Peliput: Zaman Adha
BAUBAU, BP – Sebanyak lima dari 10 unit bus bantuan Presiden RI Joko Widodo telah tiba di Kota Baubau. Angkutan massal ini didatangkan melalui jalur darat dari Makassar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau melalui sekretarisnya Muhammad Yunus, menjelaskan bus berwarna biru ini dikirim secara berangsur-angsur. Untuk lima bus lainnya, pihaknya belum dapat memastikan waktu kedatangannya, menunggu informasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Yang dijanjikan oleh Presiden ada 10 unit bus. Ini yang sudah tiba tanggal 11 Desember sebanyak dua unit, kemudian tanggal 12 Desember datang lagi tiga unit,” jelasnya saat ditemui Kamis (13/12).
Bus ini lanjut Yunus, rencananya digunakan untuk rekayasa mengurangi kepadatan arus lalu lintas di dalam Kota Baubau. Terdapat 12 titik Halte Kawalingka yang akan terkoneksi dengan bus. Masyarakat pengguna moda transportasi ini nantinya akan dipermudah dengan hadirnya bus yang memiliki harga sewa terjangkau.
“Ada delapan titik halte yang dibangun pemerintah provinsi, dan akan ditambah empat titik lagi dari Pemerintah Kota Baubau, jadi total ada 12 titik. Namun sampai saat ini delapan halte masih tanggung jawab pemerintah provinsi karena belum diserahkan,” urainya.
Baik bentuk pengelolaan moda transportasi ini, rute bus, harga tiket maupun operasional lainnya ditetapkan setelah regulasinya terbentuk, sembari menunggu lima bus lainnya datang. Sebagai langkah awal, pihaknya akan menguji coba terlebih dahulu pengoperasian bus ini terhadap minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi umum.
“Bagaimana nanti kebijakan penggunaannya, akan ada operatornya. Harapan kami ada semacam lembaga yang mengelolanya. Ini dalam rangka merekayasa lalu lintas, karena sudah tersedia halte-halte untuk melayani angkutan massal di Kota Baubau. Kita mau lihat apakah sudah bisa diterapkan di Baubau, jangan sampai tidak ada penumpangnya,” terangnya.
Masih terkait operasional bus, para driver diseleksi jika operator pengelolanya telah terbentuk. Sementara untuk penyusunan regulasinya, Dishub Kota Baubau akan melakukan studi banding di daerah yang sudah lebih dulu menerapkan moda transportasi ini.
“Seperti di Kabupaten Bogor, kita akan lihat bagaimana cara mereka mengelolanya,” tutupnya.
Untuk diketahui, bus berkapasitas hingga 40 orang ini sangat cocok bagi pelajar maupun mahasiswa. Bus sementara disimpan di parkiran Kantor Dishub Kota Baubau di Kelurahan Bukit Wolio Indah. (**)
