Peliput: Zul
BAUBAU, BP- Keterbatasan anggaran, Dinas Pepustakaan dan Kearsipan Kota Baubau mimin sarana. Perlu adanya perbaikan dan penambahan ruang dan buku-buku bacaan.
Kepala Dinas Kepustakaan dan Kearsipan Kota Baubau Wa Radja mengakui, pihaknya terkendala anggaran dalam mengembangkan ruang baca yang nyaman bagi masyarakat. Menurutnya, ruang baca yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan saat ini minim fasilitas.
Sebelumnya, ia berencana membangun gedung baru tahun ini. Namun karena bertabrakan dengan minimnya anggaran, rencana tersebut tersendat.
“Harus ada ruangan khusus untuk tempat membaca, bahkan pengarsipan juga harusnya disediakan ruangan khusus, sementara untuk kantor ini sempit,” keluh Wa Radja kepada Baubau Post, senin (13/05).
Ditempat yang sama, Kabid Layanan Sudin R menambahkan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan merupakan instansi pengelola koleksi karya tulis maupun karya cetak guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pembaca. Namun hal itu disayangkan dengan kondisi kepustakaan dan kearsipan yang ada belum ideal.
“Jadi perpustakaan yang ideal itu harus memiliki gedung empat lantai, tempat yang strategis dan koleksi bahan pustaka yang lengkap,” jelasnya.
Kata Sudin, minimnya sarana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan saat ini, tidak sesuai visi misi Walikota dan Wakil Walikota Baubau AS Tamrin dan La Ode Ahmad Monianse yakni mewujudkan Kota Baubau maju secara sosial dan ekonomi.
“Sehingga perpustakaan harus digenjot, agar dapat mencerdaskan kehidupan bangsa” pungkasnya. (#)

