– Jalan Santai Bersama Warga Kelurahan Lakudo dan Gu Timur
Peliput: Anton
LABUNGKARI, BP – Jadwal kegiatan tatap muka di Kelurahan Lakudo dan Gu Timur oleh pasangan calon (Paslon) ‘Beramal Saleh’ diisi dengan jalan santai mengelilingi kampung, yang dilaksanakan pada Kamis sore (19/1) yang dipusatkan di Kelurahan Lakudo.
Kepada Baubau Post, Ir H Abdul Mansur Amila MTP mengatakan bahwa pada kegiatan tersebut tidak ada orasi politik dari paslon, karena kegiatan memang hanya semata-mata diisi dengan jalan santai mengelilingi kampung yang ada di Kelurahan Lakudo dan Gu Timur.
“Kegiatan sore ini sebenarnya adalah tatap muka bersama masyarakat di Kelurahan Lakudo dan Gu Timur, tapi kita isi saja dengan jalan santai keliling kampung, tidak ada orasi, sekaligus kita sosialisasikan bahwa pada 15 Februari (2017) itu masyarakat jangan lupa untuk memilih nomor 2,” ucapnya.
Menyikapi kondisi saat ini yang terjadi di pemda Buteng menurut Mansur Amila, jabatan merupakan hal biasa bila ada pergantian, namun kondisi di Buton Tengah saat ini sangat ‘mengerikan’ karena dianggap tidak lagi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Salah satu contohnya tidak masuk akal eselon II diturunkan menjadi eselon III, kecuali yang bersangkutan itu betul-betul melanggar disiplin atau pelanggaran berat. Yang kedua saya kira kita harus komitmen, di Buton Tengah ini kita masih kekurangan 1.250 orang guru, sehingga guru-guru yang diangkat menjadi pejabat struktural hari ini sangatlah merugikan masyarakat Buton Tengah, utamanya dalam peningkatan Sumber Daya Manusia,” pungkas Mansur Amila.
Dijelaskan kata Mansur Amila, Buton Tengah saat ini masih kekurangan guru, sehingga untuk memberi harapan dan semangat kerja yang tinggi, ia mengatakan bila terpilih nanti maka ia akan melanjutkan pembayaran insentif daerah buat para guru honor bila anggaran daerah mencukupi.
“Di Buton Tengah sampai saya pasca menjabat sebagai Pj Bupati pada 1 September 2016, memang nyata-nyata kita masih kekurangan guru, dalam hal ini untuk memberikan semangat mengajar kepada para GTT maupun tenaga honorer lainnya, maka kita harus memberikan insentif kepada mereka, karena kalau kita tidak memberikan insentif kepada mereka maka saya kira itu akan mengurangi semangat kerja mereka, selain itu sekaligus untuk memberikan kesempatan dan peluang kepada para generasi-generasi muda kita di Buton Tengah ini, jangan seperti yang dilaksanakan hari ini mendatangkan orang dari Muna, yang notabene itu adalah keluarga pejabat Bupati sendiri, tolong dicatat itu,” ujar Mansur Amila.
“Kalau saya terhadap daerah kita itu sudah jelas, sejak saya menjabat kemarin, dalam pengangkatan rekrutmen Pol-PP itu saya memberikan peluang kesetiap Desa, saya kira hari ini sudah dicabik-cabik, dan dalam perekrutan Pol-PP itu mereka sudah berani melakukan pendaftaran dengan memungut biaya, dan saya kira itu tidak benar, disamping itu kita harus di Buton Tengah harus berkomitmen, masih banyak generasi kita yang harus kita berikan kesempatan dan peluang,” Sambungnya.
Sementara itu, seorang relawan ‘Beramal Saleh’ yang bernama Hasanapi yang juga merupakan pengurus DPD PAN Kabupaten Buton Tengah mengungkapkan, ia kagum melihat antusias masyarakat untuk mendukung Mansur Amila, apalagi kolaborasi pasangan Mansur Amila dan Saleh Ganiru yang dianggap sangat cocok.
“Masyarakat di Kelurahan Lakudo dan Gu Timur pada sore ini sangat antusias mengikuti kegiatan jalan santai keliling di dua kelurahan ini, yang sekaligus sambil memantau pos-pos yang dijadikan posko pemenangan paslon ‘Beramal Saleh’, kami sebagai masyarakat pendukung mengagumi sosok Pak Mansur Amila, beliau orangnya merakyat dan bersahaja, sangat cocok berpasangan dengan pak Saleh Ganiru yang notabene adalah seorang tokoh yang telah berpengalaman di legislatif,” tandasnya.(*)

