Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Seiring dengan perkembangan zaman, pola hidup masyarakat khususnya di Kota Baubau juga mengalami perubahan. Sehingga terjadi pergeseran dominasi dari penyakit menular, menjadi penyakit tidak menular.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Edy Natsir menjelaskan, untuk mencegah tingginya tingkat penderita penyakit tidak menular di Kota Baubau, melalui para petugas kesehatan, pihaknya pro aktif melakukan penjaringan untuk mengecek kondisi kesehatan masyarakat, khusunya para peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pemilik Kartu Indonesia Sehat (KIS)
“Status kesehatan masyarakat harus tetap pada pada keadaan sehat, jadi masyarakat yang masih sehat agar tidak jatuh sakit, kemudian yang sudah sakit agar jangan ke kondisi yang berat atau segera kita sembuhkan. Hal itu dapat dilakukan dengan lebih proaktif mengecek semua peserta JKN KIS, kita datangi mereka, dari puskesmas tentu sudah ada petugasnya, kalau kita berbicara paradigma sehat tadi adalah kegiatan promosi dan preventif,” terangnya.
Selain itu Edy mengatakan, kegiatan promosi dan preventif dilakukan dengan cara mobile atau langsung mendatangi masyarakat. Kegiatan ini dapat dilakukan secara perorangan pada dokter keluarga atau puskesmas, maupun secara berkelompok dengan cara melakukan seminar.
“Masyarakat yang menjadi sasaran berhak mendapatkan pengetahuan promosi dan preventif. Masyarakat yang punya hak ini kita datangi secara mobile, para petugas menjaring sasarannya untuk memberikan penyuluhan. Olehnya, terkait program promosi dan preventif dalam rangka memperkecil kemungkinan kesakitan lebih lanjut maka ini harus dilakukan,” jelasnya.
Edy menambahkan, pencegahan penyakit agar tidak melangkah ke stadium lanjut sangat penting, karena jika status penyakitnya sudah meningkat maka akan semakin menyusahkan orang disekitarnya, terutama keluarga.
“Bayangkan kalau penyakitnya sudah stadium lanjut, tentu sudah akan menyusahkan dan menyedihkan. Kalau satu orang yang sakit maka satu rumah bisa direpotkan, apalagi yang sakit adalah tulang punggung keluarga, maka habis semua,” tandas Edy. (**)

Visited 1 times, 1 visit(s) today