F.8.1 Kepala SMKN 2 Baubau La Safini SPd. Foto Arianto WSMKN 2 Baubau Fokus Pada Peningkatan Keterampilan Siswa

Peliput: Arianto W – Editor: Fardhyn

BAUBAU, BP – Dalam mengembangkan prestasi siswa, pihak sekolah memfokuskan diri dalam meningkatkan keterampilan yang dimiliki siswanya.

kepala SMKN 2 Baubau La Safini SPd, saat ditemui Baubau Post diruangannya, Sabtu(17/06), mengatakan, pihaknya menargetkan untuk meningkatkan keterampilan yang dimiliki siswa agar dapat mengikuti sejumlah kegiatan yang diadakan baik pada tingkat Kota, Provinsi maupun Nasional. Kata dia, SMKN 2 Baubau membuktikan diri dengan berhasil memperoleh juara pada lomba keterampilan siswa(LKS) tingkat Nasional pada 19 Mei 2017 lalu di Surakarta.

“Sekolah ini(SMKN2 Baubau-red) setiap tahun mengikuti lomba tingkat nasional dan alhamdulilah kemarin kita ikut pada tingkat nasional Lomba Keterampilan Siswa (LKS) dan meraih juara nasional yang di adakan, 19 Mei 2017 di Surakarta,” ungkapnya.

Peningkatan keterampilan terus dilakukan di SMKN 2 Baubau dan siswa dominan memilih jurusan jurusan Otomotif, dengan keunggulan bisa menjadi tenaga tehnisi yang dapat bekerja pada kantor industri seperti dealer. Namun, pada jurusan lain juga memiliki keunggulan di bidang masing-masing, seperti jurusan Instalasi Tenaga Listrik (ITL), Elektronika, dan Tehnik Bangunan.

Menurutnya, Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan lembaga yang masih harus mencari manfaat dengan mengikuti perkuliahan, untuk menemukan jati diri seseorang. Sedangkan pada tingkatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga yang sejak awal telah menentukan jati diri siswa sendiri, sehingga ketika lulus sekolah dapat langsung bekerja.

“SMAN itu harus lanjut ke perguruan tinggi baru ada manfaatnya, kalau kita SMKN, ketika lulus bisa langsung kerja, karena dari awal masuk kita sudah tetapkan jurusan dengan keterampilan yang berbedah dan unggul,” katanya.

Ia mengimbau kepada orang tua yang memiliki pendapatan perekonomian tidak begitu baik, untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah kejuruan yang memiliki keterampilan dan masa depan.

“Jika betul-betul ingin melihat masa depan anak dengan tingkat kemampuan ekonomi yang hanya sedang-sedang saja, lebih baik di sekolahkan di SMKN, yang akan memiliki masa depan, yang memiliki keterampilan, untuk bisa membiayai hidup dia sendiri,” tutupnya. (#)

Visited 1 times, 1 visit(s) today