F4.3 Suasanallllllllllllllllll

Peliput: LM Syahrul

BAUBAU, BP – Beberapa titik di Kota Baubau selalu menjadi langganan kemacetan, terutama pada momen tertentu. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kemacetan pada Ramadan.

Kepala Dishub Kota Baubau Idrus Taufik Saidi menyebut, beberapa titik rawan kemacetan yang perlu diantisipasi yakni Jalan Kartini dan Jalan Yos Sudarso (kawasan pertokoan Pasar Laelangi). Kawasan ini sering mengalami kemacetan karena tingginya aktivitas perekonomian di lokasi tersebut.

“Terkait dengan rekayasa lalu lintas, sebenarnya untuk mengurangi kemacetan pada jam-jam tertentu dikarenakan volume kendraan di Baubau ini sangat banyak dan ini bisa dilihat di wilayah Pasar Laelangi,” katanya saat ditemui, Rabu (10/04).

Pihaknya telah menyiagakan beberapa petugas yang akan mengatur ketertiban lalu lintas di sepanjang titik kemacetan tersebut. Terkait rekayasa lalu lintas, pihaknya juga akan mensosialisasikannya kepada pengguna jalan.

“Menghadapi bulan Ramadan lalu lintas akan padat, untuk itulah kami akan merancang kembali rekayasa lalu lintas. Agar pengguna jalan juga tidak kaget tiba-tiba kondisinya berubah, mungkin kita akan sosialisasikan langsung ke lapangan, bahwa ada petugas yang mengatur lalu lintas,” jelasnya.

Mengingat parkiran di kawasan Pasar Laelangi menggunakan sebagian badan jalan, maka pihaknya akan menggunakan timbunan di belakang Umna Wolio Plaza untuk parkiran. Salah satu penyebab kemacetan di kawasan tersebut, karena minimnya lahan parkir.

“Dishub sudah berbicara dengan pemilik Umna Rijoli, kenderaan-kendraan box pengangkut barang akan menempati areal timbunan di belakang Umna Rijoli, supaya ada kelongaran di titik-titik yang diangap padat tersebut. Di parkiran itu juga akan ada penambahannya fasilitas toilet,” paparnya.

Menurutnya, Baubau merupakan kota yang padat dan memiliki badan jalan yang kecil, perlu dimanfaatkan dengan baik tata ruang kewilayahannya. Selain itu, Kota Baubau memerlukan pusat-pusat pertumbuhan ekononi baru di kawasan pinggiran kota, agar tidak terjadi kepadatan lalu lintas di satu titik.

“Kota kita begitu padat, dengan jalanan kecil sebenarnya identik dengan penataan ruang dan wilayah, diperlukan pengembangan wilayah ekonomi baru,” tutupnya. (#)

Visited 1 times, 1 visit(s) today