Peliput: Jaya Editor: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Tawuran yang melibatkan sejumlah siswa SMPN 2 Baubau dan MTsN di Jl Sultan Murhum pada Sabtu (18/03) enggan ditanggapi oleh Kepala SMPN 2 Baubau, Drs Basuki MPd.
Menurut Basuki, tawuran terjadi diluar jam sekolah. Sehingga pihaknya tidak tahu menahu mengenai hal itu, terlebih tidak ada laporan dan komplain dari sekolah lain.
“Kami tidak bisa memberikan sanksi, jadi tunggu saja dari pihak kepolisian kalau memang ada siswa kami yang terlibat,” singkatnya.
Sementara itu, Wakasek Kurikulum MTsN, Tamrin saat ditemui di ruangannya, Senin (20/03), menyayangkan adanya tawuran yang melibatkan anak didiknya. Pasalnya, tindakan tidak terpuji ini sangat bertengangan dengan aturan sekolah.
“Kami dan tidak bisa mentolerir kejadian seperti itu, karena kita adalah Madrasah yang berlabelkan Agama dan itu berkaitan dengan etika. Yang namanya etika itu kita junjung tinggi di sekolah ini,” tuturnya.
Tamrin mengaku, sama sekali tidak mengetahui kejadian tersebut. Karena saat kejadian, proses belajar mengajar diliburkan karena ada kegiatan ujian bagi Man Insan Cendekia,
“Kami memang tidak mengetahui karena ada kegiatan sekolah. Adapun siswa selain yang mengikuti ujian, datang ke sekolah itu diluar sepengetahuan kami,” akunya.
Pihaknya berencana akan memanggil orang tua siswa yang terlibat tawuran, untuk menyelesaikan masalah ini. Karena beberapa pelaku tawuran adalah siswa yang akan menghadapi UN.
“Mengenai sanksi yang akan diberikan terhadap siswa yang terlibat tawuran, merupakan wewenang dari Kepala Sekolah,” tutupnya. (#)

Visited 1 times, 1 visit(s) today