Peliput: Iman Supa
RAHA, BP – Pengadaan soal Ujian Nasional (UN) untuk Sekolah Dasar (SD) tahun 2018 disiapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten/Kota. Berbeda dengan tahun sebelumnya Kabupaten/Kota hanya menunggu pendistribusian.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Pembinaan SD, Kudus Muharam saat ditemui diruangannya, Rabu (14/3) Menjelaskan pengadaan soal UN di tahun 2018 diserahkan sepenuhnya di Kabupaten/Kota, sementara anggaran yang disediakan dari pemerintah daerah hanya 25 juta yang diperkirakan anggarannya tidak mencukupi.
“Tahun 2018 anggaran untuk pengadaan soal UN yang disiapkan dari pemda 25 juta, dengan keseluruhan SD di Kabupaten Muna, kami kwatir tidak cukup sehingga dikomunikasikan dengan para Satuan pendidikan (Kepsek) untuk menjaga kemungkinan yang terjadi,” jelasnya.
Dalam mengantisipasi masalah yang terjadi, Kudus telah melaksanakan rapat bersama seluruh kepala sekolah dan telah disepakati dengan anggaran yang disiapkan oleh pemda akan ditutupi oleh satuan pendidikan namun mengenai anggaran keseluruhan yang dibutuhkan maupun berapa anggaran yang akan dipenuhi oleh para kepsek menunggu perhitungan yang dilakukan pihak Dikbud.
“Tentu dalam dana BOS telah disiapkan untuk pengadaan soal UN, hanya saja persoalan dana insentif para pelaksana UN perlu dibicarakan karena pemda tidak menyediakan dana tersebut,” lanjutnya.
Sementara Koordinator perumus naskah soal di dinas pendidikan Muna, La Saludi menambahkan naskah UN tahun 2018 dirumuskan secara keseluruhan di kabupaten/kota masing-masing yang pembagiannya tetap 25 persen pusat dan 75 persen kabupaten/kota.
“Soal yang telah dirumuskan bersama tim nanti akan digunakan dalam pelaksanaan UN,” tambahnya.
Ia menyebutkan berdasarkan juknis yang dikeluarkan pada tanggal 19 Februari 2018 yang lalu, bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbid) menunjuk 2 Kelompok Kerja Guru (KKG) terbaik yakni dengan tugas perumus indikator dan pereviuw atau pemilah soal.
“Kalau soalnya sudah memenuhi syarat dan dianggap layak berdasarkan penilaian tim soal tersebut akan dijadikan naskah UN yang akan didistribusikan pada seluruh SD,” ujarnya.
Sementara itu, soal yang dihasilkan terbagi paket utama maupun paket susulan. (*)

