F9.1 Halidin Halidin

 

Peliput: Alyakin

PASARWAJO, BP – Demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton di bawah kepemimpinan Plt Bupati Buton, Drs La Bakry Msi terus berupaya melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu wujud yang dilakukan yakni diberikan pendidikan dan pelatihan (Diklat) di Badan Diklat kota Makassar didampingi Dinas Perindustrian.
Sebanyak 60 warga Kabupaten Buton yang diberangkatkan di Kota Makassar untuk mengikuti Diklat khususnya di bidang Industri Kecil Menengah (IKM) dan Desain Kemasan. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan hasil laut yakni ikan sehingga olah menjadi abon, bakso dan dendeng.
Kepala Dinas Perindustrian (Dinsper), Sadisu melalui Kabid Pembangunan Sumber Daya Industri, Halidin ketika ditemui Baubau Post di Kantornya Rabu (14/03) mengatakan, untuk meningkatkan perindustrian di masyarakat salah satunya diberikan pendidikan dan pelatihan. Sehingga mereka bisa memanfaatkan bahan baku yang ada di Buton.
“Ini merupakan program Dinas Perindustrian untuk meningkatkan kapasitas industri di masyarakat, kita lakukan karena bahan baku yang banyak adalah sumber daya ikan, makannya kita mengarah pada hasil laut dulu,” jelasnya
Lebih lanjut dikatakan, Diklat di Kota Makassar yang diikuti masyarakat Buton merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang diberikan Dinas Perindustrian di Desa Koholimombono Kecamatan Wabula dan setelah mereka kembali tetap dilakukan pembinaan serta pengawasan.
Kata dia, pendidikan dan pelatihan didominasi diikuti para ibu-ibu yang mempunyai keterampilan khususnya di bidang pengelolaan ikan. Namun ini merupakan langkah awal tetapi jika sudah berkembang tidak menutup kemungkinan akan ditambah.
Selain itu, Program pengembangan Perindustrian di Kabupaten Buton sejalan dengan program Kementerian sehingga perlu diadakan pendidikan dan pelatihan terhadap masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Tidak hanya itu saja, Dinas Perindustrian akan bekerja sama dengan BPOM untuk mencegah kesehatan dari hasil industri, pasalnya Desa Koholimombono Kecamatan Wabula bakal dijadikan sentral industri pembuatan abon, bakso dan dendeng.
“Jangan sampai sudah ada bangunan disana, namun tenaga kerjanya belum ada, makanya tenaga kerjanya dulu yang diutamakan, peengelolahnya dulu yang disiapkan,” katanya.
Kendati demikian, Industri Kecil Menengah yang dibangun oleh Dinas Perindustrian jika ke depannya berkembang, maka hasilnya bisa dipromosikan di luar daerah Kabupaten Buton misalnya, Kota Makassar dan kota kota lainnya.
“Kita akan bekerja sama dengan pasar pasar terdekat, kalaupun kapasitasnya makin tinggi itu bisa kita kerja sama yang di Mall yang ada di Kota Baubau sampai Kota Makassar, tentu Untui mencegah kesehatan kita bekerja sama dengan pihak BPOM,” tutupnya.
Untuk diketahui, masyarakat Kabupaten Buton yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan di Badan Diklat Industri Makassar selama enam hari. Pemerintah Kabupaten Buton mengaharapkan kepada masyarakat agar melakoni dengan baik apa yang sudah diberikan. (*)

Visited 1 times, 1 visit(s) today