Peliput: Arianto W
BAUBAU, BP– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Baubau bakal meningkatkan kapasitas pendidikan moral kepada peserta didik, melalui penerapan falsafah pomaa-maasiaka, poma-maeyaka, popia-piara, poangka-angkataka, dan pobinci-binciki kuli (PO5).
Plt Kepala Disdikbud Baubau Aswad saat dikonfirmasi Baubau Post, Senin (10/12) mengatakan sejak beberapa tahun lalu pemerintah, melalui Dinas Pendidikan Kota Baubau telah mencoba meningkatkan pendidikan berbasis moral kepada peserta didik di Kota Baubau. Namun hal tersebut dinilainya belum maksimal, pasalnya peran serta orang tua di lingkungan keluarga juga sangat penting untuk menanamkan moral yang baik sebagai penyaring dari dampak negatif budaya luar.
“Pendidikan sekarang sudah tinggi namun moralnya masih perlu untuk menjadi tugas guru dan orang tua,” jelasnya.
Ia berharap, penanaman moral dan etika yang baik bukan hanya menjadi tugas dan tanggung guru, melainkan juga menjadi orang tua yang merupakan lingkungan terdekat para generasi muda. Sehingga peningkatan moral siswa yang bermuatan lokal (PO5-red) tidak hanya menjadi slogan, namun dapat melekat pada diri, sikap dan tingkah laku dalam menjalankan aktifitas baik disekolah maupun di lingkungan masyarakat.
“Kalau berbicara moral tidak bisa sepenuhnya diserahkan kesekolah karena tanggung jawab disekolah hanya enam sampai tujuh jam, selebihnya dirumah. Diharapkan agar ada progres dari penerapan PO5 dalam aktfitas sehari-hari,” tutupnya (#)
