F4.4 Suasana Aksi di Depan Kantor Walikota Baubau

BAUBAU, BP- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau menggelar aksi Jilid III terkait penertiban parkir liar, di depan Kantor Walikota Baubau, pada rabu (10/07).

Dalam aksinya, para mahasiswa juga mempertanyakan perihal kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN), mutasi pegawai, penerapan Upah Minum Provinsi (UMP), hingga peredaran minuman keras (miras).

Menyampaikan aspirasinya, Ketua Umum (Ketum) HMI Cabang Baubau La Ode Rizki Satria Adi Putra mengatakan, banyak aspirasi aspirasi mahasiswa yang hingga saat ini belum ada penyelesaian dan terkesan diabaikan.

” Inilah yang membuat kami turun dan selalu mengingatkan pemerintah dengan caranya sendiri, karena kadang-kadang kami lakukan diskusi persuasif, jarang ditanggapi oleh pemerintah,” katanya.

HMI menduga, ada perizinan yang melanggar UU No 22 Tahun 2019 tentang penggunaan bahu jalan, serta dugaan pelanggaran Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010 tentang disiplin ASN, yang dilakukan oleh Pemkot.

” Kami sering aksi persoalan ini tapi tidak ada tindak lanjut dari pemerintah, apakah kita harus turun terus dan merusak fasilitas umum baru didengarkan,” tegas Rizki.

Peserta aksi ditemui langsung Pelaksana Harian Sekda Kota Baubau La Ode Sarafa, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) LM Maulana Gafur, dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) H Asmaun.

Dihadapan mahasiswa, Sarafa menyebut, aspirasi mahasiswa menjadi kritikan untuk pembangunan Kota Baubau yang lebih baik lagi kedepannya.

” Kami juga sudah mendapakan informasi dari DPRD, bahwa langkah-langkah yang akan diambil DPRD itu akan mengundang pemerintah, dan di sana kita berdisusi bagaimana titik temu yang kita bisa dapatkan,” tandasnya. (#)

Peliput: Zul PS

Visited 2 times, 1 visit(s) today