Laporan: Hasrin Ilmi
LABUNGKARI, BP – Warga Desa Terapung Kecamatan Mawasangka yang bekerja setiap harinya sebagai petani rumput laut membutuhkan uluran tangan pemerintah. Pasalnya pengembangan rumput laut cukup menjanjikan dan dinilai mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
Warga menjalani profesi yang dijalaninya masih mengalami beberapa kendala karena tidak memiliki modal dalam mengembangkan usahanya.
Salah seorang warga Nuriana (28) mengaku, petani rumput laut di desa terapung hingga kini masih menunggu uluran tangan pemerintah utamanya dinas terkait.
“Sebenarnya bagus dikembangkan rumput laut didesa ini, cuma kami terkendala dengan dana. Butuh uang jutaan rupiah untuk bisa mengembangkan rumput laut ini,” katanya.
Kata dia, masyarakat masih membeli bibit, dan tali pengikat sendiri, sementara modal yang mereka miliki sangat terbatas. Kondisi ini membuat mereka mengalami kendala dalam proses pengembangannya.
“Yang jelasnya kami belum pernah dapat bantuan. Kami juga masih menunggu ini siapa tau ada bantuan dari dinas Perikanan,” katanya.
Sementara itu, Kades Terapung kecamatan Mawasangka, Pamaruddin mengaku telah mengidentifikasi sejumlah peluang kerja dan usaha bagi warganya tersebut.
Menurutnya, guna pengembangan budidaya rumput laut ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak dinas Perikanan Buteng.
“Untuk rumput laut ini sangat potensi memang. Kedepan, kita berencana membantu petani untuk menjakankan usahanya cuma harus berdasarkan usulan masyarakat,” ungkapnya.
Dia mengatakan, jika hal ini sudah diusulkan oleh masyarakat sendiri maka secara otomatis pemerintah desa akan merealisasikan hal tersebut.
“Intinya kalau masalah ini sudah diusulkan masyarakat pada saat Musrenbang, kita pasti realisasikan. Peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat harus saya prioritaskan,” tandasnya.

