PEMERINTAH Kabupaten Buton akan mempercepat langkah perbaikan Pasar Kaloko di Kelurahan Takimpo, Kecamatan Pasarwajo, setelah sebagian bangunan pasar tersebut mengalami kerusakan akibat angin kencang pada Kamis, 15 Januari 2026. Upaya ini diproyeksikan menjadi bagian penting dalam pemulihan ekonomi masyarakat setempat. “Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra Komitmen Wujudkan Pasar Kaloko yang Lebih Aman Tahan Dari Cuaca Ekstrem”

Ke depan, perbaikan pasar akan ditempatkan sebagai prioritas utama pemerintah daerah. Pasar Kaloko dipandang memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi yang menopang kehidupan para pedagang dan masyarakat sekitar.
Komitmen percepatan perbaikan ini disampaikan langsung oleh Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, SH, usai melakukan peninjauan lapangan pada Jumat, 16 Januari 2026. Dari hasil kunjungan tersebut, pemerintah daerah akan menyusun langkah-langkah teknis yang lebih terarah.
Bupati menegaskan bahwa proses perbaikan tidak hanya akan difokuskan pada pemulihan fisik bangunan, tetapi juga pada peningkatan kualitas konstruksi agar lebih aman dan tahan terhadap cuaca ekstrem di masa mendatang.
Pasar Kaloko sendiri dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Buton sebagai pasar sementara pascakebakaran yang terjadi pada akhir Desember 2025. Ke depan, pasar ini tetap akan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang terus dioptimalkan.
Pemerintah daerah menilai bahwa keberlanjutan fungsi pasar harus dijaga demi menjamin stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang kecil yang menggantungkan penghidupan dari aktivitas jual beli harian.
Dalam waktu dekat, koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama pihak-pihak terkait, termasuk pengelola pasar dan pelaksana teknis pembangunan.
Bupati juga akan menginstruksikan agar seluruh proses perbaikan mengacu pada standar konstruksi yang lebih baik, sehingga aspek keselamatan pengunjung dan pedagang dapat lebih terjamin.
“Kita tidak bisa menunda karena pasar adalah pusat aktivitas ekonomi warga. Pemerintah Kabupaten bersama pihak terkait akan berkoordinasi agar perbaikan bisa segera dilaksanakan,” tegas Bupati saat berada di lokasi.
Ke depan, pemerintah daerah juga akan memperkuat pengawasan selama proses perbaikan berlangsung. Pengelola pasar akan diminta memastikan area pengerjaan tetap steril demi keselamatan masyarakat.
Pemasangan tanda peringatan dan pembatasan akses di sekitar titik kerusakan akan menjadi langkah yang terus diterapkan hingga proses perbaikan benar-benar rampung.
Pemerintah Kabupaten Buton berharap, setelah perbaikan selesai, para pedagang dapat kembali menjalankan aktivitas usaha dengan rasa aman dan nyaman.
Pemulihan aktivitas perdagangan di Pasar Kaloko juga diproyeksikan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat Takimpo dan wilayah sekitarnya.
Ke depan, dialog antara pemerintah daerah dan para pedagang akan terus diperkuat. Pola komunikasi ini diharapkan mampu menciptakan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah juga akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi dalam perencanaan pembangunan fasilitas publik ke depan, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan bangunan terhadap cuaca ekstrem.
Berdasarkan data BMKG, wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk Kabupaten Buton, memang berpotensi mengalami angin kencang dengan pola angin bertiup dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 2–20 knot.
BMKG juga mencatat kecepatan angin tertinggi mencapai 25 knot atau setara skala 6 Beaufort di sejumlah perairan, seperti Teluk Bone, Perairan Baubau, Perairan Buton, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda bagian timur.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk lebih mengantisipasi dampak cuaca ekstrem terhadap infrastruktur publik.
baca juga:
- Tambang Buton Segera Beroperasi Kembali Pasca Pemilik Tambang PT BBDM dan Investor PT MKU…
- Bupati Buton Alvin Akwijaya Sambut Kajari Baru Sterry Fendy Andih, Siap Bangun Kolaborasi Daerah
Ke depan, pemerintah daerah juga akan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat berdampak pada fasilitas umum.
Langkah-langkah mitigasi risiko akan mulai dipertimbangkan dalam setiap pembangunan infrastruktur, termasuk pasar rakyat, sekolah, dan fasilitas layanan publik lainnya.
Dengan strategi tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton optimistis Pasar Kaloko tidak hanya akan pulih, tetapi juga akan menjadi pasar yang lebih kuat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(*)
Berita ini juga tayang di Surat Kabar Harian (SKH) Koran Baubau Post versi cetak tanggal 26 januari 2026 dan versi koran online di www.durasitimes.com dan e-paper koran Baubau Post di www.baubaupost.com

