F01.4 Hariyono Hafied Hariyono Hafied

Dari Rp 10 Miliar Menjadi Rp 5 Miliar

Peliput: Hengki TA

BAUBAU, BP – Dalam rapat anggaran penyelengraan Pilwali 2018 antara DPRD Kota Baubau, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau dan KPU Kota Baubau. Namun, pada rapat tersebut pihak kepolisian tidak terlihat hadir. Pada kesempatan tersebut, dewan mempertanyakan pemotongan anggaran pengaman yang diusulkan Polres Baubau dari Rp 10 miliar menjadi Rp 5 miliar.

Anggota DPRD Kota Baubau Hariono Hafied, saat ditemui beberapa awak media di kantor DPRD Kota Baubau, usai rapat beberapa waktu lalu mengatakan, pemangkasan anggaran tersebut tidak perlu hingga 50 persen, namun pemangkasan perlu dipertimbangkan juga dengan situasi politik yang akan dihadapi.

“Usulan yang diajukan Polres Baubau pasti telah disertakan dengan kajian dan tingkat kerawanan penyelenggaraan pilwali di Kota Baubau,” jelasnya.

Untuk di Kota Baubau sendiri, akan menjadi sentral beberapa daerah sekitar, sehingga tensi politik pilwali akan lebih tinggi dari pada pilkada serentak sebelumnya.

“Bisa dipangkas, tapi minimal Rp 8 miliar saja, agar kegiatan pengamanan yang dilakulan pihak kepolisian bisa lebih maksimal lagi,” tuturnya.

Dengan adanya hal tersebut, tidak menutup kemungkinan Polres Baubau akan akan meminta bantuan Polda Sultra untuk penambahan personil. Dimana
penambahan personil akan berbanding lurus dengan biaya yang harus dikeluarkan.

“Sebaiknya sinkronisasi anggaran untuk perhelatan pilwali, dilihat kembali di DPRD yang memiliki fungsi badgeting sebelum NPHD untuk anggaran penyelenggaraan pemilu ditetapkan,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Asisten I Kota Baubau Aswad SSOs MSi mengatakan, bahwa pembahasan tersebut belum belum final. Dimana akan dibahas kembali, sebab masih akan dibahas lebih lanjut di internal. “Hal itu belum belum final NPHD dan belum pasti,” kata Aswad.(*)

Visited 1 times, 1 visit(s) today