F01.1 Bupati La Bakri bersama Polres Buton ketika memusnahkan Miras

Peliput: Gustam

PASARWAJO, BP- Sebanyak 33 Kampung Tangguh Nusantara berhasil dibentuk Kepolisian Resor (Polree) Buton. Mengingat semakin banyaknya masyarakat yang terpapar covid-19.

Kampung Tangguh Nusantara merupakan program kepolisian dalam menjadikan suatu desa atau kampung yang tangguh dan mempunyai kemandirian tersendiri menghadapi pandemi covid-19.

F01.1 Bupati La Bakri bersama Polres Buton ketika memusnahkan Miras
Bupati La Bakri bersama Polres Buton ketika memusnahkan Miras

“Ada 33 (Kampung Tangguh Nusantara-red),” kata Kapolres Buton AKBP Adi Benny Cahyono saat diwawancarai sejumlah wartawan.

Ke-33 Kampung Tangguh Nusantara tersebut, jelas Adi Benny, telah sesuai ranning atau kriteria yang diinginkan Polres Buton. “Yang lain ada, hanya belum sesuai ranning yang diinginkan,” jelasnya.

Kriteria Kampung Tangguh Nusantara, lanjut Adi Benny, adalah yang mempunyai ketahanan pangan yang baik, memiliki sentra industri yang dapat menggerakan perekonomian desa.

“Memiliki ketahanana pangan, lumbung pangan, senta industri, mempunyai karantina, kemudian masyarakatnya mengikuti protokol kesehatan,” terang mantan Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Jabar itu.

“Artinya mereka (Kampung Tangguh Nusantara-red) mempunyai kemandirian menghadapi covid ini, tidak bergantung pada (bantuan-red) Pemerintah Pusat,” tambah Adi Benny. (*)

Visited 2 times, 1 visit(s) today