F01.4 Tumpukan sampah di bibir tanjung Desa Baliara Selatan Kabaena

BOMBANA, BP – Hingga kini di Pulau Kabaena Kabupaten Bombana belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Akibatnya, sampah banyak menumpuk di beberapa tempat, mulai dari bibir sungai, bibir tanjung, bibir pantai hingga di halaman rumah warga.

Di samping belum adanya TPA, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah juga masih kurang. Hal itu diungkapkan salah satu warga Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat BR (40). Dirinya masih kerap menjumpai warga yang membuang sampah di bibir tanjung dan pantai. Baik itu sampah keluarga ataupun sampah dari hasil dagangan mereka.

“Di sini banyak yang buang sampah di tanjung dan di pantai, berharap sampah mereka dibawa oleh arus air laut, ada kantung plastik, dos, pohon yang ditebang ataupun bekas sampah keluarga seperti bungkusan makanan instan” akunya saat ditemui, Kamis (01/08).

Menurutnya, kebiasaan warga tersebut akibat kurangnya sosialisasi pemerintah setempat terkait pengolahan akan sampah, juga kurangnya Sarana dan Prasarana pendukung seperti tempat pembuangan terpadu berupa tempat sampah dan fasilitas lainnya.

Menanggapi hal itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bombana, Nurlan Malik mengatakan, peraturan daerah dan pelimpahan kewenangan dari pemerintah daerah ke kecamatan di wilayah Kabaena, terkait pengelolaan persampahan belum ada hingga saat ini.
” Untuk saat ini yang ada itu cuma Kecamatan Rumbia, Kecamatan Rumbia Tengah dan Kecamatan Poleang, sedangkan kecamatan yang ada di kabaena belum ada,” tuturnya.

Olehnya itu, pihaknya mengharapkan agar partisipasi camat, lurah dan desa untuk mengatasi hal itu, melalui anggaran kecamatan, kelurahan dan desa.

Selain itu pihaknya akan memanggil semua camat untuk membahas persoalan sampah di daerah masing-masing.

“Terkait persoalan sampah saya kira kedepannya camat harus proaktif tentang hal itu, karna itu sudah dilimpahkan ke camat, melalui sumber anggaran gembira kecamatan dan gembira desa. Karena pelayanan persampahan belum tersentuh disana, jadi kami harap camat ambil alih hal itu,” jelasnya.

Saat wartawan Baubau Post menghubungi Camat Kabaena Barat, untuk mempertanyakan persoalan sampah di daerahnya, yang bersangkutan tidak dapat dihubungi, dikarenakan sedang menjalankan ibadah haji.

Peliput: Agus

Visited 3 times, 1 visit(s) today