BULOG Baubau Gerak Cepat Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Perkuat Pengawasan NasionalBULOG Baubau Gerak Cepat Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Perkuat Pengawasan Nasional

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Perum BULOG memperketat pengawasan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) setelah muncul dugaan penyalahgunaan penyaluran oleh oknum mitra di wilayah Matraman dan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Langkah pembenahan dilakukan secara nasional melalui pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgas Khusus), evaluasi mitra penyalur, serta pengawasan berjenjang untuk memastikan beras pemerintah sampai kepada masyarakat sesuai ketentuan. “BULOG Baubau Gerak Cepat Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Perkuat Pengawasan Nasional,”

BULOG Baubau Gerak Cepat Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Perkuat Pengawasan Nasional
BULOG Baubau Gerak Cepat Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Perkuat Pengawasan Nasional

Penguatan pengawasan tersebut juga menjadi perhatian BULOG Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara. Kepala Pimpinan Perum BULOG Cabang Baubau Wilayah Sulawesi Tenggara, Ritno, menegaskan bahwa penertiban distribusi merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga integritas penugasan pemerintah dan kepercayaan masyarakat terhadap program stabilisasi pangan.

Menurut Ritno, seluruh mitra penyalur harus mematuhi ketentuan distribusi dan harga jual. Pengawasan tidak hanya dilakukan pada proses penyaluran, tetapi juga mencakup evaluasi jaringan distribusi, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi salah satu saluran penjualan beras SPHP kepada masyarakat.

“Penguatan pengawasan ini merupakan bentuk komitmen BULOG dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan penyaluran beras SPHP berjalan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran,” tegas Ritno kepada Baubau Post, Jumat (30/10/2026).

Untuk memperkuat langkah tersebut, BULOG membentuk Satgas Khusus penertiban penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Satgas ini bertugas memantau jalur distribusi, mengevaluasi kepatuhan mitra, serta memastikan setiap tahapan penyaluran berjalan sesuai prosedur. Seluruh jajaran BULOG di daerah juga didorong meningkatkan pengawasan internal guna mempersempit peluang terjadinya penyimpangan.

Kebijakan pengawasan ini memiliki landasan historis dalam tata kelola pangan nasional. BULOG dibentuk pada 1967, kemudian memperoleh mandat stabilisasi harga beras pada 1969. Dalam perkembangannya, pemerintah menggunakan berbagai instrumen pengendalian pasokan dan harga, termasuk program SPHP yang dilaksanakan sejak 2022 untuk menjaga keterjangkauan beras bagi masyarakat. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan cadangan pangan dan distribusi yang tertib merupakan bagian penting dari ketahanan pangan nasional.

Pada tingkat internasional, gejolak harga pangan dunia pada 2007–2008 menjadi salah satu pelajaran penting mengenai kerentanan sistem pangan. Lonjakan harga komoditas serealia, termasuk beras, memicu kekhawatiran terhadap pasokan dan daya beli masyarakat di berbagai negara. Pengalaman tersebut memperkuat pentingnya cadangan pangan, pengawasan rantai distribusi, serta kebijakan stabilisasi harga untuk menghadapi gejolak pasar global.

baca juga:

  1. Operasi Patuh Anoa 2026 di Baubau Selama 14 Hari, Polisi Sasar 10 Pelanggaran Lalu Lintas, …
  2. OSN hingga FLS3N 2027, Samsuriati AH Pacu Persiapan Siswa SMA Negeri 1 Baubau Menuju Kompetisi 2027

Ritno mengatakan BULOG akan terus membenahi tata kelola penyaluran SPHP dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas. Perusahaan juga mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan aparat berwenang serta siap memberikan informasi yang diperlukan agar setiap dugaan pelanggaran dapat ditangani secara objektif dan tuntas. “Kami berupaya memastikan penyaluran beras SPHP semakin tertib, transparan, dan tepat sasaran, sekaligus meminimalkan risiko penyimpangan pada setiap mata rantai distribusi,” ujarnya.(*)

baca berita lainnya:

 

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau menerapkan sistem pembelian tiket elektronik (e-ticketing) pada lintasan penyeberangan Baubau–Waara sejak 19 Oktober 2026. Digitalisasi layanan ini ditujukan untuk mempermudah pembelian tiket, mengurangi antrean di pelabuhan, menekan praktik percaloan, sekaligus meningkatkan akurasi data penumpang dalam manifes kapal demi mendukung keselamatan pelayaran. “ASDP Baubau Digitalisasi Tiket Penyeberangan, Manifes Penumpang Diperkuat,”

ASDP Baubau Digitalisasi Tiket Penyeberangan, Manifes Penumpang Diperkuat
ASDP Baubau Digitalisasi Tiket Penyeberangan, Manifes Penumpang Diperkuat

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau, Capt. Amir, mengatakan layanan tersebut mulai dapat digunakan masyarakat pada 19 Oktober 2026 pukul 13.00 Wita. Calon penumpang dapat memesan tiket secara daring melalui laman resmi Ferizy sebelum berangkat ke pelabuhan.

“Dengan adanya e-ticketing ini, masyarakat bisa membeli tiket dari rumah. Jadi, tidak harus mengantre dan tidak perlu melalui calo. Pengguna jasa bisa melakukan reservasi sendiri sebelum berangkat ke pelabuhan,” kata Amir, Selasa (27/10/2026).

Menurut Amir, penerapan tiket elektronik juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pelayanan penyeberangan melalui pencatatan identitas penumpang yang lebih tertib. Data yang dimasukkan saat pemesanan diharapkan sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP), sehingga informasi dalam manifes kapal lebih akurat dan dapat membantu proses administrasi apabila terjadi kecelakaan.

“Kalau pengguna jasa membeli tiket melalui Ferizy, namanya langsung terdaftar dalam manifes kapal. Karena itu, kami berharap nama yang dicantumkan sesuai dengan identitas di KTP,” ujarnya.

Meski menawarkan kemudahan, ASDP mengantisipasi kendala pada masa awal penerapan, terutama bagi warga yang belum terbiasa menggunakan layanan digital. Perusahaan menyiapkan petugas teknologi informasi dan pelayanan tiket untuk memberikan edukasi serta mendampingi calon penumpang, termasuk kelompok lanjut usia (lansia).

Digitalisasi ini bukan langkah pertama ASDP Cabang Baubau. Sistem serupa telah diterapkan pada lintasan Kendari–Langara sejak Februari 2026. Menurut Amir, sekitar 50 persen pengguna jasa pada lintasan tersebut kini telah membeli tiket melalui aplikasi. ASDP selanjutnya berencana memperluas penerapan e-ticketing secara bertahap ke lintasan komersial lainnya, antara lain Tampo–Torobulu dan Labuan–Amolengo.

Secara historis, digitalisasi tiket penyeberangan di Indonesia berkembang seiring transformasi layanan transportasi dan kebutuhan pencatatan penumpang yang lebih terintegrasi. ASDP memperkenalkan platform Ferizy pada 2020 untuk memperluas pemesanan tiket penyeberangan secara daring. Di tingkat internasional, Organisasi Maritim Internasional (IMO) juga mendorong peningkatan keselamatan pelayaran melalui penerapan standar keselamatan kapal dan pengelolaan informasi pelayaran. Dalam konteks Baubau–Waara, manfaat sistem baru ini akan bergantung pada ketepatan data identitas, kesiapan petugas, dan kemampuan masyarakat beradaptasi dengan layanan digital.

baca juga:

  1. Siapkan 8–10 Atlet, IMI Baubau Andalkan Seleksi Objektif Menuju Porprov 2026
  2. Tekan Kecelakaan, Satlantas Polres Baubau Sasar 10 Pelanggaran Prioritas Dioperasi Patuh Anoa 2026 Selama 14 Hari, Polisi Prioritaskan Keselamatan Pengendara

Penerapan e-ticketing diharapkan membuat proses pembelian tiket lebih praktis sekaligus memperkuat ketertiban administrasi penumpang. ASDP masih perlu memastikan pendampingan berjalan efektif agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan seluruh pengguna jasa, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan aksesibilitas layanan.(*)

 

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *