BUTON TENGAH, BAUBAUPOST.COM – Sebanyak 66 sekolah di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, memperoleh alokasi program revitalisasi pada Tahun Anggaran 2026. Program yang mencakup jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) itu mendapat apresiasi Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, karena dinilai membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di tengah penyesuaian dan efisiensi anggaran. “Tinjau SD Negeri 1 Gu, Bupati Buton Tengah Dr Azhari Soroti Pemerataan Fasilitas Pendidikan Apresiasi Dukungan Pusat untuk Revitalisasi 66 Sekolah,”

Apresiasi tersebut disampaikan Azhari saat meninjau pelaksanaan program revitalisasi di SD Negeri 1 Gu, Desa Walando, Kecamatan Gu, Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tenggara, Irene Irawati Arsanti, Sekretaris Dinas Pendidikan Buton Tengah, serta Kepala Desa Walando.
Azhari menilai dukungan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam memperluas pemerataan fasilitas pendidikan hingga ke wilayah pedesaan. Sinergi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat pembenahan sarana sekolah tanpa sepenuhnya bergantung pada kemampuan anggaran daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Azhari bersama rombongan juga berinteraksi langsung dengan para siswa. Peninjauan itu menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat kondisi lingkungan sekolah sekaligus menegaskan pentingnya fasilitas belajar yang memadai dalam mendukung kegiatan pendidikan.
Program revitalisasi satuan pendidikan secara nasional merupakan bagian dari kebijakan peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Kemendikdasmen mencatat, pada 2025 program tersebut menjangkau 16.167 satuan pendidikan berdasarkan data yang diumumkan kementerian pada Juni 2026. Pemerintah kemudian menyiapkan perluasan sasaran pada 2026 untuk menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai daerah.
Secara internasional, pentingnya lingkungan belajar yang aman dan layak juga menjadi perhatian UNESCO melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas. Target 4.a menekankan perlunya pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan yang ramah anak, sensitif terhadap kebutuhan gender, inklusif, serta aman dan efektif bagi seluruh peserta didik.
Bagi Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, revitalisasi sekolah diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga memperkuat kualitas layanan pendidikan. Azhari menempatkan pembenahan sarana pendidikan sebagai salah satu prioritas daerah untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembentukan karakter dan peningkatan kemampuan siswa.
baca juga:
- Mubes Perdana, H Basri Umar Terpilih Pimpin Kerukunan Keluarga Buton Tengah Kota Baubau Periode …
- Kajati Sultra Ingatkan Pemkab Buton Tengah Mitigasi Risiko Hukum Sejak Perencanaan …
Pemerintah daerah berharap dukungan Kemendikdasmen dan BPMP Sultra dapat terus berlanjut sehingga pemerataan infrastruktur pendidikan semakin luas. Dengan alokasi revitalisasi bagi 66 sekolah pada 2026, Buton Tengah menargetkan tersedianya fasilitas belajar yang lebih memadai untuk mendukung lahirnya generasi berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(*)
baca berita lainnya:

Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, menyampaikan rencana itu seusai salat Jumat berjamaah di Masjid Nurhasanah, Jumat (9/10/2026). Pemerintah daerah memandang penataan kawasan tersebut perlu dilakukan secara terencana agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas keagamaan dan ruang berkumpul masyarakat.
Untuk mempercepat pembangunan, pemerintah daerah berencana mengambil alih sementara pengelolaan masjid. Kebijakan itu diarahkan untuk mempermudah koordinasi penataan kawasan, termasuk perbaikan bangunan dan pengembangan fasilitas pendukung. Meski demikian, Azhari menegaskan bahwa langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk mengalihkan kepemilikan aset dari desa dan masyarakat.
“Masyarakat Desa Teluk Lasongko tidak perlu khawatir, aset ini tidak akan dialihkan. Kami mengambil alih sementara agar pembangunannya lebih cepat dan tertata bagus,” kata Azhari.
Ia meminta Kepala Desa Teluk Lasongko menyiapkan surat keputusan (SK) pengelolaan kepada pemerintah daerah sebagai dasar pelaksanaan kebijakan tersebut. Setelah pembangunan rampung, pengelolaan masjid akan dikembalikan sepenuhnya kepada pemerintah desa dan masyarakat.
Selain pembenahan infrastruktur, Pemkab Buton Tengah merencanakan pemberian insentif atau gaji resmi bagi imam dan pengurus masjid. Rencana ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pelayanan keagamaan. Namun, rincian mekanisme pemberian insentif dan tahapan pembangunan belum dijelaskan dalam keterangan tersebut.
Rencana pengembangan kawasan itu disampaikan di hadapan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Desa Teluk Lasongko, tokoh adat, tokoh agama, serta warga setempat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan bahwa penataan kawasan masjid turut berkaitan dengan kebutuhan ruang publik dan pengelolaan fasilitas bersama.
baca juga:
- Mubes Perdana, H Basri Umar Terpilih Pimpin Kerukunan Keluarga Buton Tengah Kota Baubau Periode …
- Wakili Wali Kota Baubau, Sekda La Ode Darussalam Buka Mubes Pertama KKBT Kota Baubau, H Yusran Fahim Dorong KKBT Lahirkan Program untuk Kemajuan Kota Baubau
Secara historis, masjid memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat pendidikan, musyawarah, dan kegiatan sosial. Di tingkat internasional, masjid juga berkembang sebagai bagian dari kehidupan komunitas Muslim. Dalam konteks Buton Tengah, rencana penataan Masjid Nurhasanah diharapkan dapat memperkuat fungsi sosial dan keagamaan tersebut. Realisasi anggaran, kejelasan tata kelola, serta pelibatan masyarakat akan menjadi faktor penting dalam mewujudkan kawasan itu sebagai ikon daerah.(*)




