BAUBAU, BAUBAUPOST.COM– Baubau Job Fair 2026 menghimpun 596 berkas lamaran dari 528 pencari kerja yang melakukan registrasi selama empat hari pelaksanaan, 12–15 Oktober 2026. Kegiatan yang digelar di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Baubau itu tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga mengintegrasikan layanan bantuan sosial, kesehatan, dan administrasi publik. “Baubau Job Fair 2026 Berakhir, Himpun 596 Lamaran, 551 Akses Bansos dan 249 Pemeriksaan Kesehatan,Amalia Abibu Apresiasi Partisipasi Warga,”

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau, Dra. Hj. Amalia Abibu, M.Si., Jumat (16/10/2026), mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap akses pekerjaan dan pelayanan publik yang mudah dijangkau. Baubau Job Fair 2026 resmi ditutup pada Kamis (15/10/2026), setelah berlangsung dengan melibatkan berbagai sektor pelayanan.
Di luar kegiatan rekrutmen, penyelenggara mencatat 551 akses layanan bantuan sosial dan 249 pemeriksaan kesehatan. Masyarakat juga memperoleh layanan administrasi kependudukan melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD), penerbitan Kartu Pencari Kerja, serta pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Amalia mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan kerja sama lintas sektor yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kegiatan Baubau Job Fair 2026 ini berjalan dengan tertib, lancar, dan mendapat sambutan yang sangat positif,” ujarnya.
Menurut Amalia, kegiatan bursa kerja menjadi salah satu upaya mendekatkan kesempatan kerja kepada masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap pelayanan dasar. “Capaian ini menunjukkan besarnya harapan angkatan kerja kita untuk mendapatkan peluang karier yang lebih baik, sekaligus membuktikan pentingnya mendekatkan layanan publik kepada warga,” katanya.
Secara historis, bursa kerja telah berkembang menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja. Di tingkat internasional, Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Nomor 88 Tahun 1948 mengatur penyelenggaraan layanan ketenagakerjaan publik, termasuk membantu pencari kerja memperoleh pekerjaan dan memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja. Di Indonesia, layanan penempatan tenaga kerja juga menjadi bagian dari kebijakan perluasan kesempatan kerja dan pengurangan pengangguran.
Penggabungan bursa kerja dengan layanan sosial dan administrasi dalam kegiatan di Baubau memperluas fungsi acara tersebut, dari sekadar fasilitasi rekrutmen menjadi titik akses sejumlah pelayanan masyarakat. Meski demikian, jumlah berkas lamaran yang masuk belum dapat dijadikan ukuran jumlah pencari kerja yang berhasil memperoleh pekerjaan karena data penerimaan oleh perusahaan belum disampaikan.
baca juga:
- Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Apresiasi Warga Bone-Bone yang Konsisten Melestarikan Haroana …
- Baubau Job Fair 2026, Sudah Dua Hari Lamaran Kerja Tembus 325 dari Pencari Kerja, Lowongan Yang Tersedia 737
Pemerintah Kota Baubau berharap capaian kegiatan ini menjadi pijakan untuk memperkuat program perluasan kesempatan kerja dan pengurangan pengangguran secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi sektor ketenagakerjaan dan jaring pengaman sosial, pemerintah daerah menargetkan akses masyarakat terhadap peluang kerja dan pelayanan publik dapat semakin mudah serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga.(*)
baca berita lainnya:

Pada hari pertama, Senin (12/10/2026), panitia mencatat 145 pengunjung melakukan registrasi, sedangkan 130 orang mengisi kuesioner melalui pemindaian kode batang. Sebanyak lima orang mengurus Kartu Pencari Kerja atau AK1. Pada hari yang sama, terdapat 156 lamaran kerja yang masuk dari pencari kerja kepada perusahaan peserta.
Laporan hari kedua, Selasa (13/10/2026), menunjukkan 144 pengunjung melakukan registrasi dan 122 orang mengisi kuesioner. Sebanyak tiga orang mengurus AK1, sementara perusahaan peserta menerima 169 lamaran kerja. Dengan demikian, jumlah lamaran selama dua hari mencapai 325, atau bertambah 13 lamaran pada hari kedua dibandingkan hari pertama.
Selain membuka akses perekrutan, kegiatan ini menyediakan layanan pendukung bagi masyarakat. Pada hari pertama, tercatat tujuh penerima layanan bantuan sosial dan 61 penerima layanan kesehatan. Sementara itu, pada hari kedua, layanan bantuan sosial dimanfaatkan 33 orang dan layanan kesehatan diberikan kepada 75 orang. Tersedia pula satu layanan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan dua layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada hari kedua.
Dari sisi partisipasi dunia usaha, jumlah perusahaan meningkat dari 15 pada hari pertama menjadi 16 perusahaan pada hari kedua. Daftar lowongan yang dipublikasikan untuk keseluruhan kegiatan, 12–15 Oktober 2026, mencantumkan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 737 orang. Dari jumlah tersebut, 295 lowongan dikategorikan sebagai penempatan lokal di Baubau, sedangkan 442 lowongan ditujukan untuk penempatan luar negeri.
Penempatan luar negeri dalam daftar tersebut mencakup 87 tenaga kerja untuk Malaysia, 180 untuk Taiwan, 50 untuk Hong Kong, dan 125 untuk Jepang. Adapun lowongan dalam negeri berasal dari berbagai sektor, antara lain perhotelan, kesehatan, perbankan, ritel, makanan dan minuman, serta jasa keuangan. Angka 737 merupakan total kebutuhan tenaga kerja yang diumumkan, bukan jumlah orang yang telah diterima bekerja.
Dinsosnaker Kota Baubau menjadi pihak yang relevan untuk menjelaskan tindak lanjut kegiatan, termasuk proses pencocokan pelamar dengan kebutuhan perusahaan, verifikasi lowongan, serta perlindungan calon pekerja yang berminat pada penempatan luar negeri.
baca juga:
- Baubau Gelar Pasar Murah Sasar Delapan Kecamatan hingga 17 Oktober , Beras dan Cabai Jadi …
- Jelang Hari Jadi ke-485 Ritual Santiago Dimajukan, Baubau Hidupkan Tradisi Penghormatan kepada Para Sultan, Sekda La Ode Darussalam Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah
Secara historis, bursa kerja merupakan salah satu bentuk layanan perantara tenaga kerja yang berkembang di berbagai negara untuk mempertemukan pemberi kerja dengan pencari kerja. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), yang berdiri pada 1919, turut mendorong agenda ketenagakerjaan, kesempatan kerja yang layak, dan perlindungan pekerja. Dalam konteks Baubau, keberhasilan job fair tidak hanya diukur dari banyaknya pengunjung dan lamaran, tetapi juga dari transparansi proses seleksi, kesesuaian kompetensi, serta jumlah pencari kerja yang benar-benar memperoleh pekerjaan.(*)




