Ini Dia Rute Karnaval Budaya Semarakkan Haroana Baubau yang Akan Digelar Sabtu 14 Oktober 2023Ini Dia Rute Karnaval Budaya Semarakkan Haroana Baubau yang Akan Digelar Sabtu 14 Oktober 2023

BAUBAU, BP-Haroana Baubau yang ke-482 dan hari jadi Kota Baubau yang ke-22 menjadi lebih semarak lagi dengan adanya karnaval budaya yang akan diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Baubau, sekolah se Kota Baubau dan paguyuban yang diperkirakan berjumlah ribuan orang mengikuti karnaval haroana Baubau. “Ini Dia Rute Karnaval Budaya Semarakkan Haroana Baubau yang Akan Digelar Sabtu 14 Oktober 2023.”

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, Bariun, S.Pd, M.Pd yang didampingi Kabid Kebudayaan Masrul S STPar usai mengikuti rapat pemantapan dalam rangka Haroana Baubau Senin (9/10/2023) mengungkapkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Balitbang Kota Baubau yang dipercayakan sebagai koordinator karnaval budaya telah mengambil beberapa langkah untuk mensukseskan hajatan tersebut yakni, menyiapkan panduan sesuai dengan hasil rapat terakhir Senin (9/10/2023).

Ini Dia Rute Karnaval Budaya Semarakkan Haroana Baubau yang Akan Digelar Sabtu 14 Oktober 2023
Ini Dia Rute Karnaval Budaya Semarakkan Haroana Baubau yang Akan Digelar Sabtu 14 Oktober 2023

Kemudian, akan mengadopsi beberapa kegiatan karnaval yang pernah diikuti oleh Pemkot Baubau di luar daerah mulai jumlah peserta minimal 50 orang per paguyuban atau per OPD. Disamping itu, semua peserta karnaval akan menyiapkan icon katakanlah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maka iconnya adalah Merdeka Belajar.
Menurut Bariun, kegiatan karnaval budaya pelaksanaannya dimulai pada Sabtu (14/10/2023) dimana peserta karnaval akan star dari lembah hijau terus finish di Pantai kamali dengan jalur dari lembah hijau lurus ke SMA 1 Baubau, perempatan sukses belok kiri menuju Bank BNI terus belok kanan mengikuti jalur yang ditentukan sampai Pantai kamali. Diantara peserta ini ada kegiatan diisi dengan marching band SD dan SMP yang kebetulan menjadi kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau sehingga tidak sulit untuk menyiapkan dan sekolah-sekolah pun sudah siap mengikuti karnaval.

baca juga:

Sementara terkait dengan pakaian yang akan digunakan pada saat karnaval, Bariun akan menyerahkan sepenuhnya kepada OPD dan paguyuban masing-masing, kalau orang wolio atau Buton maka memakai pakaian Buton, atau pakaian dari daerah lain biar itu nampak kebhinekaan di Baubau. “Dalam panduan yang ditulis akan dibuatkan flyer sehingga bila di lempat ke media media sosial akan lebih menarik ditambah lagi dengan surat yang dikirimkan kepada OPD, seluruh sekolah, kecamatan dan kelurahan, paguyuban,”ujarnya.
Bariun mengajak semua pihak untuk meramaikan Haroana Baubau , menghidupkan UMKM sebab pasti ada dampak ekonomi dari kegiatan ini. Untuk semua peserta agar tetap menjaga keamanan, ketertiban selama perjalanan dari star sampai finish.(*)

 

Berita Lainnya:

Retribusi Destinasi Wisata Batu Sori dan Benteng Keraton di Kota Baubau Meningkat Dibanding Tahun 2022

BAUBAU, BP – Retribusi destinasi wisata kota Baubau pada tahun 2023 meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2022. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Parawisata (Dispar) Kota Baubau, Idrus Taufiq Saidi ketika dikonfirmasi Baubau post di ruang kerjanya, Selasa (03/09/2023). “Retribusi Destinasi Wisata Batu Sori dan Benteng Keraton di Kota Baubau Meningkat dibanding Tahun 2022.”

“”Penarikan retribusi destinasi wisata, kami hanya mampu memungut Batu Sori dan Benteng Keraton Buton, diperkirakan akan mencapai kurang lebih Rp 50 juta sampai dengan akhir tahun 2023. Angka ini meningkat bila dibandingkan tahun 2022 yang hanya mencapai kurang lebih Rp 20 juta.” katanya.

Benteng Keraton BUton, Retribusi Destinasi Wisata Batu Sori dan Benteng Keraton di Kota Baubau Meningkat dibanding Tahun 2022
Benteng Keraton Buton, Retribusi Destinasi Wisata Batu Sori dan Benteng Keraton di Kota Baubau Meningkat dibanding Tahun 2022

Untuk meningkatkan retribusi destinasi wisata, Idrus Taufiq berharap ada infrastruktur penunjang lainnya, kebijakan regulasinya untuk menompang itu. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Baubau dapat membuat perda tentang parawisata.

“Insyaallah, tahun ini sudah bisa hadir, perda kawasan khusus yang coba kami dorong, untuk memaksimalkan tata kelola dan pengelolaan benteng keraton sebagai icon, sebagai cagar budaya secara nasional.” katanya.

Disamping itu, ia mengakui bahwa kota Baubau memiliki banyak destinasi wisata unggulan, namun dinas parawisata hanya mengelola pajak, retribusi sesuai penguasaan atau kewenangan yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, seperti benteng keraton dan batu sori.

“Potensi destinasi wisata di kota baubau banyak, namun pengelolaan pajak, retribusi terdiri beberapa penguasaan, ada penguasaan pemkot Baubau, pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan dari masyarakat.” katanya.

Destinasi wisata unggulan seperti pantai nirwana, kata dia, masyarakat mengaku pantai nirwana adalah hak miliknya dan mereka mengelola sendiri dalam bentuk koperasi. Sementara Dinas Parawisata tidak memiliki wewenang.

F01.3 Wisata Batu Sori Baubau

“Pantai nirwana setelah di jejaki, di diskusikan, itu pantai nirwana miliki orang per orang, terdapat 28 KK, yang mengklaim milik hak mereka, tentunya di balik itu ada kewajiban dan hak kepada negera. Namun itu bukan menjadi kewenangan kami.” katanya.

Kemudian, potensi destinasi wisata unggulan hutan rimba air jatuh, Dinas Parawisata kota Baubau tidak memiliki kewenangan untuk mengelolanya. Pasalnya, destinasi wisata tersebut menjadi kewenangannya badan konservasi sumber daya alam.

“Begitu pula dengan samparona, hutan Pinus juga destinasi unggulan, ada beberapa pokdarwis ikut mengelola. Namun karena status kedudukan hutan pinus dalam penguasaan kehutanan, sehingga pemerintah tidak masuk, ibarat seperti bandara dan pelabuhan Murhum, kalau pengelolaan sudah ada Unit atau instansi pemerintah, maka Pemerintah daerah tidak bisa masuk, kecuali ada perjanjian kerjasama.” katanya.

Sementara potensi destinasi wisata pada muara sungai lakologou merupakan kewenangan Dinas Parawisata provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

baca juga:

“Muara sungainya yang berkelup – kelup oleh tanaman nipa, Itu juga potensi. Namun daerah pinggiran pesisir dan laut, itu menjadi kewenangan propinsi.” katanya.

Kendati demikian, pihaknya optimis, bahwa peningkatan ekonomi kedepannya setelah pasca covid 19 adalah destinasi wisata. Sehingga diharapkan pengelolaan destinasi wisata agar menjaga keamanan, kebersihan lingkungan serta gangguan yang menimbulkan kerusakan.

“Mudah-mudahan kebijakan regulasi pengelolaan pariwisata, pemulihan ekonomi pasca covid 19, Kedepannya Bisa meningkat. Karena ujung pemulihan ekonomi ada di destinasi wisata. Apapun yang di kelola, diharapkan jaga lingkungan, kebersihan serta gangguan yang menimbulkan kerusakan lingkungan,” tutup.(*)