Peliput: Arianto W Editor: Zaman Adha
BAUBAU, BP – Saat ini parkir liar di Kota Baubau tengah menjamur. Olehnya Dinas Perhubungan (Dishub) menggunakan pendekatan sosial untuk mengatur maraknya parkir liar.
Menurut Kabid Lalulintas dan Angkutan, Kudrat Priadi SPi MSi, saat di wawancarai di ruangannya, Senin (10/04), parkir liar tidak bisa dihentikan begitu saja. Namun, pemberdayaan dan pendekatan harus senantiasa dilakukan kepada para juru parkir liar, karena merupakan bagian dari masyarakat Kota Baubau.
“Terkait parkir liar, pemerintah tidak bisa langsung memberhentikan mereka, karena sebelum ada kita, mereka sudah ada menjalankan parkir liar ini. Jadi sekarang pemerintah itu masih mencari benang merah, bagaimana cara mengatur mereka. Oleh karena itu, pemerintah mulai melakukan pendekatan-pendekatan walau tidak sekaligus tapi warnanya sudah ada,” ungkap Priadi
Selain itu, terkait pemeberitahuan dan tahap pendekatan kepada masyarakat, pihak Dishub sudah menggelar beberapa program. Salah satunya menjalankan sosialisasi, baik secara langsung maupun lewat baleho yang bekerja sama dengan kepolisian, TNI, Pom dan Satpol PP.
“Saya mewakili dari Dishub menghimbau kepada seluruh masyarakat, jika ada juru parkir liar yang meminta uang karcis, maka jangan diberi. Karena ketika diberi, akan menumbuhkan bibit-bibit parkir liar,” katanya.
Pihaknya mengakui fasilitas parkiran yang memadai masih sangat kurang. Sehingga penarikan retribusi parkiran sebagai pendapatan daerah juga belum maksimal.
“Rencana kita tahun ini agar fasilitas parkiran sudah dapat dibenahi, sehingga PAD sudah bisa terukur, dan tidak ada main-main,” tutupnya (#)

