21 Calon Jemaah Haji Busel Tuntaskan Paspor, Geo-Visa Capai 50 Persen21 Calon Jemaah Haji Busel Tuntaskan Paspor, Geo-Visa Capai 50 Persen

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Buton Selatan mematangkan persiapan keberangkatan 21 calon jemaah haji yang telah terdaftar sejak Juli 2026. Pengurusan paspor dan pemeriksaan kesehatan seluruh calon jemaah telah rampung, sedangkan pengajuan geo-visa kini mencapai 50 persen. “21 Calon Jemaah Haji Busel Tuntaskan Paspor, Geo-Visa Capai 50 Persen,”

21 Calon Jemaah Haji Busel Tuntaskan Paspor, Geo-Visa Capai 50 Persen
21 Calon Jemaah Haji Busel Tuntaskan Paspor, Geo-Visa Capai 50 Persen

Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Buton Selatan, Hj. Nurhayati, mengatakan tahapan administrasi tersebut sejauh ini berlangsung tanpa kendala berarti. Pemerintah, kata dia, terus mengawal kelengkapan dokumen agar proses menuju keberangkatan dapat berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada kendala berarti. Pengurusan paspor berjalan sangat baik berkat pelayanan petugas Imigrasi, dan pemeriksaan kesehatan jemaah juga sudah beres,” kata Nurhayati saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/9/2026).

Selain penyelesaian dokumen perjalanan dan pemeriksaan kesehatan, Kemenhaj juga melanjutkan proses geo-visa sebagai bagian dari persiapan perjalanan jemaah ke Arab Saudi. Mekanisme administrasi berbasis data dan dokumen perjalanan menjadi semakin penting dalam penyelenggaraan haji modern yang melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara.

Indonesia sendiri telah memiliki sejarah panjang dalam penyelenggaraan perjalanan haji. Setiap musim haji, pemerintah harus mengoordinasikan berbagai tahapan, mulai dari dokumen perjalanan, kesehatan, transportasi, akomodasi hingga layanan jemaah di Arab Saudi. Secara global, penyelenggaraan haji juga terus berkembang mengikuti kebutuhan pengelolaan jemaah dalam jumlah besar dan pemanfaatan teknologi administrasi.

Dalam konteks pengawasan layanan, Kemenhaj pada September 2026 meluncurkan kebijakan bertajuk “Bongkar Mafia Haji dan Umrah”. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat pengawasan terhadap pelayanan haji dan umrah sekaligus mendorong keterbukaan dalam setiap tahapan penyelenggaraan.

“Kami mengimbau masyarakat Buton Selatan: jika menemukan pelayanan yang kurang memuaskan atau praktik pungutan liar, jangan ragu untuk melaporkan langsung kepada kami,” ujar Nurhayati.

baca juga:

  1. Cegah Suap dan Gratifikasi, Pemkab Buton Selatan Gandeng Kejari Buton
  2. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Letakkan Batu Pertama KNMP di Tiga Desa Buton Selatan, Rantai Ekonomi Nelayan Diperkuat

Kemenhaj Buton Selatan memastikan proses persiapan 21 calon jemaah akan terus dikawal hingga tahapan keberangkatan. Pengawasan mencakup kelengkapan administrasi, proses visa, pemeriksaan kesehatan, serta pelayanan jemaah agar berlangsung aman, tertib, transparan, dan bebas dari pungutan tidak sah.(*)

baca berita lainnya:

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM — SMA Negeri 1 Lapandewa, Kecamatan Lapandewa, menjadi lokasi penguatan pencegahan anemia dan stunting melalui Gerakan Cegah Stunting lewat Aksi Bergizi di Sekolah, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menggabungkan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta penandatanganan nota kesepahaman Gerakan Sekolah Sehat. “Stunting Lapandewa Masih 28,7 Persen, SMA Negeri 1 Lapandewa Perkuat Gerakan Cegah Stunting Sejak Usia Remaja,”

Stunting Lapandewa Masih 28,7 Persen, SMA Negeri 1 Lapandewa Perkuat Gerakan Cegah Stunting Sejak Usia Remaja
Stunting Lapandewa Masih 28,7 Persen, SMA Negeri 1 Lapandewa Perkuat Gerakan Cegah Stunting Sejak Usia Remaja

Pelaksanaan Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Lapandewa ditandai dengan konsumsi TTD secara serentak oleh lima siswi bersama para siswa lainnya. Langkah tersebut diarahkan untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pentingnya pencegahan anemia sejak usia sekolah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Sijatiku, SKM., M.Kes., mengatakan perhatian terhadap siswa SMA menjadi bagian penting dalam pencegahan masalah gizi jangka panjang. Berdasarkan data Sigizikesga/e-PPGBM dan data riil puskesmas hingga Juli 2026, angka stunting Kabupaten Buton Selatan mencapai 18,2 persen dan berada pada urutan ketiga tertinggi. Sementara itu, wilayah Puskesmas Lapandewa mencatat 28,7 persen atau tertinggi kedua setelah Puskesmas Batu Atas Barat.

“Remaja putri hari ini adalah calon ibu masa depan. Mencegah anemia sejak dini berarti menjaga kesehatan reproduksi sekaligus menekan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah maupun stunting,” kata Sijatiku.

Menurut Sijatiku, data stunting harus dibaca berdasarkan metode pengukurannya. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting sebesar 38,9 persen, tetapi angka tersebut tidak dapat dibandingkan langsung dengan data Sigizikesga/e-PPGBM karena terdapat perbedaan sumber, metode, dan waktu pengukuran.

Di SMA Negeri 1 Lapandewa, intervensi tidak hanya menyasar siswa. Pada rangkaian kegiatan yang sama, bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) diberikan kepada dua ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta tiga balita penderita stunting dan kurang gizi. Bantuan dari Pemerintah Pusat itu akan diantar langsung ke rumah penerima oleh petugas puskesmas.

Mewakili Bupati Buton Selatan, Asisten II Setda, Drs. La Safilin, M.Si., menegaskan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku sehat generasi muda. “Kesehatan adalah modal utama. Semoga ini bukan seremonial belaka, melainkan awal perubahan pola hidup sehat,” ujarnya. Ia mengajak pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan pemerintah desa berkolaborasi menurunkan angka stunting.

baca juga:

Wakil Ketua II DPRD Buton Selatan Hasrul Saadi Harap Firman Hamza Lanjutkan Sinergi DPRD dan Pemda …
Bupati Buton Selatan H Muh Adios Letakkan Batu Pertama KNMP di Tiga Desa Buton Selatan, Rantai Ekonomi Nelayan Diperkuat

Penempatan Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Lapandewa juga memperkuat pendekatan pencegahan yang dimulai sebelum seseorang memasuki fase kehamilan. Secara nasional dan global, pencegahan anemia pada remaja putri menjadi bagian dari upaya memperbaiki kesehatan ibu dan anak pada masa mendatang. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, Kepala Kemenag Buton Selatan, Camat Lapandewa, Kapolsek, Kepala SMA Negeri 1 Lapandewa, para kepala desa, serta para siswa.(*)

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *