F01.1 Abdul Rahim
  • Dukung Pengembangan Wisata Nasional

KENDARI, BP- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan bantuan anggaran Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) sebesar Rp 83 miliar dari pemerintah pusat. Perjanjian hibah telah ditandatangani Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bersama Pemprov Sultra beberapa waktu lalu di Jakarta.

Program hibah yang ditandatangani adalah Provincial Road Improvement and Maintenace (PRIM) melalui bantuan pemerintah Australia yang akan dilaksanakan pada periode tahun 2019-2021, serta pendanaan dari APBN 2019. Anggaran hibah ini untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Plt Kadis PU Sultra Abdul Rahim SE MSi saat ditemui belum lama ini menjelaskan, anggaran PHJD Rp 83 miliar tersebut meliputi beberapa daerah yakni, Kabupaten Wakatobi Rp 51 miliar, Kabupaten Buton Selatan Rp 11 miliar, dan Kabupaten Muna Barat Rp 12 miliar, serta lainnya. Saat ini kegiatannya tengah berjalan.
Di Kabupaten Wakatobi anggaran digunakan untuk jalan raya ke Bandar Udara Matahora, di Kabupaten Buton Selatan meliputi dari perbatasan Baubau-Batauga. Sementara di Kabupaten Muna Barat, untuk pembangunan beberapa ruas jalan di Lagadi Kecamatan Lawa.
“Porsi anggaran untuk tiga kegiatan ini, dengan tujuan masuknya PHJD adalah untuk mendukung tersedianya infrastruktur yang representatif dalam rangka untuk mendukung KSPN di Waktobi. Hanya saja di Wakatobi itu panjang jalan rovinsi kita hanya 16,6 kilometer dan itu selesai dengan Rp 51 miliar itu untuk tahun 2019,” jelas Abdul Rahim.
Selain mendapatkan anggaran PHJD Rp 83 miliar, Sultra juga mendapatkan alokasi PJHD tahun 2020 sebanyak Rp 77 miliar, dari Pagu awal sebanyak Rp 22 miliar untuk tahun 2020.
Peningkatan anggaran ini berkat upaya Pemprov Sultra membangun komunikasi yang baik dengan PHJD pusat.

Ia juga menambahkan, dalam pembahasan dengan PHJD Pusat, pihaknya juga tengah memperjuangkan PHJD di beberapa ruas jalan di Kota Baubau. Rencananya akan dimulai dari Tugu Kelurahan Lipu sampai di perbatasan Baubau Buton Selatan hingga melewati Bandara Bentoambari.
“Insya Allah jalan provinsi di ruas Kota Baubau dimulai dari tugu Kelurahan Lipu sampai di perbatasan Baubau-Buton Selatan melewati Bandara. Insya Allah tahun depan kita akan masukkan program PHJD di sana, termasuk di dalamnya Kamaru-Lawale. Mudah-mudahan segera mendapatkan persetujuan dalam bentuk kegiatan PHJD pusat,” terangnya pula.

Selain program PHJD untuk kawasan strategis lainnya, pihaknya juga tengah mencanangkan perbaikan ruas jalan khususnya di wilayah jalan provinsi yang memiliki kategori jalan rusak berat, seperti di Kabupaten Buton Utara (Butur). Di wilayah Buton paling utara ini, proyek perbaikan jalan akan dibackup dalam DAK tahun 2020 dan APBD Sultra.
“Butur ini termasuk salah satu perhatian khusus kita karena memang kondisi riil lapangan jalan di Butur ini sebagian besar dalam kondisi rusak berat, dan ini juga kami sudah mendapatkan petunjuk dari pak gubernur untuk kita secara bertahap kami benahi,” paparnya.
Dengan program KPSN ini ia berharap, warga setempat senantiasa memberikan dukungannya agar ke depannya jalur-jalur tersebut dapat diselesaikan dengan waktu dan anggaran yang telah diberikan nantinya.

Peliput: Risnawati

Visited 1 times, 1 visit(s) today