F02.3 Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan La Ode BudimanKepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, La Ode Budiman

Peliput : Amirul
Batauga,BP-Pemerintah Kabupaten Buton Selatan terus menggenjot program untuk menurunkan angka stunting.

Berbagai program dan kegiatan dalam baik pusat maupun daerah lintas sektoral dalam mengintervensi menurunan angka stunting terus dilakukan.

F02.3 Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan La Ode Budiman
Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, La Ode Budiman

Kepala Dinas Kesehatan Busel, La Ode Budiman mengatakan, hasil pengukuran tahun 2021 adalah 25,14 persen dari tahun sebelumnya 33,87 persen yang menunjukkan terjadi penurunan prevalensi stunting di Busel sekitar 8,73 persen.

“Hal ini memperlihatkan adanya penurunan prevalensi stunting, ini dipengaruhi oleh membaiknya konvergensi lintas sektor yang terlibat dalam penanganan stunting, ” ucapnya.

Untuk mengurangi angka stunting perlu konsisten dan kolaborasi lintas sektor. Ada dua metode yang bisa dilakukan dalam penanganan stunting yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif

Lebih lanjut ia menjelaskan, metode intervensi spesifik, yakni penanganan melalui faktor-faktor yang berkaitan langsung dengan masalah stunting, seperti kesehatan dan pangan. Dimana pengaruhnya mencapai 70 persen untuk mengurangi angka stunting. Sedangkan metode intervensi sensitif, yakni penanganan masalah stunting melalui faktor tak langsung, yang pengaruhnya hanya mencapai 30 persen.

“Intervensi spesifik dan intervensi sensitif, dua-duanya harus berjalan dengan simultan untuk menanggulangi stunting,” jelasnya.

Faktor intervensi yang paling menonjol di Buton Selatan adalah intervensi gizi spesifik, dimana hampir semua desa sudah menganggarkan pemberian PMT baik pada bumil (Ibu Hamil) maupun baduta (Bayi dibawah 2 tahun)

Lanjutnya, ditahun 2021 lalu, untuk Kabupaten Buton Selatan terdapat 27 Desa Lokus yang tersebar di 7 kecamatan, dan publikasi dilakukan menggunakan media spanduk yang tersebar disetiap kecamatan dan desa.

BACA JUGA: 2022, Kades dan Perangkat Desa Bakal Disertakan BPJS Ketenagakerjaan

“Sementara berdasarkan kecamatan diketahui bahwa untuk kecamatan batauga menurun menjadi 12,04 persen, kecamatan batuatas 41,30 persen, kecamatan kadatua 34,45 persen, kecamatan lapandewa 24,61 persen, kecamatan sampolawa 21,55 persen, kecamaatan siompu 22,28 persen, dan kecamatan siompu barat 29,10 persen.” tukasnya. (*)

Comments are closed.