Peliput: Alamsyah Pradipta Editor: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Beberapa masyarakat luar maupun dalam Kota Baubau mengeluhkan makin mahalnya tarif ojeg. Misalnya, satu kali perjalanan dari Batulo ke Kotamara, ojeg dapat mematok tarif berkisar antara Rp 10 – 15 ribu.
Salah satu warga Palatiga, Andra saat ditemui disekitar Kotamara, Jumat (10/02) mengatakan, harga yang dipatok beberapa ojeg di Kota Baubau terlampau mahal. Sehingga dia merasa keberatan dengan tarif ini.
“Pulang pergi saja sudah mencapai Rp 30 ribu, mahal sekali mereka ini patok harga, jangan sampai mereka mau naik haji mungkin,” keluhnya.
Meski mahal, namun Andra tidak memiliki pilihan lain. Mau tidak mau dia harus tetap naik ojeg, karena memperlancar aktivitasnya dengan ojeg sebagai angkutan yang praktis.
“Kita mau apakan juga, jadi mau tidak mau tetap naik ojek untuk kemana-mana biar mahal,” tuturnya.
Hal senada juga diungkap warga pendatang yang berasal dari Makassar, Ati yang tinggal di Batulo Bawah mengaku kaget dengan tarif ojeg di Kota Baubau yang sangat mahal, padahal jarak yang ditempuh cukup dekat.
“Kaget juga harganya mahal sekali, kalau enam bulan lalu tidak semahal ini. Dulu kalau mau ke Kotamara hanya Rp 5 ribu, tapi sekarang naik sampai Rp 10 ribu, astaga,” serunya.
Menurut Ati, jika tarif beberapa tukang ojek naik, maka tukang ojeg yang lain akan saling ikut-ikutan. Sehingga hal ini menjadi kekhawatiran Ati mengenai mahalnya tarif transportasi di Kota Baubau.
bisa saja karena saling mengikuti harga yang dipatok ojek lainnya
“Ikut-ikutan biasanya itu, makanya naik juga semua harganya ojeg di Baubau ini,” tutupnya. (#)

Visited 1 times, 1 visit(s) today