BAUBAU, BP – Dinas Parawisata (Dispar) menggandeng Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Baubau dalam upaya memberantas narkoba. Sosialisasi digelar di Kantor Dispar Kota Baubau, Rabu (10/07).
Sekretaris Dispar Moh Abduh mengungkapkan tujuan kegiatan ini merupakan bentuk perhatian pihaknya untuk mencegah penggunaan narkoba secara tidak tepat. Pasalnya saat ini Indonesia sudah darurat narkoba.
“Bahayanya sangat besar sekali, ini juga merupakan instruksi presiden yang menyatakan bahwa Indonsia ini sudah dalam darurat narkoba,” ungkapnya.
Dijelaskan, sebagaimana yang telah disampaikan pihak BNNK Baubau, Narkotika biasa digunakan oleh pihak kedokteran untuk kegiatan yang positif. Bila mengonsumsi narkotika secara berlebihan maka akan berdampak buruk bagi pengosumsi terutama bagi sel saraf otak.
” Itu kami tidak mau terjadi di masyarakat Kota Baubau, sehingga kita berinisiatif mengundang teman-teman BNN unutk melakukan sosialisasi kepada dinas parawisata, karena kami selalu berhubungan dengan masyarakat yang berwisata di Kota Baubau, baik itu wisatawan asing maupun wisatawan lokal,” jelasnya.
Sementara itu, tindak lanjut dari kegiatan ini adalah membentuk relawan pencegahan yang berkisar 10 hingga 15 orang yang bakal dibekali pengetahuan dan bekerjasama denga pihak BNN Kota Baubau
” Sehingga mampu menjadi ujung tombak dari upaya untuk pencegahan narkoba, mereka-mereka ini kita tempatkan di daerah yang wisatawannya atau masyarakatnya kita pandang rawan terhadap peredaran narkoba,” ulasnya.
Di tempat yang sama, Kepala BNN Kota Baubau Alamsyah Jufri mengatakan Kegiatan hari ini adalah tindaklanjut dari Inpres Nomor 6 Tahun 2018 dan Peraturan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.
” Dimana disampaikan kepada kementerian lembaga unutk melakukan langkah-langkah sosialisasi Pemeriksaan urin dan membuat relawan anti narkotika dan membuat edaran, kami sampaikan penegasan-penegasan agar segera membentuk relawannya dengan pengetahuan tentang pengetahuan bahaya narkotika,” katanya,
Pihaknya juga membenarkan adanya pembentukan relawan. Relawan bakal dikumpul dan diaktifkan dengan memberikan keterangan-keterangan terkait Narkoba sehingga relawan mempunyai kemampuan dalam bentuk pencegahan.
” Relawan tidak mengikat, bisa 10 maupun 15 tergantung pegawainya yang ada dan mempunyai kemapuan karena menjadi relawan juga cukup berat,” tuturnya.
Dengan adanya kegiatan ini, BNN Kota Baubau berharap seluruh OPD di Kota Baubau tidak terpapar penyalahgunaan narkotika, serta dapat menajadi corong pemerintah dengan melakukan sosialisasi seperti yang dilkukan oleh pihak BNN.
“OPD yang telah kami laksanakan sampai saat ini 7, kami tinggal menunggu undangan dari mereka untuk masuk, kemarin dari Dinas Ketenagakerjaan. Karena mereka ada laporan langsung dari kementerian ada aplikasinya,” tandasnya. (*)
Peliput: Zul PS

