayaan budaya ini agar Baubau tetap menjadi kota yang maju tanpa kehilangan jati diri kebudayaannya,” tutup Darussalam.(*)

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *