Asy’ari: Tidak Ada Tekanan dari Pihak Manapun
Peliput: Prasetio
BAUBAU, BP – Plt Ketua Karang Taruna Kota Baubau Muh Asy’ari akhirnya menarik semua atribut karang taruna dalam lomba joget tobelo yang digagas bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Baubau. Penarikan atribut tersebut dilakukan setelah mendapat protes dan keberatan dari Ketua Karang Taruna Kota Baubau periode 2015-2020 Kudrat Priadi.

Muh Asy’ari kepada Baubau Post minggu malam (08/12) mengatakan, dalam kegiatan lomba joget tobelo yang digagas bersama Karang Taruna dan KNPI Kota Baubau dipastikan berjalan bagus. Namun demikian, dalam acara tersebut karang taruna menarik diri.

“Dengan berbagai pertimbangan untuk menyukseskan kegiatan ini (lombajoget tobelo-red) maka kami dari Karang taruna mearik diri,”kata Asy’ari.

Dikatakan, penarikan diri sebagai penyelenggara dalam lomba ini dilakukan karena ada beberapa masalah. Salah satunya protes dari Ketua KNPI periode 2015-2020 Kudrat Priadi yang mempermasalahkan penggunaan atribut Karang Taruna.

“Jadi kalaupun ada panitia yang berasal dari Karang Taruna itu hanya sebagai person bukan atas nama organisasi,”katanya.

Untuk itu kata Asy’ari, kepada peserta Karang Taruna dari kelurahan yang sudah mendaftarkan diri dalam lomba tersebut silahkan lanjut. Kalaupun tidak menggunakan nama Karang Taruna bisa juga menggunakan nama klub.

“Sekali lagi saya tegaskan pengunduran diri Karang Taruna dalam kegiatan ini tidak ada tekanan dari pihak manapun hanya kesadaran diri agar bisa kegiatan ini berjalan dengan baik,”tutupnya.

Sebelumnya, kegiatan lomba joget tobelo penyelanggaranya KNPI Kota Baubau dan Karang Taruna. Namun dalam proses persiapan lomba keterlibatan Karang Taruna mendapat protes dari Ketua Karang Taruna Kota Baubau Periode 2015-2020 Kudrat Priadi. Pasalnya, SK Plt Ketua Karang Taruna yang dipegang Asy’ari diduga cacat administrasi. (*)

Visited 1 times, 1 visit(s) today