Rancang Pengembangan Landmark Kota Baubau
ESTAFET Pemerintahan Kota Baubau masa Pemilihan Wali Kota (Pilwali) kini berlanjut di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Wali Kota Baubau Hado Hasina. Beberapa strategi pembangunan telah dirancang Pemerintah Kota Baubau, salah satunya dengan pengembangan Vocal Point (Landmark).
Catatan: Zaman Adha
Kota yang dikenal dengan benteng terbesar di dunianya ini, memang memiliki panorama alam yang indah tidak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia. Namun di tangan orang yang tepat, pengelolaan kawasan wisata dapat menjadi landmark unggulan yang dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi daerah dan masyarakat.
Sebenarnya Kota Baubau juga telah memiliki landmark yang cukup terkenal seperti Pantai Kamali, Wantiro hingga Kotamara yang telah dibangun oleh pemerintahan sebelumnya. Beberapa lainnya masih dapat ditingkatkan lagi untuk memperbaiki kualitasnya.
Rencana yang telah disusun untuk lokasi pengembangan landmark Kota Baubau lainnya yakni Pantai Nirwana, Mesjid Keraton dan Kawasan Tirta Rimba.
Pantai Nirwana (Sub judul kasih bold)
Pantai berpasir putih ini merupakan salah satu tujuan wisata andalan bagi masyarakat Kota Baubau. Terletak di Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari, sangat dekat dari pusat kota sekitar 9 kilometer atau dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 15 menit. Letaknya yang mudah dijangkau disasar untuk dikembangkan menjadi salah satu landmark Kota Baubau.
Di pantai ini pemerintah daerah berencana untuk melakukan beberapa penataan kawasan, meliputi penataan akses jalan masuk, pembangunan gerbang masuk, pembangunan rumah peristirahatan, dan penyediaan gazebo untuk tempat berjualan.
Dalam pengelolaan rumah peristirahatan dan gazebo melibatkan masyarakat. Upaya peningkatan ekonomi dilakukan Pemerintah Kota Baubau dengan sistem bagi hasil dengan masyarakat yang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga akan melakukan pembinaan bagi masyarakat setempat.
Mesjid Keraton (Sub judul kasih bold)
Mesjid tua ini memiliki arti penting sebagai sarana ibadah dan dakwah bagi masyarakat Kota Baubau. Mesjid ini berada di kawasan benteng keraton sebagai bukti perkembangan peradaban islam di tanah Buton.
Benteng keraton sudah mendunia setelah dinobatkan sebagai benteng terluas di dunia. Namun Pemerintah Kota Baubau fokus pada penataan sekitar Mesjid Keraton meliputi penataan taman. Dirancang taman kawasan Mesjid Keraton dibuat asri untuk menciptakan suasana nyaman bagi pengunjungnya.
Termasuk pada penataan sekitar tiang bendera (Kasulana Tombi) yang ikonik sebagai pasangan Masjid Keraton. Keduanya merupakan landmark yang potensial untuk dikembangkan, terlebih Masjid Keraton dan tiang bendera adalah situs sejarah.
Kawasan Tirta Rimba (Sub judul kasih bold)
Tidak hanya Pantai Nirwana, Kota Baubau juga memiliki tempat wisata alam yang banyak dikunjungi yakni Kawasan Tirta Rimba. Kawasan ini dikenal dengan wisata air jatuhnya. Pengelolaannya pun telah dirintis oleh pemimpin daerah sebelumnya.
Namun Hado Hasina bakal melakukan penataan ulang. Penataan yang akan dilakukan meliputi pembangunan akses jalan dari Kawasan Tirta Rimba menuju ke Terminal Lakologou dilengkapi dengan taman dan kawasan komersil yang menghadap ke laut.
Pemerintah juga berencana membangun taman yang bertingkat dan pembangunan kawasan komersil bagi kegiatan ekonomi masyarakat. Direncanakan, kawasan yang telah diperindah ini akan menjadi alternatif dari Wantiro.
Kawasan ini akan menghubungkan Rest Area Waromosio, Pelabuhan Feri Batulo, Pelabuhan Murhum dan seluruh Kota Baubau. Vocal Point ini telah digagas unntukk menjadi sentral landmark yang akan menghubungkan dengan landmark lainnya di Kota Baubau. (**)

