F04.1 Pengerjaan infrastruktur jalan menujua Desa Lapandewa Kabupaten Buton Selatan ilustrasi Pengerjaan infrastruktur jalan menujua Desa Lapandewa Kabupaten Buton Selatan (ilustrasi)

Peliput: Amirul

BATAUGA,BP – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan harus peka melihat kondisi realita masyarakat Buton Selatan. Tokoh Pemuda Buton Selatan, Rizal Majapahit mengatakan Pemkab Busel harus mempekerjakan buruh lokal dalam pengerjaan proyek-proyek fisik di Buton Selatan.

Dikatakannnya, selama ini buruh lokal didalam pekerjaan proyek fisik di Busel kurang diperhatikan dan diberdayagunakan.

“Perhatian Pemkab Busel kurang peka melihat realita ditengah-tengah masyarakat, mestinya kondisi ini harus menjadi perhatian,” ucap Rizal saat ditemui beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, sejauh ini buruh proyek fisik di Buton Selatan sebahagian besar didatangkan dari luar daerah Busel, sementara potensi buruh atau tukang bangunan cukup besar di dalam daerah, sehingga kata Rizal Pemkab Busel harus meninjau ulang kondisi tersebut, bahkan hasil pekerjaan tukang lokal dalam mengerjakan pekerjaan fisik lebih baik dari tukang luar Busel.

“Saya meminta Pemkab untuk melakukan peninjauan ulang terhadap pekerjaan proyek yang belum selesai,” ucapnya.

Ia juga menilai dalam proyek pembangunan dari Pj Bupati pertama, kedua hingga saat ini, tidak memprioritaskan pekerja buruh lokal, padahal sebagian besar mata pencaharian masyarakat Busel adalah buruh, petani, nelayan dan perantau. Karena itu sebaiknya Pemkab Busel sebagai repsentetatif dari pemekaran Busel agar memikirkan hal ini.

“Artinya kenapa daerah ini dimekarkan, agar bagaimana masyarakat ini bisa sejahtera. Bagaiamana mau sejahtera kalau pekerjaan buruh, tukang itu dari luar Busel baik dari pekerjaan buruh jembatan, jalan, bangunan semuanya sebagian besar dari luar Busel, kapan warga Busel mau sejahtera,” imbuhnya.

Ditambahkannya, masyarakat Busel harus menikmati hasil dari daerahnya sendiri, bukan menjadi penonton dinegeri sendiri.

“Jika dilihat secara realita, apa yang dicita-citakan masyarakat Busel jauh dari harapan, dan hanya menjadi penonton dinegerinya sendiri,” pungkasnya.(*)

Visited 1 times, 1 visit(s) today