APBD Buton Selatan Biayai Paket Seragam dan Perlengkapan Sekolah Untuk Siswa Miskin, La Bariu Pastikan Bantuan Segera DisalurkanAPBD Buton Selatan Biayai Paket Seragam dan Perlengkapan Sekolah Untuk Siswa Miskin, La Bariu Pastikan Bantuan Segera Disalurkan

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM — Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Selatan menyiapkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Program tersebut diprioritaskan bagi siswa yang paling membutuhkan berdasarkan usulan dan pendataan sekolah, dengan penyaluran direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. “APBD Buton Selatan Biayai Paket Seragam dan Perlengkapan Sekolah Untuk Siswa Miskin, La Bariu Pastikan Bantuan Segera Disalurkan,”

APBD Buton Selatan Biayai Paket Seragam dan Perlengkapan Sekolah Untuk Siswa Miskin, La Bariu Pastikan Bantuan Segera Disalurkan
APBD Buton Selatan Biayai Paket Seragam dan Perlengkapan Sekolah Untuk Siswa Miskin, La Bariu Pastikan Bantuan Segera Disalurkan

Kepala Dinas Pendidikan Buton Selatan, La Bariu, S.Pd., mengatakan pengadaan bantuan telah selesai dan kini tinggal menunggu penyaluran. Paket bantuan mencakup seragam sekolah, dasi, topi, kaus kaki, sepatu, dan tas untuk menunjang kebutuhan belajar siswa.

“Dari rekapitulasi data yang dikirim sekolah-sekolah, itulah kami belanja, kemudian kami kirim sesuai dengan daerah,” kata La Bariu saat menjelaskan mekanisme pengadaan bantuan tersebut.

Program ini tidak mencakup seluruh sekolah secara otomatis. Dinas Pendidikan menetapkan skala prioritas berdasarkan tingkat kemiskinan keluarga siswa dan hasil usulan kepala sekolah. Seluruh sekolah tetap diminta mengajukan data, tetapi penetapan penerima mempertimbangkan tingkat kebutuhan masing-masing siswa.

La Bariu menegaskan, pendataan harus terus diperbaiki agar bantuan menjangkau anak-anak yang kondisi keluarganya paling rentan. Sekolah diminta kembali memperbarui data untuk kebutuhan program pada 2027, termasuk mengidentifikasi siswa yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua serta mereka yang mengalami kesulitan ekonomi.

“Imbauan saya, sekolah-sekolah tetap mendata kembali untuk 2027, terutama siswa-siswa yang orang tuanya betul-betul mengalamai kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Dalam penentuan penerima, data kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dapat menjadi salah satu acuan, tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan. Menurut La Bariu, kepala sekolah dan pihak yang mengenal kehidupan masyarakat setempat memiliki posisi penting untuk membantu memastikan ketepatan sasaran.

Secara historis, perhatian terhadap akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin telah menjadi bagian dari kebijakan nasional, antara lain melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang diluncurkan pada 2014 untuk membantu anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh layanan pendidikan. Di tingkat internasional, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat, juga menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas bagi semua.

baca juga:

  1. Sinkronisasi Penyusunan RTRW, Kantah Buton Selatan Asnani Terus Bergerak untuk Kepastian dan …
  2. Tekan Fluktuasi Harga, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Perluas Budidaya Cabai Bersama Yon TP 871

Melalui bantuan yang dibiayai APBD tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berupaya meringankan beban pengeluaran keluarga sekaligus mendukung kebutuhan dasar siswa. Ketepatan data, verifikasi kondisi keluarga, dan transparansi penetapan penerima menjadi faktor penting agar perlengkapan sekolah benar-benar diterima oleh anak-anak yang membutuhkan.(*)

baca berita lainnya:

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, membagikan 400 masker kepada masyarakat untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut selama beberapa pekan terakhir. Selain mendistribusikan masker di dua lokasi, Dinkes mengerahkan 14 puskesmas untuk memperluas upaya perlindungan kesehatan warga. “Kabut Asap Selimuti Buton Selatan, Dinkes Kewrahkan 14 Puskesmas Bagikan 400 Masker kepada Warga,”

Kabut Asap Selimuti Buton Selatan, Dinkes Kewrahkan 14 Puskesmas Bagikan 400 Masker kepada Warga
Kabut Asap Selimuti Buton Selatan, Dinkes Kewrahkan 14 Puskesmas Bagikan 400 Masker kepada Warga

Pembagian masker dilaksanakan di kawasan jalan poros Masiri–Pantai Boti dan Pelabuhan Bandar Batauga pada Rabu (14/10/2026). Masing-masing lokasi memperoleh 200 masker, dengan sasaran masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut dan berpotensi terpapar asap maupun debu.

Perwakilan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Buton Selatan, Sri Novianti, mengatakan pembagian masker merupakan langkah pencegahan untuk menekan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kepala Dinkes juga telah menyurati 14 puskesmas agar melaksanakan pembagian masker di wilayah kerja masing-masing.

“Jadi, 400 masker ini kami bagi di dua tempat, yakni Pantai Boti dan Pelabuhan Bandar Batauga, masing-masing 200 di tiap titik,” kata Sri saat diwawancarai Baubau Post, Rabu (14/10/2026).

Risiko kesehatan akibat kabut asap menjadi perhatian karena paparan partikel di udara dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama pada anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan sesak napas. Sri meminta warga yang mengalami kesulitan bernapas segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Secara historis, dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat telah menjadi persoalan berulang di Indonesia, terutama saat kebakaran hutan dan lahan meningkat pada musim kemarau. Pada tingkat internasional, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menempatkan polusi udara sebagai salah satu risiko kesehatan lingkungan yang serius. Namun, penyebab dan tingkat pencemaran udara di Buton Selatan perlu dipastikan melalui pemantauan kualitas udara dan informasi dari instansi berwenang.

Dinkes mengimbau warga menggunakan masker saat berada di kawasan berasap, berdebu, atau ramai, serta menghindari asap rokok dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan.

“Apabila mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis atau segera ke puskesmas terdekat,” ujar Sri.

baca juga:

  1. Pembangunan Tiga Gedung Baru di RSUD Buton Selatan Dikebut Selesai Desember 2026, Layanan …
  2. Tekan Fluktuasi Harga, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Perluas Budidaya Cabai Bersama Yon TP 871

Melalui pembagian masker dan pelibatan puskesmas, Dinkes berharap masyarakat lebih terlindungi selama kabut asap berlangsung. Warga juga diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai kondisi udara dan mengutamakan pemeriksaan medis apabila mengalami gangguan pernapasan.(*)

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *