Tiga Kantor Pelayanan Haji dan Umrah Dibangun di Sultra Mulai 2026, Ini Dia LokasinyaTiga Kantor Pelayanan Haji dan Umrah Dibangun di Sultra Mulai 2026, Ini Dia Lokasinya

SULTRA, DT — Upaya pemerataan layanan haji dan umrah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali diperkuat dengan rencana pembangunan tiga Kantor Pelayanan Haji dan Umrah (Pelhut) yang dijadwalkan mulai pada 2026. Pembangunan fasilitas tersebut ditempatkan di Kabupaten Muna, Kabupaten Buton, dan Kabupaten Buton Selatan, sebagai langkah meningkatkan akses layanan bagi masyarakat. “Tiga Kantor Pelayanan Haji dan Umrah Dibangun di Sultra Mulai 2026, Ini Dia Lokasinya,”

Tiga Kantor Pelayanan Haji dan Umrah Dibangun di Sultra Mulai 2026, Ini Dia Lokasinya
Tiga Kantor Pelayanan Haji dan Umrah Dibangun di Sultra Mulai 2026, Ini Dia Lokasinya

Langkah ini memperkuat konsistensi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji sejalan dengan kebijakan nasional. Komitmen ini bukan hanya merespons kebutuhan jamaah di daerah, tetapi juga merupakan bagian dari reformasi layanan yang telah berlangsung sejak perubahan besar penyelenggaraan haji dunia pada dekade 1990-an.

Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara, H. Muhammad Lalan Jaya, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas layanan terus menjadi prioritas. Ia menegaskan bahwa Kemenag berupaya memastikan seluruh kabupaten dan kota dapat menikmati fasilitas pelayanan yang memadai.

“Tahun ini insyaallah akan dibangun tiga Pelhut, yaitu di Muna, Buton, dan Buton Selatan. Dengan tambahan ini, dari 17 daerah di Sulawesi Tenggara, sudah 12 yang memiliki fasilitas layanan,” ujarnya saat diwawancarai Minggu (15/2/2026).

Sebelum rencana pembangunan tersebut disusun, pemerintah pusat dan daerah telah melakukan evaluasi kebutuhan layanan haji, termasuk meninjau pertumbuhan jumlah jamaah dalam 10 tahun terakhir. Secara nasional, peningkatan jamaah haji dan umrah terus terjadi sejak 2014, seiring kebijakan Arab Saudi yang membuka kuota lebih besar setelah renovasi Masjidil Haram selesai pada 2013.

Di Sulawesi Tenggara sendiri, distribusi fasilitas Pelhut sebelumnya belum merata. Beberapa daerah, seperti Buton Selatan, masih harus menggunakan gedung sewa untuk operasional layanan. Kondisi tersebut, kata Lalan, menjadi salah satu alasan utama percepatan pembangunan.

“Kami berharap pada 2027 seluruh layanan di Busel sudah dapat dipindahkan ke kantor baru yang lebih representatif,” ungkapnya.

Selain pembangunan tahun 2026, Kemenag juga menargetkan pembangunan empat Pelhut tambahan pada 2027. Lokasi yang diusulkan meliputi Kabupaten Buton Tengah, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, serta satu daerah lain yang masih dalam proses penetapan berdasarkan kebutuhan.

Dengan proyeksi tersebut, pemerintah menetapkan target bahwa seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara sudah memiliki kantor Pelhut paling lambat pada 2028. Target ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat memperluas pemerataan layanan publik sesuai visi pelayanan berbasis wilayah.

Secara historis, layanan haji di Indonesia mengalami transformasi signifikan sejak pembentukan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada 2006. Perubahan itu memberikan ruang lebih luas bagi pengembangan kantor layanan di daerah, termasuk dalam soal administrasi, bimbingan manasik, hingga pengelolaan keberangkatan jamaah.

Lalan juga menambahkan bahwa proses pembangunan diharapkan dapat berjalan cepat. “Proses lelang perencanaan kami targetkan dimulai Maret. Jika seluruh dokumen lengkap, pembangunan bisa dimulai pada Mei,” tuturnya.

Hingga kini, masih terdapat delapan daerah di Sulawesi Tenggara yang belum memiliki kantor Pelhut. Dengan terealisasinya pembangunan tiga unit pada 2026, jumlah tersebut akan berkurang menjadi lima.

baca juga:

  1. Bupati Buton Selatan Muh Adios Tinjau IPA Wawoangi, Pengoperasian Tinggal Tunggu
  2. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Hadiri Syukuran Mata Air Adhoda, Desa Bangun Rayakan Panen Melimpah

Jika empat kantor tambahan pada 2027 dapat direalisasikan sesuai rencana, hanya satu daerah yang akan tersisa tanpa fasilitas tersebut. Kondisi ini diharapkan menjadi titik awal pemerataan layanan haji secara menyeluruh.

Menurut Lalan, pembangunan kantor layanan di tiap daerah akan memberikan dampak besar terhadap efisiensi operasional. “Kami ingin masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan optimal. Ini bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kualitas layanan,” tegasnya.

Dengan langkah bertahap dan terukur, pemerintah optimistis bahwa peningkatan fasilitas layanan haji dan umrah dapat memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi jamaah, baik dalam proses administrasi maupun pemenuhan kebutuhan sebelum keberangkatan.(*)

baca berita lainnya:

BUTON SELATAN, BP – Kesiapan calon jamaah haji Kabupaten Buton Selatan pada musim haji 2026 mendapat apresiasi dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Sulawesi Tenggara H Muhammad Lalan Jaya. Penilaiannya itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja sekaligus peninjauan pelaksanaan bimbingan manasik haji yang dipusatkan di Kantor Kemenag Buton Selatan, Minggu (15/2/2026). “Manasik Haji Buton Selatan 2026 Dapat Apresiasi dari Kakanwil Haji Sulawesi Tenggara H Muhammad Lalan Jaya,”

Manasik Haji Buton Selatan 2026 Dapat Apresiasi dari Kakanwil Haji Sulawesi Tenggara H Muhammad Lalan Jaya
Manasik Haji Buton Selatan 2026 Dapat Apresiasi dari Kakanwil Haji Sulawesi Tenggara H Muhammad Lalan Jaya

Pelaksanaan manasik tersebut menjadi bagian penting dari persiapan jamaah sebelum menunaikan ibadah di Tanah Suci. Pada kesempatan itu, Lalan menegaskan bahwa seluruh kegiatan pembinaan wajib dilakukan secara sistematis untuk memastikan jamaah memahami setiap tahapan haji. “Kami ingin memastikan para jamaah mempelajari ibadah haji sesuai tuntunan Rasulullah,” ujarnya.

Dalam kunjungan yang merupakan kali ke-12 di Buton Selatan itu, Lalan menilai koordinasi antara Kemenag daerah dan panitia pelaksana berjalan sangat baik. Ia juga menyebutkan bahwa tingkat partisipasi jamaah menunjukkan keseriusan dalam persiapan keberangkatan.

Tahun ini, sebanyak 25 jamaah asal Buton Selatan direncanakan tergabung dalam Kloter 38. Pemerintah berharap seluruh jamaah berangkat dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah. Menurut data yang disampaikan, mayoritas jamaah berada pada rentang usia 40 hingga 60 tahun, sementara jamaah lanjut usia relatif sedikit.

Pada pelaksanaan manasik 2026, rangkaian pembinaan dijadwalkan berlangsung lima kali. Satu sesi dilakukan di tingkat kabupaten, sementara empat sesi lainnya dilaksanakan di tingkat kecamatan. Sejauh ini, para jamaah telah mengikuti tiga kali manasik Kecamatan, sebagai bagian dari penguatan materi dasar.

Satu sesi manasik tambahan akan digelar setelah Idulfitri. Sesi ini berfokus pada praktik langsung sebagai bentuk pemantapan sebelum keberangkatan. “Manasik ini bukan hanya teori, tetapi juga praktik agar jamaah siap secara menyeluruh,” ujar Lalan menegaskan kembali.

Secara regional, Sulawesi Tenggara menargetkan sekitar 2.072 calon jamaah haji dapat diberangkatkan secara lengkap. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya seiring dengan membaiknya kuota haji pascapandemi COVID-19. Sejak dibukanya kembali izin penyelenggaraan haji secara normal pada tahun 2023, jumlah jamaah Indonesia yang diberangkatkan terus bertambah.

Dalam konteks nasional, penyelenggaraan manasik haji telah menjadi tradisi penting di Indonesia sejak tahun 1969, ketika pemerintah mulai memberlakukan pelatihan terstruktur bagi calon jamaah. Pada tingkat global, pembinaan serupa juga dilakukan oleh beberapa negara dengan populasi jamaah besar, seperti Pakistan dan Turki, untuk memastikan setiap jamaah mengenal tata cara ibadah sebelum tiba di Makkah.

Di Buton Selatan, kegiatan manasik setiap tahun menjadi momentum pembinaan mental dan fisik bagi jamaah. Melalui proses ini, calon jamaah tidak hanya dibekali materi ibadah, tetapi juga pengetahuan terkait kesehatan, administrasi, serta perjalanan selama berada di Arab Saudi.

baca juga:

  1. Hadiri Tradisi Mata Air Adhoda Desa Bangun, Bupati Buton Selatan Muh Adios Tekankan Harmoni dan
  2. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Hadiri Syukuran Mata Air Adhoda, Desa Bangun Rayakan Panen Melimpah

 

Kegiatan manasik tahun ini mendapat perhatian khusus mengingat tingginya antusiasme jamaah. Panitia berharap pembinaan yang berjalan baik dapat mendukung kelancaran keberangkatan Kloter 38 asal Buton Selatan.

Menutup kunjungannya, Lalan kembali menyampaikan harapannya. “Kami ingin seluruh jamaah sehat, dapat menunaikan ibadah dengan penuh kekhusyukan, dan pulang ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” tutupnya.

Dengan rangkaian persiapan yang matang, Buton Selatan optimistis mampu memberangkatkan jamaah haji secara lengkap dan siap menghadapi seluruh tahapan ibadah pada musim haji 2026.(*)

 

Visited 73 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *