PASGARDA SMA Negeri 1 Baubau Unjuk Kemampuan di Ajang LKBB SurabayaPASGARDA SMA Negeri 1 Baubau Unjuk Kemampuan di Ajang LKBB Surabaya

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Sebanyak 16 siswa Pasukan Garuda Bhayangkara (PASGARDA) SMA Negeri 1 Baubau mengikuti Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB) di SMK Negeri 5 Surabaya, Jawa Timur, setelah menjalani persiapan intensif sejak 5 Oktober 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan kedua bagi ekstrakurikuler itu untuk menguji kemampuan dan kekompakan tim di luar daerah. “PASGARDA SMA Negeri 1 Baubau Unjuk Kemampuan di Ajang LKBB Surabaya,”

PASGARDA SMA Negeri 1 Baubau Unjuk Kemampuan di Ajang LKBB Surabaya
PASGARDA SMA Negeri 1 Baubau Unjuk Kemampuan di Ajang LKBB Surabaya

Kontingen yang diberangkatkan pada 27 Oktober 2026 itu terdiri atas 10 siswi dan enam siswa. Mereka membawa misi untuk menampilkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga nama baik sekolah dan Kota Baubau dalam kompetisi tersebut.

Kepala SMA Negeri 1 Baubau, Samsuriati AH, S.Pd., M.M., mengatakan pihak sekolah memberikan dukungan penuh terhadap partisipasi siswa. Sekolah berharap pengalaman kompetisi ini tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat karakter dan mental peserta didik.

Menurut Samsuriati, PASGARDA merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang berorientasi pada pembinaan keterampilan baris-berbaris. Program tersebut dikembangkan sebagai wadah untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok.

Pembinaan PASGARDA juga memiliki keterkaitan dengan tradisi baris-berbaris yang berkembang dalam sejarah militer dunia. Catatan sejarah menunjukkan bahwa formasi baris-berbaris telah dikenal sejak sekitar 3000 sebelum Masehi di Mesopotamia. Pada masa itu, gerakan dalam formasi teratur digunakan untuk menjaga koordinasi pasukan. Seiring perkembangan zaman, tradisi tersebut turut diterapkan dalam kegiatan seremonial dan pembinaan kedisiplinan.

Di Indonesia, tradisi kedisiplinan dan formasi pasukan juga memiliki perjalanan sejarah melalui pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Gagasan pembentukan pasukan tersebut muncul pada 1946 melalui Mayor Husein Mutahar atas arahan Presiden Soekarno. Sejarah ini menjadi salah satu gambaran bagaimana keterampilan baris-berbaris berkembang sebagai bagian dari pendidikan kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.

Bagi PASGARDA SMA Negeri 1 Baubau, keikutsertaan tahun ini merupakan pengalaman kedua dalam kompetisi LKBB. Sebelumnya, tim tersebut pernah mengikuti perlombaan di Sukabumi. Samsuriati berharap pengalaman di Surabaya menjadi kesempatan bagi para siswa untuk meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta membawa pulang hasil yang membanggakan.

“Dalam perlombaan beregu, yang dilihat bukan hanya siapa yang paling bagus secara individu, tetapi bagaimana keseluruhan tim bisa tampil kompak dan bekerja sama,” ujar Samsuriati saat diwawancarai Baubau Post, Selasa (27/10/2026).

baca juga:

  1. Antrean SPBU Memanjang, Pemkot Baubau Awasi Penjualan Kembali BBM Subsidi …
  2. OSN hingga FLS3N 2027, Samsuriati AH Pacu Persiapan Siswa SMA Negeri 1 Baubau Menuju Kompetisi 2027

Ia juga berharap seluruh anggota tim dapat menjaga semangat, menjunjung sportivitas, serta membawa nama baik sekolah selama mengikuti kompetisi. Pihak sekolah mengharapkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan para siswa kembali ke Kota Baubau dalam keadaan sehat dan selamat.(*)

baca berita lainnya:

 

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau menerapkan sistem pembelian tiket elektronik (e-ticketing) pada lintasan penyeberangan Baubau–Waara sejak 19 Oktober 2026. Digitalisasi layanan ini ditujukan untuk mempermudah pembelian tiket, mengurangi antrean di pelabuhan, menekan praktik percaloan, sekaligus meningkatkan akurasi data penumpang dalam manifes kapal demi mendukung keselamatan pelayaran. “ASDP Baubau Digitalisasi Tiket Penyeberangan, Manifes Penumpang Diperkuat,”

ASDP Baubau Digitalisasi Tiket Penyeberangan, Manifes Penumpang Diperkuat
ASDP Baubau Digitalisasi Tiket Penyeberangan, Manifes Penumpang Diperkuat

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau, Capt. Amir, mengatakan layanan tersebut mulai dapat digunakan masyarakat pada 19 Oktober 2026 pukul 13.00 Wita. Calon penumpang dapat memesan tiket secara daring melalui laman resmi Ferizy sebelum berangkat ke pelabuhan.

“Dengan adanya e-ticketing ini, masyarakat bisa membeli tiket dari rumah. Jadi, tidak harus mengantre dan tidak perlu melalui calo. Pengguna jasa bisa melakukan reservasi sendiri sebelum berangkat ke pelabuhan,” kata Amir, Selasa (27/10/2026).

Menurut Amir, penerapan tiket elektronik juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pelayanan penyeberangan melalui pencatatan identitas penumpang yang lebih tertib. Data yang dimasukkan saat pemesanan diharapkan sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP), sehingga informasi dalam manifes kapal lebih akurat dan dapat membantu proses administrasi apabila terjadi kecelakaan.

“Kalau pengguna jasa membeli tiket melalui Ferizy, namanya langsung terdaftar dalam manifes kapal. Karena itu, kami berharap nama yang dicantumkan sesuai dengan identitas di KTP,” ujarnya.

Meski menawarkan kemudahan, ASDP mengantisipasi kendala pada masa awal penerapan, terutama bagi warga yang belum terbiasa menggunakan layanan digital. Perusahaan menyiapkan petugas teknologi informasi dan pelayanan tiket untuk memberikan edukasi serta mendampingi calon penumpang, termasuk kelompok lanjut usia (lansia).

Digitalisasi ini bukan langkah pertama ASDP Cabang Baubau. Sistem serupa telah diterapkan pada lintasan Kendari–Langara sejak Februari 2026. Menurut Amir, sekitar 50 persen pengguna jasa pada lintasan tersebut kini telah membeli tiket melalui aplikasi. ASDP selanjutnya berencana memperluas penerapan e-ticketing secara bertahap ke lintasan komersial lainnya, antara lain Tampo–Torobulu dan Labuan–Amolengo.

Secara historis, digitalisasi tiket penyeberangan di Indonesia berkembang seiring transformasi layanan transportasi dan kebutuhan pencatatan penumpang yang lebih terintegrasi. ASDP memperkenalkan platform Ferizy pada 2020 untuk memperluas pemesanan tiket penyeberangan secara daring. Di tingkat internasional, Organisasi Maritim Internasional (IMO) juga mendorong peningkatan keselamatan pelayaran melalui penerapan standar keselamatan kapal dan pengelolaan informasi pelayaran. Dalam konteks Baubau–Waara, manfaat sistem baru ini akan bergantung pada ketepatan data identitas, kesiapan petugas, dan kemampuan masyarakat beradaptasi dengan layanan digital.

baca juga:

  1. Siapkan 8–10 Atlet, IMI Baubau Andalkan Seleksi Objektif Menuju Porprov 2026
  2. Tekan Kecelakaan, Satlantas Polres Baubau Sasar 10 Pelanggaran Prioritas Dioperasi Patuh Anoa 2026 Selama 14 Hari, Polisi Prioritaskan Keselamatan Pengendara

Penerapan e-ticketing diharapkan membuat proses pembelian tiket lebih praktis sekaligus memperkuat ketertiban administrasi penumpang. ASDP masih perlu memastikan pendampingan berjalan efektif agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan seluruh pengguna jasa, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan aksesibilitas layanan.(*)

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *