Peliput: Amirul — Editor: Hasrin Ilmi
BATAUGA,BP-Tiga Nelayan Kadatua KM Asakia II yang dikabarkan mati mesin akibat kehabisan bahan bakar minyak (bbm) diperairan antara Kadatua dan Talaga hingga meminta bantuan ke pemerintah kabupaten Busel itu akhirnya ditemukan selamat oleh tim BPBD Busel, SAR Baubau dan Pol Airud
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Busel Zamaluddin mengatakan setelah mendapatkan informasi atas kondisi nelayan tersebut, Senin sore (13/7) itu langsung menindaklanjutinya guna memberikan penyelamatan bersama SAR Baubau dan Pol Airud

“Pukul 21.00 wita kami bersama SAR dan Pol Airud bergerak melakukan pencaharian dan pukul 03.00 wita dini hari menemukan nelayan itu dan telah terbawa jauh arus dari koordinat posisi awal akibat cuaca buruk,” tutur Zamaluddin saat ditemui di Kantor Bupati Busel, Selasa (14/7)
Lanjutnya, setelah ditemukan dan diberi pertolongan, sekitar pukul 05.00 Wita tiga nelayan KM Asakia II tiba di Kadatua.
Ia menuturkan, nelayan KM Asakia II informasi awal berada pada titik koordinat S05.4386 E.122.13177, namun karena mati mesin dan terombang-ambing dalam cuaca buruk, apalagi angin berhembus kencang, akhirnya KM Asakia II terhempas agak jauh dari titik koordinat awal.
“Kita sempat menghubungi nelayan itu tetapi tidak tersambung, setelah beberapa jam melakukan pencaharian ditemukan sudah berada di perairan antara Kadatua dan Batuatas,”ucapnya.
Diketahui, sebuah kapal nelayan yang diketahui bersama KM Asakia II asal Kadatua kehabisan BBM itu langsung ditanggapi Bupati Busel H. La Ode Arusani, Senin sore (13/7) dan secara cepat memerintahkan BPBD Busel untuk segera berkoordinasi dengan SAR Baubau dan PolAirud guna melakukan penyelamatan.
Alhasil atas intruksi cepat itu ketiga nelayan tersebut pun diselamatkan. Sekitar pukul 05.00 dini hari tiba di Kadatua. (*)

