Peliput: Jaya Editor: Zaman Adha
BAUBAU, BP – Anggota Komisi I DPRD Kota Baubau Fraksi Hanura, H Suddin M SH prihatin dengan kondisi pasar ikan Wameo yang mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap. Sehingga dia meminta kepada Pemerintah Kota Baubau untuk tidak tutup mata atas kondisi tersebut.
Menurutnya, kerusakan atap pasar ikan yang diterjang badai beberapa waktu lalu, membuat resah para pedagang dan pengunjung pasar.
“Pada dasarnya pasar itu harus memberikan rasa nyaman terhadap para pedagang di dalamnya, termasuk para pembeli”, tegas Suddin pada Kamis (16/03).
Sedangkan dikutip dari edisi Baubau Post tertanggal Selasa 14 Maret 2017, para pedagang kembali mengeluhkan kondisi pasar ang tak kunjung direhab oleh pihak terkait. Keluhan pedagang bukan tak berdasar, melainkan sejak atap bangunan rusak parah, hingga kini tak ada tindakan perbaikan oleh Pemerintah Kota Baubau.
Bahkan, menurut pengakuan salah satu pedagang ikan di Pasar Wameo La Ode Abdul Sukur saat di temui di Pasar Wameo pada Senin (13/03) mengatakan, beberapa bagian atap bangunan yang bergelantungan pernah jebol dan menimpa pedagang yang tengah melayani pembeli. Dan kejadian tersebut sudah dua kali terjadi, namun nasib baik masih berpihak pada pedagang dengan tidak mengalami luka serius.
Menanggapi hal itu, H Suddin kembali mengingatkan, Pemerintah Kota Baubau harus segera melakukan tindakan yang dianggap perlu untuk perbaikan pasar. Karena dianggapnya tidak menutup kemungkinan, jebolnya atap dapat menimbulkan korban jiwa.
“Yang kita khawatirkan dengan kondisi atap ini akan lebih buruk lagi dan dapat menimbulkan banyak korban, harusnya pemerintah sudah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi dan membenahi atap pasar yang sekarang rusak itu,” jelasnya.
Tambahnya, jika instansi terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Baubau merehab kerusakan pasar, diharapkan dilakukan secara menyeluruh, agar pedagang tidak mencari lokasi lain untuk berjualan.
“Dengan keadaan pasar sedemikian rupa, akan membuat mereka was-was, dan yang kita khawatirkan kedepannya pedagang justru turun menjual ke jalan karena merasa lebih aman. Juga kalau nantinya suda di lakukan perbaikan, harusnya di lakukan secara menyeluruh,” tandasnya.(#)

