F01.25B

Peliput : Kasrun

BURANGA, BP – Bupati Buton Utara, Ridwan Zakaria telah melantik empat pejabat administrator dan dua puluh pengawas. Namun dalam pelantikan tersebut Wakil Bupati Buton Utara, Ahali tidak tampak kelihatan sehingga hal ini menjadi diskusi di kalangan pewarta dan Politisi yang berada di wilayah Buton Utara yang nongkrong di Warkop.

F01.25B

Kenapa hal ini menjadi diskusi karena bukan biasanya, karena sepanjang pengamatan yang berakronim RIDA ini sejak kampanye hingga dilantik sampai menjalankan tugas pemerintahan sangat akur bagai adik dan kakak dan penuh keharmonisan walupun latar belakang mereka berbeda dimana Bupati Butur sebagai ASN tulen, sedangkan Wabup Butur berasal dari Kepolisian alias Aparat penegak Hukum.

Namun menyikapi pelantikan hari ini tidak hadirnya Wakil Bupati banyak kalangan memprediksi bahwa Bupati dan Wabup sudah pecah konsi alias tidak bersama lagi dalam mengelola pemerintahan ini akibat momentum perhelatan politik 2024 mendatang, dimana orang – orang Bupati sudah mulai mengatur strategis untuk melumpukan langka wakil bupati. Hal ini diduga tidak terlepas setingan Kepala BKPSDM Butur, Alimin sebagai kaki tangan penguasa.

Media ini telah berusaha menghubungi Wabup Butur, Ahali melalui telepon selulernya berulang kali, namun tidak diangkat. Kemudian media ini mencoba menghubungi melalui WhatsAppnya untuk mempertanyakan tentang pelantikan para pejabat di Butur, kenapa Wabup tidak hadir?

Ahali mengaku tidak tau menahu jika hari ini di Buton Utara ada pelantikan pejabat di Rumah Jabatan Bupati Buton Utara, Ridwan Zakariah.

F01.25 Komandan

” Maaf saya tidak tau pelantikan karena saya masih berada di luar daerah Butur dalam rangka tugas, mungkin saja ada hal yang perlu dan mendesak sehingga tindakan adminitratif perlu dilakukan dan terkait pergantian ASN itu domain BKPSDM dan Sekda dan kaitan hal itu saya belum tau, sekali lagi maaf ya, mungkin lebih jelasnya ditanyakan ke pak Sekda atau ke Bupati ” jawaban Wabup Butur kepada media ini, Sabtu (15/10/2022).

Menyikapi hal tersebut, benih – benih ketidak akuran dan harmonisasi sudah nampak karena ibarat suami – istri dalam satu kamar sudah pisah ranjang karena hal mustahil Wabup ada pelantikan tidak diberitahu patut diduga sudah diluar garis keberadaan beliau, ini sangat menyakitkan. Ahali ada diluar daerah dilakukan pelantikan, pasti setingan lagi ini.

Kalau ini terjadi sangat disayangkan dimana kita ketahui bersama Ahali pada saat mengundurkan diri dari Kepolisian masih empat tahun bertugas dengan jabatan Kasubdit Indag Dit Reskrimsus Polda Sultra, namun rela meninggalkan semua itu dan berkomitmen untuk membangun Daerah Butur bersama Bupati sehingga Butur menjadi terkenal di wilayah lain.

baca juga: Ancam Wartawan, Wakil Ketua I DPRD Butur Minta Bupati Copot Alimin

Tapi hari ini merupakan peristiwa menyakitkan bagi Ahali karena sudah mulai disepelekan, kasihan nasib Wabup Butur yang gitu getol menyuarakan disiplin tapi terpotong di tengah jalan karena kepentingan dan permainan.

Hingga berita ini diterbitkan kami belum bisa menghubungi Bupati Buton Utara, Ridwan Zakariah untuk dimintai tanggapannya.(*)