Agus Rahardjo: Kok Pengelolaan Aspal Buton Terus Menurun
BUTON, BP – Pada saat mengunjungi pertambangan aspal, yang terdapat di desa Wining, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ir Agus Rahardjo, menilai tidak ada kemajuan.
Pada zaman penjajahan Belanda saat penemuan Aspal Buton pada tahun 1928, terbilang berkembang. Untuk alat pengangkut aspal, yang di angkut dari tambang ke pelabuhan pada saat itu, menggunakan sky lift.
“Ini dikembangkan dari masa orde baru oleh Belanda, apa penyebab sampai saat ini pengelolaannya menurun,” ungkap Ir Agus Rahardjo, saat dikonfirmasi beberapa awak media saat berkunjung di Buton, Sabtu (27/7/2019).
Lanjutnya, untuk menginvestasi pengelolaan aspal, terlebih dahulu melalui berbagai pertimbangan. Belanda, memutuskan untuk menginfes sudah melalui perhitungan menggunakan Cost Gini Ratio.
“Pengelolaan aspal Buton dianggap menguntungkan oleh Belanda, tapi pengelolaan aspal Buton saat ini, setiap tahunnya terus menurun,” tuturnya.
Oleh sebab itu, Agus Rahardjo akan mengusulkan dan memberikan masukan kepada pemerintah pusat terkait penangganan aspal Buton.
“Beri kami waktu untuk mempelajarinya, baru kami usulkan di Pemerintah Pusat,” jelasnya.
Pada kunjungan di pertambangan aspal, Ketua KPK Ir Agus Rahardjo didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H Ali Mazi SH, Bupati Buton La Bakry, Wali Kota Baubau AS Tamrin dan Bupati Buton Tengah H Samahuddin SE.
Peliput: Hengki TA

