Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Baubau melakukan upaya dalam meminimalisir tindak kekerasan pada anak dan perempuan.

DP3A membuka layanan konsultasi pernikahan dini guna memberi pemahaman kepada generasi muda tentang dampak pernikahan dini.

Kepada Baubau Post, Kepala DP3A Kota Baubau Wa Ode Soraya menjelaskan pemicu utama tindak kekerasan pada anak dan perempuan adalah pernikahan dini pasangan yang pola pikirnya belum siap berumah tangga.

“Sekarang ada layanan yang kami buka yaitu pencegahan pernikahan usia dini. Jadi psikologi kami akan berdiskusi dengan pasangan yang datang berkonsultasi tentang dampak dari pernikahan dini itu sendiri,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan layanan itu, kata Soraya, DP3A Kota Baubau menyiapkan dua orang psikologi. “Kami ada dua psikolog yang siap menawarkan solusinya,” tuturnya.

Program tersebut diharapkan mampu meminimalisir maraknya pernikahan dini yang berdampak pada tindak kekerasan pada anak dan perempuan.

“Jadi salah satu upaya kami dalam mencegah kekerasan pada anak dan perempuan itu lewat pencegahan perkawinan dini,” ungkapnya.

Wa Ode Soraya mengakui telah ada beberapa pasangan yang telah berkomsultasi di kantornya. “Sudah ada beberapa pasangan yang datang konsultasi kepada kami, sebelum menikah,” tutupnya. (*)

Visited 1 times, 1 visit(s) today