Ancaman Cuaca Ekstrem, Pemkot Baubau Instruksikan Camat dan Lurah Pantau Peringatan BMKGAncaman Cuaca Ekstrem, Pemkot Baubau Instruksikan Camat dan Lurah Pantau Peringatan BMKG

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dengan meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah memantau peringatan dini curah hujan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga tingkat kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi ancaman banjir, tanah longsor, dan banjir bandang akibat peningkatan curah hujan. “Ancaman Cuaca Ekstrem, Pemkot Baubau Instruksikan Camat dan Lurah Pantau Peringatan BMKG,”

Ancaman Cuaca Ekstrem, Pemkot Baubau Instruksikan Camat dan Lurah Pantau Peringatan BMKG
Ancaman Cuaca Ekstrem, Pemkot Baubau Instruksikan Camat dan Lurah Pantau Peringatan BMKG

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Andi Hamzah Machmud, S.Sos., M.Si., mengatakan informasi BMKG harus menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengambil tindakan pencegahan. Karena itu, seluruh jajaran pemerintahan diminta tidak berhenti pada penyebarluasan informasi, tetapi menerjemahkannya menjadi langkah kesiapsiagaan di lapangan.

“Atas arahan Bapak Wali Kota Baubau, kami meneruskan informasi peringatan dini dari BMKG kepada seluruh OPD, camat, dan lurah. Kami minta agar informasi ini tidak hanya diketahui, tetapi juga ditindaklanjuti dengan langkah kesiapsiagaan yang konkret,” kata Andi Hamzah di Baubau, Sabtu (31/10/2026).

BMKG menyediakan tiga jenis peringatan berdasarkan rentang waktu pemantauan. Pertama, peringatan dini cuaca jangka pendek atau nowcasting untuk mendeteksi potensi cuaca ekstrem dalam rentang 0–3 jam ke depan hingga tingkat kecamatan. Kedua, peringatan dini curah hujan harian yang mencakup prakiraan hingga tujuh hari ke depan, juga dengan rincian wilayah kecamatan. Ketiga, peringatan curah hujan dasarian atau 10 harian dan bulanan untuk mengantisipasi potensi curah hujan tinggi pada skala kabupaten/kota.

Informasi tersebut dikelompokkan dalam tiga tingkatan ancaman, yakni WASPADA, SIAGA, dan AWAS. Klasifikasi ini menjadi pedoman untuk menentukan prioritas kesiapsiagaan sesuai tingkat potensi bahaya. Pemutakhiran informasi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca dan iklim.

Pemkot Baubau juga meminta BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP bersama pemerintah kecamatan serta kelurahan mengidentifikasi kawasan rawan bencana. Penyiagaan personel, kapasitas penanganan darurat, dan koordinasi lintas sektor dinilai penting agar respons pemerintah dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi bencana.

Upaya tersebut sejalan dengan pengalaman penanganan bencana hidrometeorologi di Indonesia. Banjir dan tanah longsor yang berulang di berbagai daerah menunjukkan bahwa dampak bencana tidak hanya ditentukan oleh intensitas hujan, tetapi juga kesiapan masyarakat, kondisi lingkungan, tata ruang, serta kecepatan respons pemerintah. Secara internasional, kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015–2030 yang disepakati negara-negara anggota PBB juga menempatkan penguatan sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat sebagai bagian penting pengurangan risiko bencana.

baca juga:

  1. Pedagang Pasar Baubau Klaim Belum Temukan Beras Oplosan, Pengawasan Diminta Diperketat
  2. BULOG Baubau Bentuk Satgas Khusus, Pengawasan Beras SPHP Diperketat Cegah Penyimpangan

Andi Hamzah mengimbau masyarakat Baubau turut memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Peringatan dini curah hujan dapat diakses melalui https://www.bmkg.go.id/peringatan-dini/curah-hujan/. Ia juga mengharapkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), RT/RW, dan media membantu menyebarluaskan informasi tersebut agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat. “Ini merupakan upaya bersama untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana hidrometeorologi serta melindungi keselamatan masyarakat,” ujarnya. (*)

baca berita lainnya:

Kepala SDN 2 Baadia Nursida Pastikan Siswa Kembali Belajar Normal Usai Kabut AsapKepala SDN 2 Baadia Nursida Pastikan Siswa Kembali Belajar Normal Usai Kabut Asap

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM  — Pemerintah Kota Baubau kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka setelah pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kondisi kabut asap dihentikan. Kebijakan tersebut diharapkan mengoptimalkan capaian belajar peserta didik dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga sekolah. “Kepala SDN 2 Baadia Nursida Pastikan Siswa Kembali Belajar Normal Usai Kabut Asap,”

Kepala SDN 2 Baadia Nursida Pastikan Siswa Kembali Belajar Normal Usai Kabut Asap
Kepala SDN 2 Baadia Nursida Pastikan Siswa Kembali Belajar Normal Usai Kabut Asap

Kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 2 Baadia Baubau Nursida kembali berlangsung normal mulai Senin, 26 Oktober 2026, setelah siswa menjalani pembelajaran dari rumah pada 19–24 Oktober 2026. Selama periode tersebut, sekolah meminta peserta didik melaporkan aktivitas belajar yang mereka lakukan di rumah.

Kepala SD Negeri 2 Baadia Baubau Nursida MPd MPd mengatakan, pembelajaran jarak jauh belum sepenuhnya mampu menggantikan kegiatan belajar secara langsung. Salah satu kendalanya ialah keterbatasan fasilitas yang dimiliki sebagian siswa untuk mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi Zoom.

“Selama diliburkan, siswa kami tetap diminta membuat laporan pembelajaran selama belajar dari rumah. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah dan pembelajaran dari rumah sangat jauh berbeda,” ujarnya.

Ia menambahkan, tidak semua peserta didik memiliki fasilitas yang memadai untuk mengikuti pembelajaran daring. Karena itu, sekolah berharap kegiatan belajar mengajar yang kembali berlangsung di ruang kelas dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan faktor kesehatan dan keselamatan siswa.

Pemberlakuan kembali pembelajaran tatap muka juga menjadi bagian dari upaya memulihkan kegiatan pendidikan setelah terganggu kondisi kabut asap. Secara historis, gangguan asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pernah berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan. Pada 2015, misalnya, krisis asap di sejumlah wilayah Indonesia menyebabkan sekolah diliburkan dan kegiatan belajar terganggu. Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya menyeimbangkan keberlangsungan pendidikan dengan perlindungan kesehatan.

Melalui surat edaran terbaru, Pemerintah Kota Baubau juga menyarankan satuan pendidikan PAUD, TK, SD, dan SMP di bawah kewenangan Kementerian Agama, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), sekolah swasta, serta satuan pendidikan lainnya untuk mengikuti ketentuan yang ditetapkan. Kebijakan ini menjadi acuan bagi satuan pendidikan dalam menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi setempat.

baca juga:

  1. ASDP Baubau Digitalisasi Tiket Penyeberangan, Manifes Penumpang Diperkuat
  2. 16 Siswa PASGARDA SMAN 1 Baubau Bertolak ke Surabaya, Bidik Prestasi LKBB

Seiring dengan kebijakan tersebut, Surat Edaran Nomor 23/SE/HK/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh akibat kondisi kabut asap dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Surat edaran terbaru berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan harapan proses pembelajaran di Baubau kembali optimal sekaligus memastikan kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas.(*)

 

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *