F04.3B

Peliput : Kasrun

BURANGA, BP – Wakil Bupati Buton Utara (Butur), Ahali meminta kepada para kontraktor yang menangani pekerjaan di bidang infrastruktur jalan agar bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditentukan dalam kontrak, memperhatikan azas manfaat dan ketahanan pekerjaan.

“Jangan sampai para pekerja ini hanya mengejar keuntungan semata, tidak memperhatikan kwalitas dan yang paling terpenting adalah konsultan pengawas jangan sampai tidak melaksanakan tugasnya sebagaimana yang disyaratkan dalam undang – undang”, kata Ahali saat ditemui Wartawan Baubau Post di ruang kerjanya, Rabu (05/10/2022).

F04.3B

Kata Ahali, kontraktor harus rajin turun di lapangan memonitoring penggunaan material yang digunakan untuk menimbun jalan tersebut.

“Jangan sampai tidak pernah mengecek di lapangan sehingga perkembangan pekerjaan tidak dimonitor, sehingga penggunaan material tidak sesuai dan jalan yang dikerjakan belum cukup satu tahun sudah rusak. contoh jalan yang dikerja tahun lalu di SP3 Reo dan jalan yang di kerja di Desa Rantegola sudah pada rusak ini pertanda kwalitas tidak bagus”, ingatnya.

Sebab kalau ditinjau dari sudut kontruksi jalan, kata Ahali, pengerjaan jalan di SP Reo dan Rante Gola diduga tidak sesuai dan hal ini bisa di dalami aparat penegak hukum untuk mendapatkan kepastian pekerjaan tersebut.

Karena undangan-undang Korupsi Nomor 31 tahun 1999 Jo undang-undang nomor 20 tahun 2021, kemudian peraturan Presiden nomor 65 tahun 2012 tentang pencegahan Korupsi ditamba lagi Intruksi Presiden nomor 2 tahun 2014 tentang aksi pencegahan korupsi.

“Sangat jelas dan tegas dan kadaluarsanya korupsi cukup lama termasuk undang – undang kontruksi ketahanan bangunan jalan seharusnya sampai 10 tahun. Untuk itu harapan saya rekan-rekan kontraktor harus kerja benar, jangan sampai di kemudian hari berurusan dengan penegak hukum”, tuturnya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Wakatobi ini, menghimbau, para kontraktor yang mendapatkan pekerjaan jalan di wilayah Kulisusu agar segera dikerjakan sesuai skedul yang telah ditentukan dalam kontrak.

“Karena sekarang sudah bulan Oktober menurut saya efektif bekerja kurang lebih tinggal satu bulan lagi, kalau pekerjaan terburu – buru saya kira hasilnya pasti tidak bagus dan kelurusan jalan perlu di perhatikan, jangan sampai ada lubang tidak ditimbun hanya di aspal sehingga jalanan bergelombang, karena merehabiltasi jalanan harus lebih bagus dari pada dasarnya harus ada perubahan bukan hanya di aspal”, ujarnya.

Lebih lanjut Ahali, mengatakan, material yang telah ditimbun di jalan segera diratakan jangan sampai menimbulkan kecelakaan lalu lintas, dan material yang diangkut diusahakan jangan terhambur di badan jalan.

Saat dimintai tanggapannya, terkait seringnya pemanggilan aparat penegak hukum oleh para Kadis di Butur? Ahali mengatakan dirinya belum mengetahui jika ada oknum Kadis yang di panggil APH.

“Maaf saya belum monitor itu karena sepengetahuan saya kalau ada panggilan dari instansi luar terhadap Kepala Dinas harus di ketahui pimpinan dalam hal ini bupati dan wakil bupati sehingga panggilan tersebut dapat dimonitor dan kedudukan dalam hukum harus jelas, karena tujuan hukum itu jelas yaitu azas manfaat, kepastian ke adilan. Dan saya kira kalau masih dalam proses Admitrasi menurut saya belum ada kerugian negara, karena dalam pembuktian unsur korupsi salah satu yang sangat mendasar harus ada kerugian negara. Mungkin bisa saja pangilan pribadi pa, bukan dinas”, ungkapnya.

Saat ditanya lagi, Bagaimana pantauan Wabup terkait penangan korupsi di wilayah butur? Ahali menjawab pekerjaan pasar Wantulasi saat ini sementara ditangani Penyidikan Tipikor Polda Sultra. Namun untuk lebih jelasnya kata Ahali, mengarahkan media ini untuk bertanya langsung di pihak penyidik tipikor Polda Sultra.

baca juga: Dinas PUPR Butur Genjot Pembangunan Insfrastruktur Jalan

“Kalau saya monitor saat ini pekerjaan pasar di Wantulasi kalau saya tidak sala saat ini sudah tingkat penyidikan yang ditangani oleh rekan – rekan penyidik Subdit Tipikor Polda Sultra, tapi lebih jelasnya ditanyakan lansung kepada. (*)