Mutu Guru SDN 1 Masiri Buton Selatam Terus Digenjot Lewat BOS KinerjaMutu Guru SDN 1 Masiri Buton Selatam Terus Digenjot Lewat BOS Kinerja

BUTON SELATAN, BP—Upaya peningkatan kualitas pembelajaran kembali menjadi prioritas SD Negeri 1 Masiri, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, pada awal 2026. Sekolah ini memaksimalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja untuk memperkuat kapasitas guru sebagai garda terdepan implementasi Kurikulum Merdeka. “Mutu Guru SDN 1 Masiri Buton Selatam Terus Digenjot Lewat BOS Kinerja,”

Mutu Guru SDN 1 Masiri Buton Selatam Terus Digenjot Lewat BOS Kinerja
Mutu Guru SDN 1 Masiri Buton Selatam Terus Digenjot Lewat BOS Kinerja

Langkah tersebut selaras dengan arah kebijakan nasional yang menekankan penguatan sumber daya manusia pendidikan setelah program Sekolah Penggerak resmi dihentikan pada 2023. Pemerintah kemudian mengalihkan dukungan melalui BOS Kinerja yang secara nasional mulai diperluas sejak 2024.

Kepala SD 1 Masiri, Jalaluddin S.Pd, menjelaskan bahwa dana BOS Kinerja yang diterima sekolah pada tahun ini mencapai Rp22.500.000. Seluruh alokasi tersebut diarahkan sepenuhnya untuk peningkatan kompetensi guru, tanpa diperbolehkan digunakan untuk pengadaan sarana elektronik. “Dana ini memang fokus untuk kapasitas guru, bukan pembelian perangkat,” ujar Jalaluddin.

Ia menuturkan bahwa bentuk pelatihan yang wajib diikuti mencakup pembelajaran mendalam (deep learning) dan Komunitas Belajar (KKA). Kegiatan pembelajaran mendalam diikuti oleh tiga peserta dari sekolah, yakni kepala sekolah dan dua guru. Sementara untuk KKA, satu guru kelas V menjadi perwakilan sesuai ketentuan program.

Pelatihan tersebut bukan hanya formalitas, tetapi menjadi dasar bagi guru dalam menerapkan pendekatan belajar yang lebih berpusat pada siswa. “Pendekatan sekarang menekankan kenyamanan dan motivasi siswa. Maka gurunya dulu yang harus siap,” kata Jalaluddin memberi penegasan.

Implementasi program sudah dimulai sejak Juli 2025 dan terus berlanjut hingga semester dua tahun tersebut. Buku-buku pendukung pembelajaran dibeli sejak awal pelaksanaan program agar kegiatan belajar dapat berjalan optimal tanpa hambatan materi.

Menurut Jalaluddin, rencana sekolah pada 2026 tetap mengikuti pola pembelajaran mendalam yang telah diterapkan. Kurikulum Merdeka masih digunakan, namun dengan penyempurnaan proses belajar yang diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Hal ini mirip dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), tetapi dengan fleksibilitas yang lebih besar pada pengaturan jam dan metode belajar.

Dalam konteks global, tren pendidikan berbasis kompetensi dan pembelajaran mendalam juga berkembang di berbagai negara. Beberapa sistem pendidikan seperti Finlandia dan Kanada telah lama menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Pendekatan tersebut kini menjadi rujukan banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam memperkuat kualitas guru sebagai fasilitator belajar.

Untuk menjaga konsistensi pelaksanaan, SD 1 Masiri menerapkan Hari Belajar Guru yang digelar sekali seminggu. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi seluruh guru untuk membahas kendala, mengevaluasi praktik belajar, dan menyusun rencana pembelajaran berikutnya. “Biasanya berlangsung satu sampai satu setengah jam, tergantung kesepakatan sekolah,” jelasnya.

Jalaluddin juga memastikan bahwa kelas VI kemungkinan baru akan dilibatkan secara penuh pada tahun ajaran baru, yang dimulai sekitar Juli 2026. Hal ini menyesuaikan persiapan guru serta modul pembelajaran yang sedang diselaraskan.

baca juga:

  1. Program Sekolah Penggerak Berakhir, Buton Selatan Fokus Pelajaran Mendalam,Coding, dan
  2. Prestasi Membanggakan, SDN 1 Lapandewa Kaindea Buton Selatan Sukses Tembus Tiga Besar LCT

Secara historis, Indonesia telah melakukan berbagai reformasi pendidikan sejak era Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004, Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka. Setiap kebijakan menekankan pentingnya kualitas guru sebagai faktor penentu keberhasilan pembelajaran—sebuah prinsip yang juga menjadi standar global UNESCO dalam agenda pendidikan dunia.

Melalui BOS Kinerja, SD 1 Masiri berharap dapat mempertahankan kualitas pembelajaran dan menjawab tuntutan perubahan sistem pendidikan. “Kami ingin memastikan guru lebih siap menghadapi dinamika pembelajaran di kelas,” tutup Jalaluddin.(*)

baca berita lainnya:

BUTON SELATAN, BP– SDN 1 Lapandewa Kaindea mencatat prestasi membanggakan setelah berhasil menempati peringkat tiga dalam ajang Lempar Cepat Tangkap (LCT) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Lapandewa Tambunaloko-Kendari (Himalta-Kendari) pada Sabtu, 31 Januari 2026. “SDN 1 Lapandewa Kaindea- Buton Selatan Tembus Juara 3 LCT Himalta-Kendari 2026,”

SDN 1 Lapandewa Kaindea- Buton Selatan Tembus Juara 3 LCT Himalta-Kendari 2026
SDN 1 Lapandewa Kaindea- Buton Selatan Tembus Juara 3 LCT Himalta-Kendari 2026

Prestasi tersebut semakin bermakna karena kompetisi ini mempertemukan berbagai sekolah yang mewakili kecamatan masing-masing, menjadikan persaingan berlangsung ketat dan sarat sportivitas. Para peserta tampil dengan kesiapan matang dan menunjukkan kemampuan motorik serta koordinasi tim yang menjadi fokus utama dalam LCT.

Kepala SDN 1 Lapandewa Kaindea, Aliadin, S.Pd., menyampaikan kebanggaan atas pencapaian siswa-siswi yang dianggapnya sebagai wujud komitmen sekolah dalam membina karakter dan disiplin. “Alhamdulillah, prestasi ini adalah buah dari kerja keras anak-anak dan dukungan seluruh keluarga besar sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penghargaan ini diharapkan dapat mendorong motivasi pelajar lain untuk terus mengasah potensi mereka. “Kami bangga melihat semangat juang para siswa yang tidak hanya tampil percaya diri, tetapi juga menjunjung tinggi sikap sportif,” kata Aliadin.

LCT sendiri merupakan kompetisi yang menguji ketangkasan, konsentrasi, dan kerja sama antarpeserta. Kegiatan dengan tema “Menggali Potensi Sejak Dini, Mewujudkan Generasi Cerdas dan Berkarakter” tersebut dirancang untuk menanamkan nilai kompetitif sekaligus memperkuat interaksi positif sejak usia sekolah dasar.

Secara historis, berbagai negara telah mengembangkan aktivitas fisik sebagai bagian penting dalam pendidikan anak. Jepang, misalnya, memasukkan permainan ketangkasan dalam kurikulum pendidikan dasar sejak awal 1900-an untuk membangun karakter dan kedisiplinan. Di tingkat nasional, Indonesia juga menempatkan kegiatan olahraga tradisional dan kompetisi ketangkasan sebagai bagian dari program pembinaan siswa sejak era tahun 1970-an.

Dalam konteks itu, kehadiran lomba seperti LCT menjadi relevan karena memberi ruang bagi siswa untuk menampilkan kemampuan fisik dan mengembangkan konsentrasi yang selaras dengan tujuan pendidikan modern. Ajang yang digelar Himalta-Kendari ini menjadi salah satu wadah yang mendukung pola pembelajaran tersebut.

Para siswa SDN 1 Lapandewa Kaindea tampil konsisten sejak awal pertandingan dengan menunjukkan koordinasi tim yang solid. Keberhasilan mereka bukan hanya mencerminkan kemampuan teknis, tetapi juga hasil pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh para guru.

Orang tua siswa serta masyarakat Lapandewa pun menyambut prestasi ini dengan rasa bangga. Mereka menyebut pencapaian tersebut sebagai bukti bahwa dukungan keluarga dan lingkungan sekolah dapat melahirkan generasi yang unggul dan percaya diri.

baca juga:

  1. Program Sekolah Penggerak Berakhir, Buton Selatan Fokus Pelajaran Mendalam,Coding, dan….
  2. Ketua STAI Baubau Pantau Langsung Pelaksanaan UAS Ganjil Yang Ratusan Mahasiswa Tahun Akademik 2025/2026

Pihak Himalta-Kendari mengapresiasi antusiasme para peserta dan berharap kegiatan ini dapat terus digelar sebagai ajang promosi bakat anak-anak di wilayah Lapandewa dan sekitarnya. Kegiatan tersebut dinilai mampu memperkuat karakter siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini.

Prestasi yang diraih SDN 1 Lapandewa Kaindea diharapkan menjadi langkah awal menuju keberhasilan yang lebih besar dalam kompetisi daerah maupun tingkat yang lebih tinggi. Sekolah memastikan akan terus membina siswa melalui program pembelajaran yang terarah dan kompetitif.(*)

 

 

Visited 37 times, 37 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *