Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 16 Oktober 2026
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 16 Oktober 2026 Versi PDF
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 16 Oktober 2026

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:
baca berita lainnya:

Pembagian masker dilaksanakan di kawasan jalan poros Masiri–Pantai Boti dan Pelabuhan Bandar Batauga pada Rabu (14/10/2026). Masing-masing lokasi memperoleh 200 masker, dengan sasaran masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut dan berpotensi terpapar asap maupun debu.
Perwakilan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Buton Selatan, Sri Novianti, mengatakan pembagian masker merupakan langkah pencegahan untuk menekan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kepala Dinkes juga telah menyurati 14 puskesmas agar melaksanakan pembagian masker di wilayah kerja masing-masing.
“Jadi, 400 masker ini kami bagi di dua tempat, yakni Pantai Boti dan Pelabuhan Bandar Batauga, masing-masing 200 di tiap titik,” kata Sri saat diwawancarai Baubau Post, Rabu (14/10/2026).
Risiko kesehatan akibat kabut asap menjadi perhatian karena paparan partikel di udara dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama pada anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan sesak napas. Sri meminta warga yang mengalami kesulitan bernapas segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Secara historis, dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat telah menjadi persoalan berulang di Indonesia, terutama saat kebakaran hutan dan lahan meningkat pada musim kemarau. Pada tingkat internasional, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menempatkan polusi udara sebagai salah satu risiko kesehatan lingkungan yang serius. Namun, penyebab dan tingkat pencemaran udara di Buton Selatan perlu dipastikan melalui pemantauan kualitas udara dan informasi dari instansi berwenang.
Dinkes mengimbau warga menggunakan masker saat berada di kawasan berasap, berdebu, atau ramai, serta menghindari asap rokok dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan.
“Apabila mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis atau segera ke puskesmas terdekat,” ujar Sri.
baca juga:
- Pembangunan Tiga Gedung Baru di RSUD Buton Selatan Dikebut Selesai Desember 2026, Layanan …
- Tekan Fluktuasi Harga, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Perluas Budidaya Cabai Bersama Yon TP 871
Melalui pembagian masker dan pelibatan puskesmas, Dinkes berharap masyarakat lebih terlindungi selama kabut asap berlangsung. Warga juga diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai kondisi udara dan mengutamakan pemeriksaan medis apabila mengalami gangguan pernapasan.(*)



