BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Puluhan generasi muda Kota Baubau menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Kamali, Minggu (11/10/2026), untuk menyambut Hari Jadi Baubau ke-485 dan peringatan 25 tahun Kota Baubau sebagai daerah otonom. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan ruang publik. “DP3AKB Baubau Libatkan Forum GenRe dan PIK-R Bersihkan Pantai Kamali Sambut Hari Jadi Baubau ke-25,”

Aksi bertajuk “Generasi Muda Peduli Sampah” tersebut melibatkan anggota Forum Anak Kota Baubau, Forum Generasi Berencana (GenRe), dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Ketiganya merupakan kelompok binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Baubau.
Para peserta menyisir pelataran Pantai Kamali sejak pagi. Mereka memungut sampah plastik kemasan, puntung rokok, serta berbagai jenis sampah lain yang ditemukan di area publik. Kegiatan dilakukan secara gotong royong untuk menjaga kebersihan kawasan yang menjadi salah satu ikon Kota Baubau tersebut.
Kepala DP3AKB Kota Baubau, Abdul Rahman, S.Pd., M.Si., mengatakan keterlibatan remaja dalam kegiatan lingkungan menunjukkan bahwa generasi muda dapat berperan aktif mendorong perubahan sosial. Menurut dia, peringatan hari jadi daerah perlu diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pantai Kamali merupakan wajah Kota Baubau. Karena itu, menjaga kebersihan dan keindahannya menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Abdul Rahman dalam siaran persnya.
Ia menambahkan, momentum hari jadi kota tidak semestinya hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial. Partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, diperlukan untuk menjaga fasilitas umum agar tetap bersih, nyaman, dan layak digunakan.
“Momentum hari jadi kota tercinta ini hendaknya tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga diisi dengan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan tersebut juga diharapkan mendorong warga dan pengunjung Pantai Kamali agar lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan sederhana itu dinilai penting untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mempertahankan daya tarik kawasan pesisir sebagai ruang interaksi sosial masyarakat.
Secara historis, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan telah berkembang menjadi agenda bersama di tingkat nasional dan internasional. Di Indonesia, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah menjadi salah satu landasan penting dalam pengelolaan sampah secara sistematis, terpadu, dan berkelanjutan. Regulasi tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat, selain peran pemerintah.
Pada tingkat global, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2015. Salah satu sasaran yang berkaitan dengan kegiatan ini adalah Tujuan 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, serta Tujuan 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Kedua tujuan tersebut mendorong pengelolaan lingkungan dan sumber daya secara lebih berkelanjutan.
baca juga:
- Dinas Perikanan Baubau Siapkan Lomba Dayung Koli-Koli dan Perahu Hias Semarak HUT ke-485 Baubau, …
- HUT ke-485 Baubau, Wali Kota H Yusran Fahim Bakti Sosial di Kotamara, Tekankan Pelayanan bagi Kelompok Rentan
Bagi Baubau, aksi bersih-bersih Pantai Kamali menjadi salah satu bentuk penerapan kepedulian tersebut di tingkat lokal. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di pelataran ikon Kotamara. Melalui gerakan ini, generasi muda diharapkan terus mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membangun budaya peduli sampah di tengah masyarakat.(*)
baca berita lainnya:

Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE, yang membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat. Menurut dia, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penanganan penyakit, tetapi juga menentukan kemampuan keluarga dalam bekerja, belajar, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Ketika orang tua sehat, mereka dapat bekerja dan menghidupi keluarganya. Ketika anak-anak sehat, mereka dapat belajar, bermain, dan mengejar cita-citanya,” ujar Yusran.
Ia mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan yang tersedia untuk memeriksa kondisi kesehatan dan berkonsultasi dengan tenaga medis. Warga juga diingatkan agar tidak menunda pengobatan sampai kondisi memburuk, mengingat pemeriksaan dan penanganan sejak dini merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Selain pelayanan medis, pelatihan BHD menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Pengetahuan pertolongan pertama dinilai penting karena kondisi darurat dapat terjadi di rumah, tempat kerja, maupun ruang publik sebelum tenaga medis profesional tiba. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan memiliki bekal dasar untuk memberikan pertolongan secara tepat sesuai kemampuan dan prosedur yang diajarkan.
Pada kesempatan yang sama, Yusran mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk mendonorkan darah. Ia menilai partisipasi dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas sosial yang dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.
“Setiap kantong darah memberi harapan hidup nyata bagi pasien yang membutuhkan,” demikian pesan yang disampaikan dalam ajakan donor darah tersebut.
Yusran juga menginstruksikan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan para camat agar aktif menyosialisasikan akses pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing. Perhatian khusus diminta diberikan kepada kelompok rentan, terutama warga lanjut usia, penyandang disabilitas, dan keluarga prasejahtera, agar mereka tidak terabaikan dalam memperoleh informasi maupun pendampingan layanan.
Kepada manajemen RSUD Kota Baubau, dokter, perawat, dan tenaga medis yang bertugas, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mereka. Ia berharap tenaga kesehatan terus memberikan pelayanan yang ramah, komunikatif, dan solutif sehingga masyarakat memperoleh pengalaman pelayanan yang baik ketika berobat.
Upaya memperluas akses kesehatan tersebut sejalan dengan perkembangan gagasan kesehatan sebagai hak dasar manusia di tingkat internasional. Konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diadopsi pada 22 Juli 1946 dan mulai berlaku pada 7 April 1948. Dokumen itu menegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh standar kesehatan tertinggi yang dapat dicapai, tanpa diskriminasi berdasarkan kondisi sosial maupun ekonomi.
baca juga:
- Dinas Perikanan Baubau Siapkan Lomba Dayung Koli-Koli dan Perahu Hias Semarak HUT ke-485 Baubau, …
- Peringati HUT Baubau, Job Fair 2026 Hadirkan 598 Lowongan dari 14 Perusahaan, Ada Kesempatan Bekerja di Tiga Negara Tujuan
Dengan mengusung tema “Baubau Bangkit, Berbudaya dan Sejahtera”, bakti sosial ini menjadi bagian dari peringatan hari jadi yang diarahkan pada kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah Kota Baubau berharap sinergi pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan warga dapat terus diperkuat agar pelayanan kesehatan semakin mudah diakses, khususnya oleh kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.(*)




