BUTON UTARA, BP- Kegiatan Perkemahan Sabtu–Minggu Korps Kadet Republik Indonesia (Persami KKRI) yang berlangsung selama dua hari di Pantai Membuku, Desa Kadacua, Kecamatan Kulisusu, resmi ditutup pada Senin (16/2/2026) oleh Bupati Buton Utara Afirudin Mathara. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian pembinaan karakter bagi 80 pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah di wilayah tersebut. “Bupati Buton Utara Afirudin Mathara Tutup Persami KKRI, Soroti Pentingnya Moral Pemuda,”

Kegiatan yang digelar oleh Kodim 1429 Buton Utara ini bertujuan memperkuat disiplin, kepemimpinan, serta semangat kebangsaan para peserta. Perkemahan dua hari tersebut berjalan tertib dan lancar, dengan melibatkan sejumlah unsur pimpinan daerah yang turut hadir memberikan dukungan.
Dalam sambutannya pada penutupan kegiatan, Bupati Afirudin menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda melalui pelatihan berorientasi moral dan nasionalisme. “Pembinaan seperti ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun karakter pemuda yang kuat, tangguh, dan berkomitmen terhadap persatuan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan kepanduan dan korps kadet telah lama menjadi bagian penting dalam sejarah pembinaan pemuda, baik di Indonesia maupun di dunia. Tradisi kemah pendidikan seperti Persami, kata Bupati, telah ada sejak masa awal gerakan kepanduan internasional yang dimulai oleh Lord Baden-Powell pada 1907 di Inggris.
Menurutnya, nilai keberanian, kerja sama, dan kepemimpinan yang diwariskan gerakan kepanduan global relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. “Kita tidak hanya membangun pemuda yang unggul dalam teknologi, tetapi juga harus kuat secara moral dan mental,” kata Afirudin.
Pelaksanaan Persami KKRI di Buton Utara, lanjutnya, merupakan upaya konkret daerah dalam memperkuat kapasitas generasi muda menghadapi tantangan zaman. Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak pemuda yang memiliki karakter kebangsaan kuat sekaligus kemampuan adaptif di era global.
Selain itu, gerakan kepanduan di Indonesia sendiri telah memiliki sejarah panjang sejak berdirinya Panduan Praja Muda Karana (Pramuka) pada 1961 yang dibentuk sebagai wadah karakter kebangsaan. Persami KKRI menjadi salah satu turunan aktivitas kepemudaan yang selaras dengan visi pembentukan generasi berkarakter tersebut.
Bupati Afirudin juga mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung jalannya kegiatan, termasuk pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, serta masyarakat Desa Kadacua. “Sinergi kita semua membuat pelaksanaan Persami KKRI berjalan sukses,” tuturnya.
Penutupan kegiatan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Butur Rahman, Komandan Kodim 1429 Butur Letkol Arm Novan Andriansyah, Kapolres Butur AKBP Totok Budi S., Kepala Badan Kesbangpol L.M. Karya Jaya Hasan, Kepala Dinas Pendidikan Nurtin, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Rosita, serta Kepala Desa Kadacua sekaligus Ketua APDESI Butur, Bardimin.
Selama dua hari berkemah, para peserta mengikuti berbagai agenda seperti pelatihan baris berbaris, pembinaan fisik dasar, pelatihan kedisiplinan, hingga penanaman nilai kebangsaan. Pelaksanaan kegiatan juga disesuaikan dengan program pembinaan teritorial TNI yang telah berlangsung sejak lama untuk mendekatkan militer dengan masyarakat.
Dengan jumlah peserta mencapai 80 pelajar, Persami KKRI tahun ini dinilai berhasil memberi ruang bagi penguatan karakter dan pengalaman organisasi bagi siswa-siswi di Buton Utara. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan menunjukkan disiplin tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian.
baca juga:
- Bupati Butur Afirudin Luncurkan Cetak Sawah Rakyat, Tiga Hand Tractor Dibagikan
- Kominfo Buton Utara Intensif Konsultasi dengan Telkom Terkait Pembangunan Tower
Bupati Afirudin berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dan ditingkatkan kualitasnya. Ia menilai pembinaan yang berkesinambungan akan menghasilkan generasi Buton Utara yang siap berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Penutupan Persami KKRI ditandai dengan upacara resmi di area Pantai Membuku, sekaligus pelepasan peserta untuk kembali ke masing-masing sekolah. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pembinaan pemuda di wilayahnya.(*)
baca berita lainnya:

Langkah itu dilakukan setelah proses panjang yang sebelumnya melibatkan konsultasi dengan PT Telkom Indonesia Witel Baubau hingga penyampaian berkas lanjutan ke PT Telkom Indonesia Witel Kendari dan PT Telkom Indonesia Regional V. Pemerintah daerah menegaskan bahwa usulan ini menjadi bagian dari percepatan pemerataan akses telekomunikasi bagi masyarakat.
Sartono membawa langsung dokumen yang ditandatangani Bupati Butur, Afirudin Mathara, dan menyerahkannya kepada Suleman Umbu Nengi, staf Komdigi yang mengoordinasikan fasilitator pemerintahan serta tim percepatan pembangunan infrastruktur mobile broadband.
Menurut informasi dari pihak Komdigi, surat usulan tersebut telah diteruskan kepada Menteri Komunikasi dan Digital untuk proses verifikasi tahap berikutnya. Pemerintah daerah juga diminta melakukan penginputan data pendukung melalui aplikasi resmi milik kementerian guna memudahkan pemetaan wilayah prioritas pembangunan tower.
Sartono menjelaskan bahwa permintaan data oleh Komdigi sejalan dengan kebutuhan yang sebelumnya disampaikan Telkom. “Pada prinsipnya, data yang diminta sama, terutama jumlah penduduk dan fasilitas layanan publik di wilayah blankspot,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menegaskan bahwa seluruh data pendukung telah disiapkan oleh Kominfo Butur. “Kalau soal data, tidak ada kendala. Tinggal penginputan ke aplikasi kementerian,” kata Sartono, memastikan bahwa proses administratif dapat segera dituntaskan dalam waktu dekat.
Meskipun kementerian dan Telkom telah menunjukkan sinyal positif, pembangunan tower tidak akan berjalan instan. Menurut Sartono, penentuan lokasi, kekuatan sinyal, dan kondisi geografis setiap wilayah merupakan faktor krusial yang sering menghambat percepatan pembangunan. Ia meminta masyarakat bersabar dan tidak serta-merta menagih realisasi.
Kominfo Butur tetap optimis karena kebutuhan layanan jaringan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Upaya ini juga mendukung visi-misi kepemimpinan Bupati Afirudin Mathara dan Wakil Bupati Rahman dalam memperkuat akses informasi serta pelayanan publik.
Sejak dulu, ketersediaan jaringan telekomunikasi telah menjadi indikator kemajuan suatu daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada tahun 1990-an, Indonesia mulai menggencarkan pembangunan jaringan seluler berbasis GSM, sementara dunia telah memasuki era digital global dengan percepatan pembangunan jaringan 3G dan 4G pada awal 2000-an. Hingga kini, pembangunan tower masih menjadi solusi utama untuk mengatasi kesenjangan akses internet, khususnya di wilayah kepulauan seperti Buton Utara.
Sartono menilai perhatian pemerintah daerah terhadap persoalan blankspot sangat besar. Bupati Afirudin Mathara yang juga Ketua Partai Gerindra tingkat daerah, disebut selalu menekankan pentingnya layanan telekomunikasi bagi masyarakat. “Bupati menegaskan agar kami bergerak cepat menyikapi keluhan masyarakat. Ini kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” tuturnya.
baca juga:
- Nursaban Beberkan PAD Buton Utara Tembus di Atas Target, Kinerja Nursaban Berbuah Prestasi
- Program Sawah Rakyat Dimulai, Bupati Buton Utara Afirudin Salurkan Alsintan
Selain dukungan pemerintah daerah, pengusulan pembangunan tower ini juga mendapat dorongan dari anggota DPRD Kabupaten Buton Utara, terutama legislator Sairman S. dan rekan-rekan sekomisi yang membidangi urusan komunikasi.
Dengan sinergi lintas lembaga tersebut, Pemkab Butur menaruh harapan besar agar Kementerian Komdigi dapat mengakomodasi usulan pembangunan tower demi tercapainya pemerataan akses digital bagi seluruh masyarakat.(*)

